Ngomongin soal percintaan dan bucin memang nggak bisa lepas dari novel roman picisan yang kemudian diangkat ke layar perak. Keduanya sudah jadi bagian budaya populer, menemani para remaja menuju proses pendewasaan.

Memang nggak semuanya relate dengan kehidupan nyata, tapi beberapa juga terinspirasi dari true story dengan sedikit bumbu penyegar.

Ya, namanya juga cerita fiksi, tak bisa plek sama kayak ceritamu. Walaupun ada beberapa yang kebetulan ngalami mirip pelem-pelem, namun presentasenya amat kecil. Jadi, jangan terlalu berharap hidup kalean koyok Drama Korea atau FTV. Ojok halu lah please.

Nah, salah satu bumbu dalam drama percintaan ini biasanya adalah ada orang yang mencintai kamu secara diam-diam. Doi mengamati dari kejauhan tanpa kamu sadari.

Banyak hal yang bakal kon rasain ketika dicintai secret admirer—pengagum rahasia yang masih memendam perasaan. Nah, mungkin kamu pernah merasakan hal berikut ini.

Merasa Berharga

Pada awalnya kamu mengira kalau dirimu tidak menarik lantaran belum punya pasangan atau malah ditolak terus oleh orang lain. Perasaan tulusmu tidak berarti dan tak ada yang menganggap eksistensimu.

Di kalangan teman alumni, apesnya kamu masuk dalam golongan tidak terkenal dan tak mencolok sehingga tak banyak dibicarakan. Wes mentok koyok ngunu. Madesu.

Hal itu berubah ketika suatu hari kamu menemukan sebuah surat, kado cokelat, atau bunga tanpa nama pengirim di laci meja. Di sana ada kata-kata manis yang bisa jadi puisi yang dibikin seseorang dengan perasaan kagum atau cinta.

Wajahmu memerah, ada senyum kecil malu-malu. Ternyata ada lho yang memperhatikanmu.

Paranoid

Belum tentu yang mencintaimu adalah orang baik. Bayangan seorang intel hingga psikopat bakal menghantui, terlebih kamu juga belum tahu siapa orang yang mengamati dari kejauhan itu.

Pulang ke rumah jadi peristiwa menegangkan dan maha sulit, takut doi membuntuti dari belakang dan siap menyergap kalau perlu.

Jangan-jangan sosial mediamu sudah diawasi dan diteliti, dia tahu keluargamu, di mana kamu tinggal sampai apa makanan kesukaanmu. Hidup jadi terasa terkekang, kamu kemudian menyesali mengapa tak sedari awal me-private akun Instagram dan mengepos semua foto tentangmu.

Yang bisa awakmu lakukan adalah menunggu dia muncul atau melapor polisi. Hihihi..

Amat Dicintai

Mengungkapkan secara langsung kalau kita suka sama seseorang saja belum tentu diterima, apalagi yang sekian lama memendam. Orang yang bisa menahan perasaannya dari kejauhan, nggak tahu entah kapan memutuskan untuk jujur bicara, atau malah membiarkannya layu sebelum berkembang adalah jenis pecinta yang langka.

Mereka bukan tipe yang mencintai dengan ukuran dangkal, dimana itu bisa berakhir dalam dan sulit terlupakan.

Kamu yang kebetulan mendapatkan manusia golongan ini patutnya bersyukur dan menjaga baik-baik si pencinta ini. Apalagi tampangmu nggak seberapa, udah syukur onok sing gelem!

Membuat Keputusan

Pada akhirnya kamu harus membuat keputusan: menerima atau menolaknya. Tapi, hal itu amat jarang terjadi, terutama kalau perempuan. Biasanya teman dekat yang bakal menyampaikan hal itu kepadamu.

“Temenku ada yang ngefans sama kamu, lho,” begitulah kira-kira pancingannya.

Kalean pun akhirnya membuat janji bertemu karena telah terbuka jalan via makcomblang, kamu mempersiapkan semuanya dengan maksimal.

Memakai baju terbaik, potong rambut, dan menyemprot parfum. Sebelum jam pertemuan kamu datang duluan melihat dari kejauhan, anggap saja kondisi seperti kencan buta.

Lihat dari kejauhan gimana bentuk asli doi, kalau wes nggak menarik atau nggak sreg, kamu langsung cepet cabut dan bikin alasan.

Nah, dari semua hal di atas, intinya dicintai dan mencintai adalah suatu proses dalam hubungan sepasang kekasih, dan kamu sangatlah beruntung kalau bisa memperoleh keduanya.

Seperti kata mutiara dari Plankton:

“Lebih baik merasa dicintai dan kehilangan daripada tidak pernah dicintai sama sekali.”