Satu Ramadan memang belum benar-benar bulat hari dan
tanggalnya. Tinggal menunggu keputusan sidang Isbat yang biasanya digelar Kementrian
Agama pimpinan Bapak Lukman Hakim Syaifuddin—ehm  semoga beliau nggak ikut diciduk perkara
korupsi Depag ya.

Muhammadiyah mungkin sudah duluan menentukan tanggal, tapi bagi
kamu yang ikutan versi pemerintah tentu harus sabar menanti. Meski begitu, kami
yakin seyakin-yakinnya kalau Ramadan memang  sudah sangat dekat. Kita hampir tiba pada
bulan penuh kemuliaan di mana setan-setan yang mokong dikrangkeng, dan mbangkongnya
kalian akan diijoli pahala.

Kenapa kami begitu yakin? Benar, tanda-tanda Ramadan sudah
mulai bermunculan. Salah satu yang paling kentara adalah iklan Marjan 2019
version yang sudah nongol di televisi. 
Tentu semua orang akan setuju dengan pepatah tiada Marjan tanpa Ramadan.

Tirto.id pernah membahas betapa gilanya iklan Marjan
mengudara di televisi nasional jelang Ramadan tiba. Bisa sampai ribuan kali
dalam jangka waktu yang tak terlalu pendek. Soal itu, tentu tak hanya Marjan yang
jadi tanda-tanda Ramadan akan segera tiba. Ada juga produk-produk lain yang tak
kalah militannya.

Berikut kami berikan beberapa produk yang iklannya jadi
tanda kalau Ramadan sudah dekat.

Marjan

Melanjutkan pembahasan di atas, iklan Marjan tiap tahun
selalu berkonsep cerita bersambung yang banyak unsur budayanya. Identik dengan
bocah-bocah kecil banyak tingkah yang kemringet jelang buka puasa, untuk
selanjutnya diguyur serbat buah Sirup Marjan yang alamak segernya tepat saat
bedug Maghrib tiba.

Takjil yang bisa membuat kelempoken saking banyaknya
buahnya. Takjil yang membuat awakdewe kepikiran mokel kalau ditayangkan di
siang hari sumuk bulan puasa.

Tahun ini, Marjan memakai cerita Timun Mas sebagai fokusnya.
Tetap dibikin berseri, dan kemungkinan akan tayang sampai Lailatur Qadar bahkan
Idul Fitri. Sejauh ini, Marjan memang sudah mengunci produk sirup yang selalu
dibeli emak atau jadi bahan parcel.

Sirupnya kental, yang rasa kelapanya selalu jadi idola.
Tinggal tambah blewah atau garbis, pecahkan es batu, dan buka puasa akan terasa
begitu glek-glek-glek. Aahh..

Gulaku

Butiran gula yang diguyur dan ditabur ke semua makanan
membuat iklan Gulaku selalu tampak sedap. Penuh warna-warni cerah dan lolipop,
membuat iklan ini—sekali lagi—tampak manis secara visual. Bedanya Gulaku dengan
produk gula di pasar sebelah omahmu adalah warnanya lebih putih bersih, membuat
estetikanya bisa dipadukan dengan beragam makanan—dan tentu saja cantik untuk
diiklankan.

Gulaku, sama halnya seperti Marjan, adalah bahan parcel
terbaik. Tak pernah ada parcel yang membungkus Tropicana Slim atau gula-gula
rencah kalori. Langsung hajar dengan Gulaku. Berbukalah dengan yang manis
adalah semboyan yang dipegang teguh produk ini.

Wadimor

Sarung ini bersaing keras dengan produk sejenis seperti
Mangga atau Atlas. Gimana kita nggak boleh pamer pakai sarung kalau iklannya
yang sedemikian masif itu selalu berisi sarung yang berkibar, ujub pada apa
yang dipakai, seolah-olah sarung itu membuat pride awak dewe terangkat di
antara para jamaah musola.

Tak masalah, pakai sarung itu tergantung niatnya. Kalau
nggak ada niat riya’ ya monggo. Meskipun dalam iklan-iklan sarung kebanyakan
selalu terselip kata bangga bersarung ini-itu. Yo please rek, sikap bangga itu
cenderung mengarah ke sifat ujub dan riya’ yang dilarang agama. Niat sarungan
ta pamer mbot!

Ramayana

Paling epik dan paling ditunggu. Sempat jadi viral beberapa
kali karena Jay—siapa ya, lupa—si sutradara, membuat iklan Ramayana dengan ciri
khas yang memadukan legenda, guyonan receh, humor cringe, dan fenomena yang
ramai di medsos.

Iklan Ramayana bisa jadi
zetgeist
Ramadan dari tahun ke tahun. Tahun lalu, kamu disuguhi emak-emak
yang kayak Nasida Ria masuk-masuk ke magic jar sambil nyanyi-nyanyi. Tahun ini
entah apalagi. Intinya yang viral sekarang lebih menjual. Sesuatu yang punya sensasi
memang kadang lebih cepat dapat atensi.

Coca-cola

Membatalkan puasa saat bedug tiba dengan Coca-cola atau
minuman bersoda lainnya memang tak pernah bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Kesegarannya terasa nyelekit sampai lambung, tenggorokan rasanya seperti
mendapat kepuasan tanpa ampun.

Mungkin karena itulah, Coca-cola selalu menampilkan iklan
khusus jelang Ramadan tiba. Dengan tone yang fancy, meriah, dan membuatmu
merasa kalau Ramadan adalah pesta. Tanpa Coca-cola, Sprite, Fanta, Ramadan
serasa kurang menyegarkan. Bahkan, mokel pun akan kurang sensasinya kalau tak
menenggak yang bersoda.

Sejatinya ada banyak lagi iklan yang menandakan Ramadan
tiba. Indomie, Promag, Diabetasol, dan produk lainnya juga pasti bermunculan.
Dan saat Para Pencari Tuhan semakin
garing dan program sahur-buka di TV mengumbar hal yang itu-itu saja, kreativitas
si pembuat iklan inilah yang bisa sedikit menghibur kita.