DNK

Sejumlah Problematika saat Kamu Menjalin Kasih dengan Cewek yang Lebih Tua

Sejumlah Problematika saat Kamu Menjalin Kasih dengan Cewek yang Lebih Tua

Biasanya, dalam suatu hubungan, pihak laki-laki lebih dewasa atau berumur lebih tua. Istilahnya, lanang iku ngayomi. Tapi bagaimana kalau kamu sebagai laki-laki ternyata masih bocah, dan kekasihmu justru berumur lebih tua?

Saya —tanpa ada unsur curhat colongan sedikitpun— kebetulan pernah menjalin hubungan dengan perempuan yang lebih tua. Meski kami hanya beda satu atau dua tahun, society kadang menganggapnya masalah.

Memang, tidak ada patokan soal usia kalau sudah cinta. Toh kamu berhubungan karena saling sayang. Tapi, selain karena society tadi, beberapa hal yang membingungkan bakal terjadi kalau punya cewek yang lebih tua.

Berikut beberapa hal yang pasti kamu rasakan.

1. Di-Bully Teman Tongkrongan

Saat temanmu tahu kamu pacaran dengan perempuan lebih tua, mereka bakal ngatain kamu ‘ciye pacaran sama tante-tante.’ Cok. Padahal jarak umurnya aja dikit. Tapi, tetap saja arek-arek kadang nggateli. Suka manas-manasi.

Dan, pihak cewek juga pasti dikatain, ‘ciye seneng ambek berondong!’

Padahal, dalam sebuah hubungan, apa ya harus mikir umur? Cinta kan soal perasaan, bukan berapa tahun lahir pasanganmu. Anggap aja mereka iri dengan hubunganmu. Belum tentu yang ngatain sudah punya pasangan.

Jomblo nggak usah nyinyir po'o.

2. Bingung Manggil Nama Yayangmu

Selain perkara society, kebingungan muncul saat kamu mulai berpacaran. Awalnya, kamu manggil si dia dengan sebutan ‘mbak’. Tapi, lama-kelamaan kamu terjebak dalam ‘adek-kakak zone.’

Selanjutnya, hubungan yang meningkat ke arah serius membuatmu melakukan beberapa pembiasaan. Frekuensi panggilan 'mbak' berkurang dengan sendirinya. Berganti dengan sayang.

Ndilalah yayangmu tetap manggil kamu ‘dik’. Ealah.

3. Ngemong atau Dimong

Siapa sih yang harus ngemong dalam suatu hubungan? Si cowok apa cewek? Atau harus yang lebih tua yang ngemong? Omong kosong cok. Dalam hubungan, semua ya harus saling ngemong dan dimong.

Itu baru namanya fair. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tapi, agak beda kasus kalau perempuannya lebih tua. Biasanya kamu bingung harus ngemong karena sungkan, tapi sebenarnya doi pengennya dimanja. Sedangkan kamu gengsi minta dimanja doi, karena kesannya kamu kayak bocah.

Anjing.

4. Dianggap Nggak Serius

Mana ada sih yang pengin dikatain nggak serius? Cuma dianggap main-main ketika menjalin suatu hubungan. Hal ini kadang kamu alami saat berhubungan dengan perempuan yang lebih tua.

Hubungan kalian dianggap hanya drama Korea, sulit jadi kenyataan. Fuck cuih society.

Selain itu, kalian diprediksi tidak akan sampai jenjang pelaminan. Orang tua si cewek tentu meragukanmu sebagai calon menantu idaman.

“Sek bocah ngono le, le.”

Padahal ya nggak selalu begitu. Ya ampun.

5. Nggak Direstui

Sejauh pengamatan, inilah yang sering terjadi dan paling nyesek. Saat hubungan beranjak serius, kamu akan berjuang mati-matian sampai datang ke rumah si cewek. Tapi, cuih, orang tuanya masih saja anggap kamu anak ingusan.

Janur kuning batal melengkung. Society taek terus mencibirmu. Orang tuamu dan orang tuanya yang kolot get menganggap pernikahan ideal adalah dengan usia perempuan yang lebih muda dibanding laki-laki.

Hubunganmu nggak tahu bakal berjalan ke mana. Dan akhirnya kamu memilih resign tanpa pesangon. Hfft!

Beberapa fakta di atas mungkin akan kamu alami kalau nekat menjalin hubungan dengan perempuan yang lebih tua. Tapi, toh tidak selamanya begitu. Kamu masih bisa berjuang entek-entekan kok.

Kamu bisa buktikan pada semua yang meremehkan kisah cintamu. Kamu bisa meniru langkah saya, yang jauh-jauh PP Surabaya–Cepu pakai motor bebek butut demi dia yang kucinta.

Walaupun akhirnya ditinggal rabi juga, su.