Klub sepak bola sepelit Persebaya selalu punya cara sendiri untuk tampil beda dan menarik perhatian. Gak perlu mendatangkan pemain bintang, mendapatkan pemain buangan klub lain saja sudah cukup. Asalkan bisa ngirit keuangan. Mending beli bakso daripada pemain. Mungkin begitu pikir mereka.

Dalam hal ini, yang medit sebenarnya manajemen klub lho ya, bukan Persebaya-nya. Tak perjelas timbang dipaido Bonek.

Di bursa transfer lalu, tidak banyak perubahan yang dilakukan Bajul Ijo. Cuma mendatangkan dua pemain saja cukup, OK John dan Raphael Maitimo. Mendepak tiga pemain juga cukup, Reky Rahayu, Arthur Irawan, dan Sidik Saimima.

Total ada 28 pemain yang masuk skuat tim di putaran kedua Liga 1 musim ini. Jadi, di mana letak perombakan besar-besarannya?

Mbok ya Sampeyan sabar dulu. Mimik kopi sambil sebatdul kan enak.

Jelang penutupan bursa transfer pada 2 Agustus, Persebaya sepakat untuk menghentikan kerja sama dengan pelatih Angel Alfredo Vera. Ya, pelatih asal Argentina yang membawa Persebaya promosi ke Liga 1 itu mandeg dengan status mundur. Soal kejelasan apakah memang mundur atau dipecat saya nggak tahu.

Yang jelas, kalau Alfredo dipecat itu nggak mungkin. Sebab, manajemen Persebaya jelas emoh ngeluarin duit yang gak perlu-perlu banget. Kalau Alfredo mundur kok caranya lewat pengumuman di website resmi aja, gak ada jumpa pers atau cara yang lebih Suroboyoan gitu. Terkesan ditutup-tutupi.

Dampak dari pisahnya Alfredo dengan Persebaya sangat signifikan. Asisten pelatih Esteban Horaco Busto yang secara resmi menjabat interpreter (buat apa penerjemah lah wong Alfredo lancara bahasa Indonesia), juga ikutan mundur.

Mereka berdua sudah sepakat, sesama pemegang paspor kayak Messi ya senasib sajalah.

Nggak cuma di situ, Chairul Basalamah yang menjadi manajer juga diumumkan pindah tugas. Di sini tugas baru pria yang akrab disapa Abud itu nggak dijelaskan pindah tugas jadi kitman atau satpam penjaga latihan Persebaya. Pokoknya pindah tugas saja.

Semua informasi itu, kecuali soal Busto, termuat dalam website persebaya.id.

Apa yang ditampilkan oleh manajemen mereka saat ini makin menunjukkan bahwa mereka ini masih “hijau” di dunia sepak bola.

 

Terbaru, dokter tim Persebaya pun mengalami pergantian juga, Lurr! Berdasarkan informasi dari sebuah media daring Dokter Adhimas Hapto Prakoso diberhentikan per 1 Agustus lalu dan diganti dengan Dokter Pratama Wicaksana Wijaya.

Tapi Dokter Adhimas ini masih muncul di pertandingan melawan Persela Lamongan, 5 Agustus. Nah lho? Manajemen Persebaya ini maunya gratisan atau gimana?

Entah gaya manajemen Persebaya yang sekarang ini pengen naik prestasinya atau sensasinya? Kok ya masuk akal banget pemikiran mereka minim aktivitas di bursa transfer pemain tapi malah bursa transfer manajer dan jajaran kepelatihan.

Apa yang ditampilkan oleh manajemen mereka saat ini makin menunjukkan bahwa mereka ini masih “hijau” di dunia sepak bola. Iya, saya tahu Persebaya itu warna kebesarannya hijau, tapi bukan itu yang saya maksud. If you know what I mean lah!

Dari awal manajemen di bawah kepemimpinan Yang Mulia Azrul Ananda ini saja sudah sok tahu soal sepak bola. Dari awal pun Azrul juga sudah kelihatan lebih doyan nonton basket timbang sepak bola. Makanya tiap mbahas sepak bola selalu nyempil pembahasan basket.

Nggak heran sih, karena manajemen Persebaya itu banyak dihuni oleh orang-orang DBL. Makanya banyak yang sok tahu sepak bola. Mereka mencoba mengadopsi cara pengelolaan basket ke sepak bola seolah-olah dua cabor itu ibarat kambing dan domba.

Okelah basket dan sepak bola sama-sama berfamili bola, tapi genus atau bahkan spesiesnya jelas beda dong!

Lihat saja tuh, banyak anak-anak muda yang di bawah didikan Azrul dengan DBL-nya sekarang melok-melok ngurusi Persebaya. Saya aja nggak yakin mereka itu tahu bedanya defensive midfielder dengan holding midfielder, apa lagi beda titik penalti dan tribun VVIP.

Ah, sudahlah, mungkin Azrul adalah tipe orang yang percaya dengan miracle. Berharap prestasi meningkat itu dari perombakan orang di balikskuat Tim atau keuntungan banyak penjualan produk Persebaya Store. Ajaib!

Sekarang, belum jelas siapa pengganti Alfredo. Bejo Sugiantoro hanya menjabat pelatih interim sampai dua pertandingan, versus Persela dan Barito Putera. Hasilnya sekali menang dan sekali kalah.

Sosok manajer baru Persebaya juga belum diresmikan. Saat Bajul Ijo tanding di dua laga itu, nama Budi Dharma Wibawa tercantum sebagai asisten manajer yang sebenarnya adalah manajer U19 Persebaya.

Berdasar, rumor yang beredar, manajer baru bakal dijabat oleh mantan wartawan salah satu koran besar di Jawa Timur. Mungkin Persebaya ingin wartawan peliput berbagi pengalaman jurnalistik saat wawancara dengan manajer baru nanti. Atau ingin pendidikan jurnalistik sekalian saat liputan Persebaya?