Kalau diibaratkan, kelas adalah lingkungan alami bagi mahasiswa sebelum bertahan di dunia luar yang keras nan kejam. Ibarat ulat yang keluar dari kepompong dan ibarat anak kos yang bersembunyi dari ibu kos.

Keduanya sama-sama penting dalam kelangsungan universe, sebelum Thanos datang untuk mencari batu akik bernama Infinity Stone.

Intinya kamu harus bisa tahu peranmu dalam sebuah kelas, apakah penting atau hanya sebagai penggembira.

1. Mahasiswa Rajin

Kamu pasti mengenal tipe mahasiswa semacam ini. Mereka paling aktif ketika ada diskusi atau sesi tanya jawab dosen. Dan paling sedih jika ada mata kuliah yang mendapat nilai tidak sempurna meski lulus. Sedangkan mahasiswa lain sudah bersyukur tidak mengulang mata kuliah itu.

Yah begitulah, hidup memang gateli lek dipikir nemen-nemen. Dan, kadang sampai tidak memikirkan urusan percintaan atau penampilan.

Kebanyakan mereka lulus cepet, lalu dapat pekerjaan bagus. Tapi, apa ora eman urip ngunu tok? Ora seneng-seneng.

2. Mahasiswa Hits

Jika kelas ramai dengan pembahasan seputar tempat hangout atau hal-hal tren yang sedang terjadi, maka mereka biang keladinya. Mahasiswa tipe ini tak pernah pusing dengan mata kuliah sulit atau dosen galak yang datang terlambat.

Yang mereka pikirkan: bisa pergi ke mana setelah kuliah. Dandanan fashionable udah kayak selebgram. Barang pun entah KW atau ori, yang penting bisa pamer ke temen-temen. Soal tugas, bisa minta dari teman yang rajin. Urip kaya anak rojo emang enak to!

3. Mahasiswa Organisasi

Mereka sangat berdedikasi terhadap kampusnya. Sungguh, Rek. Sampai tidur di ruang himpunan. Kalau bukan buat kalian, buat siapa lagi? Gebetan?

Mahasiswa tipe ini jarang masuk kuliah karena rapat. Seringnya tugas kelompok diambil alih teman yang nggerundel di belakang. Hidup mereka seperti dikejar rapat. Hampir tidak punya waktu untuk pacaran.

Waktu mereka hanya untuk organisasi, sosial, juga kepentingan bangsa dan negara. Sungguh cita-cita mulia. Tidak semua mahasiswa mau seperti itu.

4. Mahasiswa Pacaran

Dunia serasa milik berdua, yang lain ngontrak. Ngunu ya ngunu tapi ya aja ngunu-ngunu, Rek. Kebacut! Yang dipikir mahasiswa macam ini adalah pacarnya, si tunangan, atau belahan jiwa. Wis mbuh karep-karepmu.

Di mana pun tempatnya, asalkan ada pacar, mereka pasti serasa dalam cerita FTV yang menye-menye, pamer adegan romantis. Parahnya, kadang teman kelas jadi suporter agar melakukan tindakan yang jauh lebih gila. Gombal sampai nyanyi lagu sayang apa kowe krungu jerite atiku, berharap engkau kembali. Hok a hok e.

Semuanya berakhir ketika mereka putus hubungan. Di kelas seolah ada perang dingin antara kubu barat dan timur.

5. Mahasiswa Hobi Pulang

Mereka lebih senang meninggalkan kelas duluan ketimbang teman-teman lain. Tidak suka nongkrong di kantin atau mencari pacar dari kalangan adik tingkat. Angel dolek-dolekane. Sering tidur di kelas, main game atau denger lagu lewat headset. Tak ada yang terlalu peduli dengan kehadiran mereka.

Mahasiswa seperti ini tak sepenuhnya bisa di-bully. Bisa jadi, mereka punya pekerjaan demi kelangsungan hidup di kampus dan bayar uang semester. Bisa jadi, mereka punya hobi yang tidak bisa ditinggal. Atau mungkin mereka adalah tipe yang menyayangi keluarga. Semua serba mungkin kalau Gusti Pangeran kersa.
  
Tipe apa pun kamu, jangan berkecil hati. Kabeh iku ana bagiyane. Aja ngersula wae, penting marekno skripsimu!