Hari ini (2/12), ribuan massa berpakaian putih-putih menyemut di Kawasan Silang Monas Jakarta. Tak ada cat, pilox, pistol warna, atau apapun itu yang norak karena ini bukan color run. Ini adalah reuni akbar 212, entah yang keberapa kalinya.

Seperti yang kita ketahui bersama, 212 sekarang bukan saja jadi Kapak Maut Naga Geni punya Wiro Sableng, tapi juga sebagai gerakan, fanboy, fenomena, atau apalah itu sebutannya berisi ribuan massa yang awalnya dipicu kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dituduh menista agama, 2017 lalu.

Gerakan 212 ini diinisiasi oleh beberapa orang, baik yang sudah sering seliweran di layar televisi kita, tokoh newbie, tokoh politik tua, dan lain sebagainya. Mereka menuntut Ahok dijebloskan ke bui—dan mereka berhasil.

Dua tahun berlalu. Ahok kini sudah bebas, punya istri baru, bikin vlog, gabung PDIP, dan sekarang jadi Komisaris Pertamina. Tapi toh 212 tak begitu saja kehilangan taji. Aksi reuni besar-besaran ini masih diprakarsarai tokoh-tokoh yang sama, cuman tuntutannya saja yang berbeda.

Kali ini mereka meminta dua tuntutan utama. Pertama, polisi harus memproses hukum Sukmawati Soekarnoputri karena membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden Soekarno. Kedua, tentu saja meminta pemerintah membawa Rizieq Shihab go back home.

Nah, dibalik semua itu, ada sejumlah hal menarik yang terjadi di reuni 212 kali ini. Beberapa orang menyebutnya momentum, sebagian lagi sejarah, ada juga yang bilang menggelikan, sampai kurang kerjaan. Terserah Anda.

Habib Rizieq Strike Back!

“Pertama, jagalah tradisi reuni akbar 212 dengan segala keindahannya. Sebab reuni akbar 212 merupakan momentum teramat penting, luar biasa, persaudaraan dan persatuan umat Islam Indonesia khususnya, bahkan bagi rakyat bangsa Indonesia umumnya,” ujar Rizieq, dilansir CNN Indonesia.

Rizieq memang belum pulang, tapi toh gema pidatonya yang berapi-api di atas bisa dirasakan ribuan umat yang memadati Monas. Lewat teleconference yang langsung tersambung ke Mekkah, Rizieq seolah mengobati kerinduan alumnus 212. Begini inilah rasanya LDR.

Kamu yang masih ecek-ecek LDR-an Surabaya – Jakarta saja sudah sambat. Lihatlah ribuan umat 212 yang sudah puluhan purnama ditinggal Rizieq, tapi toh tetap bisa merasakan chemistry.

Tak akan ada perselingkuhan di sini. Rizieq bukan Bang Toyib. Doi pasti pulang. Mungkin nunggu dijemput Pak Mahfud MD dulu kali, ya.

Anies Baswedan Strike Again!

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga ikutan nongol di reuni akbar 2012 ini. Tapi Anies tampak hipster karena memilih memakai pakaian seragam dinas coklat muda. Berbeda dengan ribuan orang lain yang berbaju putih-putih.

“Kami bukan sekadar ingin membangun infrastruktur fisik, justru yang menjadi perhatian adalah kami ingin menegakkan dan menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh warga Jakarta,” ujar Anies di depan mikrofon, dilansir CNN Indonesia.

“Ini salah satu masalah mendasar, ada ketimpangan, berbagai aspek. Karena itu semuanya yang ada di sini, mari kita tunjukkan, untuk kita hadirkan persatuan maka harus ada keadilan,” tambahnya. Karena ini reuni 212, mari kita kesampingkan sejenak filsafat kiri-sosialis-buruh dalam pidato ini.

Pidato ini sontak diikuti seruan takbir dari panitia yang disusul oleh para peserta aksi. Masih dilansir CNN Indonesia, salah satu panitia bahkan melontarkan pantun.

“Asap dapur, pintu terbuka. Tercium sedap si ikan peda. Indonesia akan berjaya, kalau Anies Baswedan pimpinannya.”

Pantun itu disambut dengan riuh peserta. Sampai ada yang tepuk tangan segala. Tak lupa, kalimat takbir juga kembali diserukan.

Sebelumnya, saat Anies Baswedan hendak menyampaikan sambutan, beberapa peserta juga menyerukan kata “presiden” berulang kali. Entah apa motivasinya.

“Presiden! Presiden! Presiden!”

Mantap. Dulu perasaan Mr. Prabowo Subianto yang sering diserukan jadi presiden saat aksi 212. Tampaknya para peserta move on lebih cepat tanpa kita duga, dengan sosok yang tak terduga pula..