Belum lama ini di jagat media sosial, sempat beredar video yang memperlihatkan dua perempuan yang saling timpuk di dalam gerbong KRL. Tak jelas dimana lokasi terjadinya, namun diperkirakan pertarungan ini terjadi di ibu kota.

Sebenernya sih nggak cuma cewek yang memiliki sifat bar-bar. Tiap orang pasti memiliki tingkat emosi yang berbeda, tergantung bagaimana masing-masing individu dapat mengendalikan. Tapi kamu perlu tahu dong apa saja penyebab mudah marah itu. Ini supaya kamu bisa segera mengatasi amarah cewekmu.

Marah adalah emosi yang sehat—seperti halnya menangis atau tertawa. Jika seseorang marah, penyebabnya bisa karena kecewa, takut, tersinggung, atau merasa terluka.

Sebenarnya motivasi utama saya menulis artikel ini adalah ya karena saya prihatin dengan sobat-sobat yang suka jadi samsak kalo pacarnya lagi marah nggak karuan dengan alasan nggak jelas. Udah kayak orang kesurupan lho marahnya.

Marah tanpa alasan ini memang random dan musiman, tapi ini nggak selalu kok. Kadang, marahnya perempuan juga ada alasannya, lho. Ini bisa membuatmu bisa melakukan antisipasi, hai para cowok.

Berikut diantaranya.

Kelelahan

Emang sih secara umum nggak cuma perempuan aja yang suka emosi. Apalagi kalo mereka kelelahan terus ada yang gangguin. Cowok juga sama aja kok.

Buat para cowok, kalau kalian berani mengganggu ketenangan cewek saat dalam keadaan lelah, siap-siap aja disantap. Wajib hati-hati, kalian musti tahu waktu ketika ngajak cewek becanda. Jangan sampai salah langkah.

Misal teman perempuanmu lagi kelelahan, eh mbok jangan guyonan yang keterlaluan. Bisa berakibat fatal kalau kalian masih berani menggoda perempuan yang lagi capek.

Lagi Sibuk

Konon, perempuan punyai otak yang lebih kecil dari pria. Meski begitu, perempuan punya kemampuan multitasking, seperti bekerja, mengurus rumah tangga, atau bahkan dua pekerjaan sekaligus.

Kesibukan ekstra yang dimiliki wanita ini tentu lebih menyita tenaga, waktu, dan pikiran. Kegiatan yang lebih tinggi dengan manajemen emosi yang lebih rendah, menyebabkan perempuan dengan kesibukan tinggi lebih sulit mengendalikan amarahnya.

Dan biasanya, yang jadi samsak emosi adalah pasangannya. Nggak tau deh kalo yang lagi jomblo.

Berpikiran Negatif

Semua orang berhak untuk berpikir negatif, meskipun itu bisa berakibat buruk pada kesehatan fisik dan mental. Tak terkecuali untuk kaum perempuan, yang memang sebagian besar lebih sering berpikiran buruk.

Emang kayak gimana sih pikiran negatif itu? Salah satu contohnya adalah terlalu curiga. Diakui atau tidak, perempuan bisa berubah menjadi detektif paling handal ketika menyangkut masalah asmara. Berhati-hatilah kalian wahai para pria, perempuan bisa mencium gelagat kalian yang mencurigakan, bahkan sampai hal sekecil apapun.

Contohnya saat kamu mulai stalking media sosial mantan pacar atau perempuan lain. Wah, kalau sudah begini, biasanya doi akan selalu curiga setiap saat. Jangan sampai kecurigaan ini mengundang berbagai masalah karena si doi yang terpancing emosi.

PMS

Tidak semua orang tahu perihal sindrom pra-menstruasi atau lebih dikenal dengan nama PMS, Khususnya kaum selangkangan berbatang. Sindrom pra-menstruasi ini merupakan kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosi yang terkait dengan siklus menstruasi wanita.

Sekitar 80-90% wanita pada usia 20 hingga 30 tahun mengalami gejala-gejala pra-menstruasi yang bisa mengganggu beberapa aspek dalam kehidupan. Maka dari itu, hai para pria se-Indonesia, jangan coba-coba pancing emosi perempuanmu saat doi PMS!

Bisa-bisa kamu dihabisi—tak hanya secara fisik, tapi juga psikis.

Iseng

Ya namanya juga cewek, mereka kadang suka banget moody. Bahkan kalau lag nggak PMS dan nggak ada masalah apapun, cewek bisa aja tiba-tiba ngambek. Hal ini mungkin dilakukan dengan tujuan iseng alias lagi pengen saja—atau mungkin sedang ingin dimanja. Entalah, perasaan cewek memang penuh dengan misteri.

Kuncinya sih cuman diam, sabar, dan menuruti semua kemauannya. Yang terakhir sih, pura-pura goblok! Weheheheh! Selamat mencoba!