Oke, judulnya memang terkesan cukup fenomenal ala-ala portal berita sebelah yang ramai diperbincangkan netijen. Cuma mau testing aja kok, nanti ngefek dapet kebanjiran klik kayak sebelah apa gak. Hihi.

Sesuai janji di artikel Star Wars, di hari yang suram bin sendu bagi para tuna asmara ini, mari kita bahas tentang bad boy.

Bad boy memang selalu menarik bagi kaum hawa. Baik di dunia nyata maupun cerita kekinian yang bisa disimak di layar lebar dan televisi. Sebut saja Han Solo, bandit antargalaksi tapi kok ya dapetnya sekelas Princess Leia. Atau misalnya Dilan, jelas-jelas anak motor bandel tapi jadi idola dan bikin Milea klepek-klepek.

Jadi apa sih yang bikin bad boy segitunya di mata wanita?

1. Ingin menjadi alasan “tobat”

Terlepas dari penggambaran di berbagai cerita tentang menariknya bad boy dan keberhasilan dalam menggaet wanita cantik, sesungguhnya fenomena itu bisa dikaitkan sejenak dengan peran wanita yang sudah mendarah daging di kehidupan sosial. Yakni, pihak yang bertugas mengayomi dan mendidik.

Di mata wanita, para bad boy adalah pria yang sedang berada di jalan yang salah. Hal itu tentu menggelitik ego wanita untuk mendidik mereka agar kembali ke jalan yang benar. Mereka ingin menjadi alasan para bad boy untuk “tobat”. Ya, intinya, para wanita ini sok heroic lah.  Bagi mereka, nggak apa-apa kalau para bad boy sekarang mau ngeberengsek dulu. Karena mereka yakin, suatu saat para bad boy mau berubah. Demi dia.

Setiap denger alasan cewek yang gitu, ingin rasanya ku berbisik di telinganya “Halah, prek mbak!”

2. Figur Pelindung

Sering juga yang dianggap sebagai bad boy adalah para pria yang suka berantem dan tukang bikin onar. Bukan sikap menantang bahaya sebenarnya yang membuat wanita tertarik. Setiap wanita pasti tidak mau pasangannya menantang bahaya. Ya, karena mereka gak mau kehilangan terus jadi jomblo. Kalo jomblo, kan yo dadi kerjoan nek pas Lebaran ditakoni bude dan bulik, “Pacarnya mana? Kok gak dikenalin sekalian sih?”

Selain keinginan besar untuk mendidik para pria bahwa segala sesuatu tidak perlu diselesaikan dengan kekerasan, para wanita merasa bahwa pria-pria seperti itu bisa melindungi dari bahaya. Yaiya, wong ono sing nyuiti pacare wae iso diajak gelut kok biasane.

Yang para wanita ini lupa, jika pria tersebut memiliki ketidakstabilan emosi, bukan tidak mungkin mereka sendiri yang menjadi sansak amarah saat ribut. Nek wes ngene terus mewek-mewek nang koncone tapi dikongkon pedot gak gelem. Terus karepe opo? Ya mbuh.

Jangankan kita, mereka sendiri aja belum tentu tau maunya apa.

3. Lambene lamis!

Bad boy tentu pernah terlibat dalam suatu masalah. Tapi, tidak sedikit juga di antaranya yang mampu melaluinya dengan cengengesan. Kok bisa? Ya bisa aja, wong mereka jago ngeles. Lambene lamis!

Liat aja Dilan, kalo hujan dia gak mau ngasi jaketnya ke Milea. Kan kurang ajar yo asline, moso lanang koyok ngono. Tapi begitu Dilan bilang “Nanti kalau aku sakit, gak ada yang jagain kamu”, opo iyo Milea ngamuk? Kowe yo gak bakalan ngamuk kan denger gitu, malah cengar cengir.

***

Apa semua cewek mengejar bad boy? Tentu tidak. Jadi, bapak Pimred DNK Aga Agung tidak perlu merasa khawatir. Meski kemungkinan jodoh Anda memang cukup tipis, siapa tahu nanti ada wanita yang khilaf dan tertarik kepada Anda. Tapi mbuh iku kapan, atau di dimensi dan dunia parallel yang mana.

Bad boy emang menarik untuk dikejar. Tapi, tidak jarang hal itu hanya menjadi pemuas ego wanita. Pada akhirnya, para wanita tetap memilih pria yang lebih aman untuk masa depannya.

Pria yang justru mengayomi dan ngandani pasangannya, bukan sebaliknya. Pria yang tidak menyelesaikan masalah dengan sitik-sitik ngantemi anake wong, tapi dengan kepala dingin dan mempertimbangkan berbagai solusi. Iling Rek, berbagai masalah kehidupan gak iso mari nggawe ototmu, tapi butuh utek. Yo moso ono tagihan listrik ndadak sing nagih diantemi, yo kan kudu dibayar.

Dan meskipun bisa klepek-klepek dengan yang bermulut manis, males juga kan kalau tiap ada kesalahan terus ngeles pake rayuan. Prosomu ati iki gak pegel karo alasanmu Maz?