Bagian sebelumnya bisa dibaca di sini.

Leak sebagai hasil budaya memang tak bisa dinilai secara hitam dan putih saja. Seperti halnya pisau, Leak juga sama-sama punya manfaat dan mudarat, tergantung digunakan untuk apa. Karena itu, muncul yang namanya Leak Pangiwa dan Panengen. Keduanya saling bertolak belakang. Ya kalau di Star Wars sih, semacam antek Darth Vader sama Jedi kali ya.

Leak Pangiwa cenderung negatif karena semua kemampuannya berhubungan dengan membunuh, meracun, membuat sakit jarak jauh, dan menipu. Sedangkan Leak Panengen cenderung membangun dan menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh ilmu Leak Pangiwa.

Pangiwa dan Panengen dibedakan karena dalam menyerap energi kegelapan yang tersembunyi di alam, Pangiwa menggunakan tangan kiri. Sedangkan Leak Panengen sebaliknya, menggunakan tangan kanan. Tak jarang juga seorang praktisi Leak Panengen pernah mempelajari ilmu Leak Pangiwa sehingga tahu banyak kelemahan Leak Pangiwa.

Seperti halnya cerita Barat tentang Vampir versus Pemburu Vampir, Leak Pangiwa juga punya musuh selain sesamanya. Mereka disebut Pemburu Leak atau Leak Hunter. Saya tidak bisa bilang semua pemburu Leak Pangiwa ini adalah Leak Panengen. Para pemburu ini ada juga yang turun temurun atau diwariskan dari guru ke murid.

Para pemburu ini ada yang membaur di antara masyarakat, meskipun jumlahnya semakin sedikit. Tapi demi keseimbangan alias prinsip dualisme Rwa-Bhineda, jumlah Pemburu Leak dan Leak Pangiwa harus tetap dijaga.

Berbeda dengan proses menjadi Leak, untuk menjadi pemburunya, doi harus sudah selesai dengan dirinya sendiri. Selain itu, doi juga harus tangguh secara fisik, mental, maupun spiritual. Pemburu Leak tidak boleh memburu Leak untuk memenuhi ego atau menyombongkan kekuatannya.

Semakin tinggi ilmunya, pemburu akan semakin membumi dan tidak akan menggunakan kemampuannya untuk kepentingan diri sendiri. Pemburu Leak pun tidak boleh sembarangan memburu Leak meskipun ia sanggup mengalahkan banyak Leak Pangiwa.

Karena sifatnya yang berbalikan dengan Leak Pangiwa, para pemburu Leak ini bisa digolongkan juga sebagai Balian Panengen. Sebagai Pemburu Leak, mereka biasanya juga ahli sebagai seorang Wiku, yakni orang yang menguasai ilmu Usada Bali (teknik pengobatan tradisional).