“Piro-piro, Mas, Persebaya?” tanya saya pada salah seorang rekan yang kebetulan baru datang di suatu acara, Selasa (29/10) malam.

“Kalah Mas. 2-3. GBT sampek dirusak suporter,” ujarnya lantas memamerkan video berisi ‘api unggun’ di area stadion, dengan massa yang berkerumun di lapangan. Konon, yang dibakar bertumpuk-tumpuk itu adalah pretelan-pretelan dari dalam GBT yang dibakar karena massa suporter nggak terimo Persebaya kalah.

Saat sedang sedih dirundung kekalahan tim kesayangan dan stadion kebanggaan yang rusak, ndilalah MC acara tiba-tiba saja berteriak lantang:

“Semoga Surabaya makin maju!”

AMIIN!

“Semoga Persebaya menang terus!”

AMIIN!

Terdengar sangat ironis…

Laga Persebaya lawan PSS Sleman yang berakhir dengan kekalahan di kandang Bajol Ijo pada Selasa (29/10) sebenarnya sudah masuk akhir kompetisi. Karena itu, pasca kejadian ini, Nanang Priyanto, Media Officer Persebaya dilansir CNN Indonesia (30/10) berharap, Persebaya masih bisa memakai kembali Gelora Bung Tomo.

“Tapi semua masih menunggu keputusan dari PSSI, Pemkot, Dispora dan pihak kepolisian terkait izin penggunaan GBT,” ujar Nanang.

Manajemen Persebaya sih mengaku siap menerima konsekuensi akibat insiden kerusuhan. Sejauh ini, pihaknya masih menunggu hasil pengecekan sejumlah kerusakan oleh Pemkot dan Dispora Surabaya. Pihak Persebaya pun mengaku wani bertanggung jawab memperbaiki semuanya.

“Kami tidak ganti rugi berupa uang, tapi kami betulkan lagi sesuai dengan standar yang sebelumnya ada di GBT,” kata Nanang, masih dilansir CNN Indonesia.

Persebaya juga masih menunggu keputusan Komdis PSSI soal sanksi yang bakal diterima. Tentu Nanang berharap, sanksi yang diberikan nggak terlalu banyak dan merugikan Persebaya.

Meski begitu, beberapa opsi stadion pengganti sudah disiapkan manajemen. Ini sebagai bentuk jaga-jaga aja kalau-kalau Persebaya harus terusir dari Stadion GBT.

Seperti diketahui, GBT juga jadi salah satu calon venue gelaran Piala Dunia U-20 2021. Tapi, melihat kondisinya sekarang, sepertinya GBT harus dibenahi lagi. Tercatat mulai dari bangku pemain cadangan, papan iklan sponsor, lintasan atletik, jaring gawang, dan rumput stadion, rusak dan terbakar akibat insiden.

Sejauh ini, Persebaya memang belum menang blas di enam laga berturut-turut. Bajul Ijo hanya bisa meraih dua hasil imbang dan empat kali kalah beruntun. Posisi Persebaya saat ini pun masih tertahan di papan tengah Liga 1 2019, dengan koleksi 31 poin dari 25 pertandingan. Ckckck…

‘Api unggun’ kemarin mungkin jadi cara Bonek merayakan tim kecintaan mereka yang kalah tok kali, ya…