Perhatian, konten di bawah ini tidak pernah disarankan untuk dibaca sambil makan.

Buang air besar atau biasa disebut ngeseng adalah salah satu rutinitas yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Seperti halnya makan, ngeseng juga sepatutnya dilakukan, minimal satu kali sehari.

Kalau produktivitas konsumsi harianmu berlebih, kemungkinan besar ngeseng-mu akan berlebihan dan harimu jadi penuh telek. Atau kalau kamu sedang menjalani laku hidup tidak makan demi penghematan, ngesengmu tetap keluar tapi berupa ampas. Saknoe.

Secara umum, ngeseng berarti mengeluarkan benda-benda tak penting yang berasal dari sistem pencernaan yang biasa disebut feses, pup, tahi, atau taek. Dalam keadaan tertentu sering pula dipanggil kopet, kepet dan semacamnya. Tidak perlu dibahas.

Sejak zaman dahulu kala, ngeseng identik dengan posisi jongkok atau ndodok. Namun bila terpaksa dan genting, bisa juga dilakukan dengan berdiri, mbrangkang atau bahkan berlari. Saya juga tidak tahu kapan kejadian genting itu bisa terjadi.

Tidak jelas kapan pertama kali aktivitas ngeseng pertama kali dilakukan, siapa pelaku, dan di mana lokasi pertama feses dibuang. Mesin telusur Google-pun kesulitan menunjukkan bagaimana sejarah terkait kegiatan yang juga dikenal dengan nama be’ol, berak, boker, eeq, ooq dan defekasi ini.

Tempat ngeseng di Indonesia dikenal dengan nama WC atau toilet. Namun, di dalam toilet, masih ada lubang yang berguna sebagai medium tahi menuju penangkaran terakhir alias septic tank.

Lubang itu bernama kloset.

Kloset identik digunakan dengan posisi jongkok. Namun, seiring kemajuan zaman, kini kloset telah berevolusi dengan berbagai bentuk dan modifikasi. Di negara kita, bentuk kloset yang paling umum adalah tipe jongkok dan duduk.

Bagi beberapa orang, memakai kedua jenis kloset ini bukanlah hal yang sulit. Tapi untuk beberapa jenis manusia, ada pula yang kesulitan menggunakan salah satu jenis kloset. Yang lebih dominan tentu saja sulit memakai kloset duduk.

Untuk kamu yang terbiasa dengan kloset jongkok, akui saja, pernahkah kamu jongkok di kloset duduk? Sebaiknya jangan biasakan. Bahaya. Kamu bisa saja terpeleset.

Nah, di kesempatan ini, kami ingin memberi tips untuk tipe orang yang kesulitan ngeseng di kloset duduk. Ini karena mereka terbiasa dengan kloset jongkok, atau biasa ambrol sak karepe dewe di sungai.

Memakai Ganjal Kaki

Upayakan membawa benda yang berfungsi untuk mengganjal kakimu agar terangkat dan membentuk sudut 35° antara paha dan perut. Namun hal ini akan sulit saat kamu berada di pusat perbelanjaan atau sewaktu nge-date sama gebetan. Kenapa?

Ya karena njancuki dan aneh aja membawa benda-benda seperti itu kemanapun. Tapi hal ini bisa kamu siasati dengan memaksimalkan fungsi teman. Manfaatkan salah seorang teman kamu untuk merelakan dirinya menjadi pancikan-mu saat melakukan aktivitas ngeseng.

Dan biarkan kawan baikmu ini merasakan sensasinya.

Membawa Hammock

Benda yang biasa digunakan saat mendaki gunung atau kemping ini bisa difungsikan juga saat kamu ngeseng. Kamu bisa ancik-ancik di hammock sambil ndodok di atas kloset duduk.

Selain duduk, kamu juga bisa mencoba gaya lain saat ngeseng menggunakan hammock, seperti tiduran atau tengkurap. Tertarik mencoba? Awas keturon lho tapi.

Meminjam Papan “Awas Jalan Licin” atau Benda Apapun

Di beberapa pusat perbelanjaan, pasti menyediakan sign atau marka yang menunjukkan “jalan licin” atau “sedang di pel”. Nah, untuk kamu yang berniat ngeseng di toilet pusat perbelanjaan, kamu bisa pinjam benda ini.

Manfaatkan benda ini untuk ancik-ancik dan pegangan guna memposisikan tubuh kalian dalam posisi ndodok. Absurd dan sulit banget, ya? Tapi jangan khawatir, toh banyak benda yang bisa dimanfaatkan.

Saya juga tidak tahu benda apalagi. Dari survey ndek-ndekan, nemunya hanya benda itu saja. 

Baiklah, tipsnya sih memang cuma gitu doang. Mentok. Tapi intinya adalah: kamu yang keukeuh pakai toilet duduk dan menolak toilet jongkok—walaupun dengan beragam cara yang agak nggateli—akan punya pembenaran sendiri kok.

Menurut beberapa ahli, toilet duduk tidak baik untuk kesehatan. Karena saat buang air besar, usus besar dan otot puborectalis (sebuah otot yang menjaga kotoran agar tidak sembarangan keluar), tidak mampu bekerja dengan baik.

Eh tapi ya terserah kamu juga sih anjir. Lah lapo yo aku ngurusi proses pembuangan taekmu? Lah lapo aku nulis sebanyak 600 kata demi membahas teknik per-ngesengan?

Ya ampun..