Tiga kali nulis artikel perihal proses sidang copras-capres
di gedung Mahkamah Konstitusi (MK) sebenarnya sudah membuat saya jatuh cinta.
Peribahasa witing tresno jalaran soko
kulino
kayaknya benar-benar saya rasakan saat ini. Bagi saya yang hatinya
kering kaya iwak asin, mungkin inilah kenyamanan yang begitu lama kurindukan. Halah
opo seh..

Sidang MK yang berlarut-larut kaya larutan Segar Dingin ini
memang memancing banyak mata untuk memperhatikan. Dari awalnya memperhatikan
putusan para baginda hakim, eh Yang Mulia Hakim maksudnya, hingga akhirnya
fokus ke beberapa saksi yang disinyalir bukannya mau memberikan kesaksian, tapi
malah stand up comedy di depan hakim.

“Lha ancuk ancen wong-wong iki, aku kuliah belasan tahun,
penelitian ngentek-ngenteki duit mek kanggo ngurusi wong nggak genah
ngene!” Begitu kira-kira batin para hakim yang memimpin sidang—menurut penerawangan
saya.

Wajar mereka emosi, lha wong saya yang ngeliat di TV dari
pagi sampe malem aja bingung mau ketawa atau emosi. Tapi bersamaan dengan
perasaan ini, kuucapken matur nuwun banget kepada para saksi dan ahli hukum di
sidang itu. Berkat mereka aku iso ngguyu kemekel ngasi tengah wengi koyo wong kenthir.

Nggak tanggung-tanggung, mereka ini mungkin berniat ingin
memecah rekor MURI sebagai open mic terlama di gedung pengadilan konstitusi
tertinggi negara. 20 jam nonstop brur!

Nah, di luar militansi (kelucuan) dari saksi yang
didatangkan oleh tim Prabowo-Sandi, sebenarnya apa sih rahasia para baginda,
peserta sidang, dan para saksi kok bisa betah dalam ruangan dan seakan ngomong
terus nggak onok enteke?

 Melalui penerawangan
dan analisis kesehatan Tim Cocoklogi DNK, berikut rahasia daya tahan mereka.

Konsumsi Badokan Paket
Mahasiswa

Kon sing wes tau mengenyam bangku kuliah, kudune wes nggak
aseng maneh ambek paket iki.  Terutama zaman-zaman
perjuangan saat mengerjakan skripsi dan berhari-hari tak hidup sebagaimana
manusia pada umumnya karena satu alasan: duwek entek.

Lalu, apa hubungannya sidang MK, skripsi, dan paket anak kos
ini? Ojo kesusu kon, kene tak jelasno karo selaw. Siapno udud lintingan ambek
kopi sachetan sek.

Selama skripsi, kalian pasti jadi jarang keluar kamar.
Gaweane mung ngetem nang kamar ambek ngadep laptop. Nah, untuk makan, kalian
pasti wes nggak tau nggagas. Inilah peran mahasiswa dan sumbangsihnya pada daya
tahan dan imunitas.

Mahasiswa ini biasanya mengonsumsi mie instan, kopi sing wes
anyep, sama Tolak Angin. Tanpa riset ITB atau ahli dari Jerman, faktanya paket
ini telah dibuktikan oleh banyak mahasiswa sebagai obat ampuh melek
berhari-hari.

Karena alasan diatas, maka dapat kami simpulkan secara
ngawur bahwasanya para pengadil di MK dan peserta mencoba trik ini sehingga
mampu sehari semalam menjalankan sidang dengan semangat full time. Mantab!

Trik Tradisional

Kemungkinan kedua yang dikonsumsi manusia-manusia betah
melek saat Sidang MK adalah bubur sumsum, wine buatan sendiri, dan rokok klobot
(tembakau dan cengkeh yang dibalut dengan klobot jagung).

Paduan dari ketiga makanan tersebut memang sudah jarang
ditemui, tapi di beberapa daerah masih banyak orang mengonsumsinya agar bisa
melek semalam suntuk. Contohnya di Pacitan, dimana masih banyak dijumpai orang
yang mengonsumsi ciu campur kopi berbarengan dengan klobot. Tujuannya sih biar
nggak tidur berhari-hari.

Tak menutup kemungkinan pas sidang MK kemarin, banyak yang
memakan paket ini agar matanya tak lelah dan tubuhnya tak ambruk saat sidang
berlangsung. Bukti nyata kalau paket ini dipakai di sidang kemarin adalah saat
beberapa saksi yang didatangkan BPN 02 banyak yang halusinasi.

Termasuk salah menyebut waktu perjalanan, atau alamat RT 04
padahal total RT-nya cuma dua. Bahkan ada yang sampai kebelet pipis karena
mungkin, kebanyakan minum ciu campuran.

Menu Janda

Sebenarnya nggak ada yang spesial dari paket ini. Hanya saja
saya suka janda saja, makanya saya tambahin ke sini karena saya yakin banyak pria
di luaran sana yang bisa melek berjam-jam cukup dengan berbincang dengan janda
muda.

Mungkin sebelum sidang dimulai, para hakim MK ini dikuatkan
para janda, jadi meleknya bisa strong gitu. Hehe. Jancik guyon kabeh iki lur,
ojok diseriusi nemen..