Di dunia yang serba digital seperti sekarang, manusia dimudahkan untuk membagikan foto atau memberi kabar orang lain lewat postingan di medsos. Ini bisa menjadi pedang bermata dua. Selain sebagai cara untuk menyimpan kenangan atau berkomunikasi, medsos juga jadi ajang pamer pencapaian pada orang lain.

“Aku lho nduwe iki, tau pergi ke tempat iki!”

kira-kira seperti itulah yang ada di dalam batin dan pikiran mereka.

Platform lain seakan mendukung itu semua. Ada beberapa oknum konten kreator YouTube yang bikin video pamer kekayaan, unboxing benda mewah, sampai drama settingan, demi mengeruk pundi AdSense.

Saya tekankan lagi, nggak semuanya kayak gitu. Tapi tentu, namanya juga hidup. Pasti ada hitam dan putih.

Mereka ini bisa disebut sebagai kaum narsistik. Kata ini diilhami dari Legenda Narcissus dari Yunani yang terlalu mengagumi dirinya sendiri. Ia dikutuk Dewi Nemesis untuk mencintai dirinya sendiri karena sudah menolak sejumlah perempuan.

Suatu hari, Narcissus melihat pantulan dirinya di sungai dan menganguminya—sampai lupa makan-minum kemudian meninggal.

Nah, setelah mendengar cerita tadi, kalean yang suka foto selfie pasti ketar-ketir. Kebiasaan itu bisa membunuhmu. Lalu, apa saja sih tanda-tanda orang narsistik itu. Lebih jelasnya, berikut kami ulas lebih dalam.

Tanda #1: Apapun Obrolannya Harus Kamu Fokusnya

Pas lagi ngobrol rame-rame, di bagian yang seharusnya jadi giliran teman untuk bercerita, tapi kamu, si pemuja diri sendiri, bisa-bisanya memotong obrolan. Pembicaraan yang sedari tadi enak mengalir, jadi kacau-balau.

Kamu malah mengambil celah untuk memasukkan pemikiran atau curhat. Orang yang punya masalah jadi males deh untuk nerusin cerita. He, cok narsis asu! Kami nggak butuh bacotanmu! Ngapain pakai ngerusak cerita!

Lagian, nggak ada yang tanya pendapatmu kok, lapo kon atek ngomong muka badak! Ya, begitulah kamu, nggak pernah peduli masalah orang lain, hanya butuh didengarkan!

Tanda #2: Doyan Edit Foto Berlebihan

Gawai yang semakin canggih memudahkan para pencinta diri sendiri untuk mengekspresikan apa yang dia punya. Mereka nggak perlu beli kamera mahal dan belajar fotografi biar dapetin tangkapan gambar memukau.

Cukup berbekal ponsel pintar yang dilengkapi aplikasi foto, itu sudah memudahkan kebiasaan narsismu.

Apalagi, nggak semua orang fotogenik ketika difoto. Jadi, aplikasi kamera jahat, kalau anak jaman kiwari bilang, amat sangat membantu. Nggak perlu lah susah-susah belajar Photoshop. Langsung jebret foto, kalean jadi bening, putih, tanpa ada jerawat, sampai tirus juga langsung tersedia.

Jangan lupa unggah di IG biar bisa ngangkat pride pas di-stalking mantan atau gebetan! Fake pride, cok!

Tanda #3: Anti Kritik

Ada sebuah idiom bahwa perempuan selalu benar. Nah, orang-orang narsis ini satu tingkat di atas mereka. Jadi, jangan pernah mendebat kaum pecinta diri sendiri. Sekali lagi, yang ada di pikiran dia adalah orang lain bukan apa-apa, cuman gue lah yang terbaik!

Bangsat fak! Mental seperti itu bukan karena optimis atau percaya diri, tapi memang doi aja yang over, malah bisa dikatakan sombong!

Mereka lebih suka mengomentari orang lain. Ketika dikasih saran yang halus pun, mereka males mendengarkan dan hanya dianggap angin lalu. Kalau ketemu manusia jenis ini di tongkrongan, mending iyain ae, ketimbang ngurusi cocote!

Tanda #4: Suka Debat

Yang terakhir, mereka ini adalah mahluk yang suka debat. Onok hal yang nggak sesuai dengan pikiran, wis pasti dibahas. Oalah jancuk, nggak kabeh wong pikirane sumbu pendek koyok kon, mbut!

Para pencinta diri sendiri ini bakal mengeluarkan semua argumen yang mereka yakini benar dan nggak ada yang bisa mendebat balik. Mereka nggak pernah make logika. Mbuh kamu bener atau nggak, intinya cuma pake hati ae. Golnya adalah, membuat kamu marah sama krtikan mereka. Ashuey!

Kesimpulannya, pada dasarnya setiap manusia punya kecenderungan narsis. Tinggal seberapa besar dosisnya. Kalau kebanyakan, bisa membuatmu kelihatan konyol. Ngaku punya pacar Pevita Pearce, padahal muka kayak sungut lele. Hahaha!