Dalam hal produksi konten kreatif, kita mau nggak mau harus salut dengan tim pasangan calon gubernur Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno. Pasangan yang didukung PDI Perjuangan, PKB, dan Partai Gerindra tersebut merilis banyak konten kreatif yang sangat menghibur.

Konten video, misalnya. Siapa yang nggak ikut baper gara-gara melihat parodi Dilan dan Milea produksi Komunitas Mantap Jawa Timur (Manja Jatim) itu. Dilan yang ganteng, Milea yang manis dengan jaket jadulnya. Pertemuan keduanya di hutan berakhir dengan kesimpulan bahwa Milea akan memilih Gus Ipul di pilgub Jatim karena jauh lebih berpengalaman dibanding Khofifah-Emil Dardak.

Dilan dan Milea lantas menutup pertemuan tersebut dengan pernyataan Dilan yang mengaduk-aduk emosi para pemirsaahh. Peppepee mimimiiir sasaahhh!

”Kalau pilkada itu artinya pemilihan kekasih idaman, aku pasti pilih kamu. Karena kamu yang berpengalaman menaklukkan hatiku,” katanya.

Cieee!

Itu baru video Dilan. Komunitas Manja Jatim masih punya produk kreatif lain yang juga viral. Misalnya, video tukang cukur. Dalam video tersebut disebutkan bahwa seorang tukang cukur tidak merampungkan pekerjaannya karena kepincut jadi tukang bakso. Sebab, jadi tukang bakso terlihat lebih menggiurkan. Lebih mudah dapat uang.

Masalahnya, tukang cukur tersebut berhenti di tengah jalan. Akibatnya, pelanggan yang rambutnya sudah gundul sebelah ditinggalkan. ”Makanya saya pilih Gus Ipul. Amanah dan tidak meninggalkan jabatan,” kata pelanggan yang rambutnya gundul separo itu.

Produk video lainnya tak cuma dua itu. Masih ada video tentang sopir mobil rental hingga Pendekar 212 Wiro Sableng dan Milenasari yang viralnya kebangeten. Hingga minggu lalu, jika saya tidak salah mengecek, video Wiro Sableng dan Milenasari sudah ditonton lebih dari 3 juta pemirsahhh!

Itu semua belum termasuk video klip Kabeh Sedulur yang dinyanyikan dua pedangdut nemesis Via Vallen dan Nella Kharisma. Pokoknya viewer-nya berjuta-juta lah! Coba saja cek Instagram milik Nella Kharisma.

Hingga pilgub Jatim menyisakan 23 hari lagi, masih ada konten lain seperti lagu Wali dan Cak Lontong.

Kampanye kreatif Gus Ipul menuai pujian dari mana-mana. Para selebtweet membicarakan konten kampanye tersebut sebagai contoh kampanye ideal.

Apalagi, belum lama ini Indonesia dikoyak kampanye SARA dan penuh kebencian di pilgub DKI Jakarta. Maka, Jatim menjadi oase karena tak sedikitpun yang memanfaatkan isu SARA. Kampanyenya penuh humor dan emosional.

Tim Khofifah tidak tinggal diam dengan situasi tersebut. Mereka juga bereaksi. Beberapa kali mereka memproduksi video parodi Dilan. Hasilnya? Ajur mumur! Para pemainnya kaku, visualnya jelek, bahkan script-nya lebih buruk daripada FTV atau sinetron Indosiar.

Tapi, masalahnya, apakah produksi video Gus Ipul yang luar biasa kreatif itu bisa mengantarkan menjadi jawara pilgub Jatim? Rasanya kok belum tentu.

Tujuan dari semua kampanye kreatif adalah meningkatkan elektabilitas pasangan calon (paslon). Video, konten, dan visual yang begitu bagus itu akan percuma kalau tidak ada efek elektoralnya.

Kita ini tidak sedang mengikuti Oscars atau Grammy Awards. Ini bukan lomba film atau musik. Ini lomba balapan jadi gubernur!

Sama seperti video ibu-ibu qasidahan yang mempromosikan Ramayana yang viral minggu lalu itu. Jangan-jangan yang kita ingat cuma ibu-ibu yang terperangkap dalam rice cooker, bukan Ramayana yang menggelar diskon besar-besaran.

Jangan-jangan kita cuma ingat qolqolah lebay ibu-ibu tersebut, tapi sama sekali tidak menggerakkan keinginan untuk belanja di Ramayana yang cabangnya di Surabaya itu entah di mana.

Sama seperti produk kampanye kreatif pilgub Jatim. Jangan-jangan kita cuma ingat betapa moleknya Milenasari atau lucunya Cak Lontong yang mengguncang logika. Tapi sama sekali gak ngurus harus nyoblos siapa pada 27 Juni nanti.

Tanda-tanda ketidakefektifan video itu bisa dilihat melalui survei. Bukan surveinya Cak Lontong, melainkan Harian Kompas. Pada Februari lalu, Harian Kompas menyatakan bahwa Khofifah-Emil unggul 0,5 persen, yang saat itu masih dalam margin of errror.

Bulan ini, Harian Kompas kembali menggelar survei. Hasilnya, Khofifah-Emil makin leading. Kali ini selisihnya melebar hingga 2 persen. Memang, 2 persen itu masih dalam jangkauan margin of error.

Kalau kita melihat trennya, Khofifah-Emil terus meningkat sedangkan Gus Ipul-Mbak Puti terus turun. Lantas, video yang viralnya kebangetan itu bagaimana dong? Jangan-jangan cuma buat menghibur yang mulia netijen saja.

Mahal banget budget buat menghibur jomblo!