Beberapa hari ini suhu di Surabaya dan beberapa kota lainnya aneh. Nek awan panase koyok neroko dibobol, tapi pas bengi ademe koyok sikape mantan sing tau dadi korban ghosting-mu. Bahkan ketika cuaca terik di siang hari pun, angin yang berhembus terasa dingin.

Kalau orang tua bilang, ini gara-gara musim kembang turi mekar. Ya mbuh juga apa hubungannya bunga turi yang mekar dan udara dingin? Kalau kembang turi menghasilkan banyak serbuk bunga yang menyebabkan banyak orang alergi kayak di luar negeri, baru masuk akal… Tapi yoweslah yo, opo jare wong tuwo.

Dilihat dari ilu astronomi, sejak Juni hingga sekarang ini posisi matahari memang memasuki jarak terjauh dari bumi, jadi mungkin itu sebabnya kenapa hawa terasa lebih sejuk. Karena sudah mulai memasuki musim panas juga, kelembaban udara sudah berkurang, makanya udara nggak segerah biasanya.

Itu juga sebabnya kenapa di beberapa area pegunungan seperti Dieng dan Semeru, tanaman-tanaman sampai terselimuti lapisan es tipis, bukti bahwa suhu di tempat-tempat itu sangat dingin.

Untungnya di Surabaya belum sampai ada air yang jadi salju, ya cuma beberapa hati wes kadung membeku ae kakehan di-PHP.
Bagi beberapa pendatang, suhu seperti ini mungkin jadi penyejuk yang menyegarkan di Surabaya. Masalahe, gawe ukuran arek sing laire asli nang Suroboyo cidek Kenjeran, hawa dingin ini malah nggarai nggreges gak karuan.

Duh, boro-boro mau main salju bareng anaknya Meghan Markle di Inggris, lha wong kenek angin semriwing ngene ae irung langsung meler gak mandek-mandek! Otak nih udah kayak leleh. Kalian tau tulisan yang dihasilkan dari lelehan otak? Umbel.

Yo ngene ikilah. Karenanya, saya ingin berbagai tips dan trik mengadapi suhu yang berubahnya udah kayak janji-janji gebetannya Alrisya dan Mahmud ini. Semoga berfaedah ya buat kalean para kalangan milenial dengan badan baby boomer.

1. Perbanyak minum air

Iyalah, ini klasik. Semakin banyak volume kenggebresan dan kemeleran hidung kalian, semakin banyak juga cairan yang keluar. Jadi imbangi dengan banyak-banyak minum air.

Airnya yang bening lho ya, bukan air yang ada rasa-rasanya. Karena kalau pake micin itu namanya kuah indomie, sedangkan kalau pake gula namanya sirup. Lha kalau pake perasaan, itu namanya air mata.

Waspada ya, tolong dikurang-kurangi bucinnya.

2. Konsumsi vitamin

Vitamin ini ada banyak, tapi yang paling umum dipercaya bisa meningkatkan daya tahan tubuh ya vitamin C. Kalian bisa pilih mau vitamin C hisap, telan, atau kumur. Eh lha iku vitamin C opo antiseptik ndeng kok digawe kemu?!

Yang jelas, kalau ada yang bilang bahwa vitamin C itu maksudnya vitamin Cinta, GAK USAH DIPERCOYO. Nek loro iki yo diobati, guduk dipakani cinta tok. Haaash!

3. Gunakan pakaian tebal

Ya minimal tebalnya kayak bulu mata palsu Tasya Farasya gitulah. Pakai jaket, sweater, atau baju tebal lainnya. Nggak usah njagakno kehangatan kasih sayang darinya. Ntar kalau udah terbang tinggi, jatuhnya malah sakkkkiiittt~

4. Makan teratur

Emang sih di tanggal tua ini makan teratur itu bagaikan mimpi utopis, tapi kalian harus berusaha untuk menjaga nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Mumpung lagi banyak kondangan, siapin aja baju batik atau baju resmi lainnya, terus cari aja temen yang butuh gandengan buat ke kondangan. Kan lumayan, perbaikan gizi seminggu sekali. Meskipun tiap hari yang dikunyah nasi kecap, yaaa sesekali bisalah ganti menu nasi kuah soto.

5. Olahraga yang cukup

Menggerakkan badan itu sama saja dengan memperlancar sirkulasi darah. Kalau peredaran darah kalian lancar, penyakit juga jadinya nggak bisa ngetem lama-lama kan. Kalian bisa melakukan olahrga ringan seperti cium lutut, koprol, kayang, atau jalan di tempat selama 15 menit.

Jangan pakai alesan, “Aku kan udah lari-lari di pikiranmu”, hash wes mambu gombalanmu, Le!

Kira-kira itulah yang bisa saya sayangkan… eh, maksudnya sarankan buat kalian. Semoga sehat-sehat selalu. Fisiknya aja, soale nek kejiwaan iki ketoke wes tidak terselamatkan.