DNK

Rizieq Shihab Bukan Bang Toyib, Doi Pasti Pulang Tapi Emboh Kapan

Rizieq Shihab Bukan Bang Toyib, Doi Pasti Pulang Tapi Emboh Kapan

Membahas prahara kepulangan Habib Rizieq Shihab dari Mekkah ke tanah air memang nggak ada habisnya. Prabowo gagal menang, dan janji kepulangan Rizieq jadi makin simpang siur. Apalagi sempat ada pernyataan bahwa syarat utama rekonsiliasi pasca riuh-rendah copras-capres adalah Rizieq kudu dipulangin pemerintah.

Moeldoko, Kepala Staf Presiden bahkan menyarankan kalau Rizieq sebaiknya pulang sendiri ke Indonesia. Dengan nada yang separuh bercanda separuh satir, Pak Moel juga menawarkan untuk membelikan tiket kepulangan Rizieq.

"Pergi, pergi sendiri, kok kita ribut mau mulangin," kata Moeldoko. "Ya pulang sendiri saja, nggak beli tiket, baru gua beliin.”

Ucapan Pak Moel tentu saja digubris banyak pihak dan dijadikan bulan-bulanan. Tentu saja ente semua bisalah mampir ke timeline Twitter dan langsung bakalan melihat banyak caci-maki dan adu mulut. Pak Moel dianggap antek rezim dan lain sebagainya. Yaa tahu sendirilah..

Sementara itu, Danhil Anzar Simanjuntak, Eks Koordinator BPN Prabowo Sandi, tentu saja menanggapi ucapan Pak Moel dengan berapi-api. Kata Dahnil, Rizieq bukan tak mau pulang, tapi nggak bisa pulang. Ada semacam Faktor X—meminjam istilah Danhil—yang bisa merobohkan portal penghambat Rizieq pulang. Maka dari itu, yang bisa memulangkan ya cuman pemerintah.

Faktor X yang dimaksud Bang Danhil bukanlah ajang pencarian bakat yang memunculkan nama Fatin Shidqia Lubis. Itu mah X-Factor. Portal yang dimaksud Bang Danhil juga bukan portal upside down kayak di Stranger Things—yang cuman bisa dibuka dengan sangar oleh Eleven my love. Faktor X yang dimaksud Danhil sejauh ini masih jadi misteri.

"(Portal) itulah yang kita harapkan dibuka pemerintah Indonesia sehingga Habib bisa kembali ke sini, bisa kembali dengan umat berdakwah," ujar Danhil.

Bahkan menurut Dahnil, pemulangan Habib Rizieq jadi salah satu cara untuk mengubur dendam politik di Pilpres 2019. Sebagai tokoh dengan basis massa besar yang sejauh ini berseberangan dengan pemerintah, tentu kepulangan Rizieq akan sangat berdampak bagi suasana politik Indonesia.

“Saya sih berharap di masa depan, kita bersama-sama mengubur dendam politik, salah satu caranya itu tadi, membuka pintu agar Habib bisa pulang," ujar Dahnil mantap.

Berbicara soal pulang, tentu kalian semua yang mengaku sebagai pasukan folk garis keras pasti pernah mendengar lagu berjudul “Pulang” dari Float. Salah satu bait yang mungkin sedang dirasakan Rizieq sekarang bisa jadi ada di bagian penutup lagu.

“Dan lalu, sekitarku tak mungkin lagi kini
Meringankan lara
Bawa aku pulang, rindu
Segera..”

Atau bagi kamu yang punya kecenderungan avant garde dan selalu terkenang suasana bus malam Surabaya – Nganjuk, mungkin sudah akrab dengan lagu rintihan Betharia Sonata. Lagu ini berjudul “Hati yang Luka”, dengan salah satu punch line lirik yang nggepuk.

“Pulangkan saja
Aku pada ibumu
Atau ayahmu..”

Kalau kamu punya gitar Yamaha, bait ini bisa dimainkan dengan kunci D - E – A. Bisa diturunkan sedikit tuningnya supaya lebih gelap dan mencekik, atau dimainkan dengan nada minor saja. Ini tentu demi menghayati kesedihan Rizieq yang sudah merasa mentok dan menginginkan pulang.

Tapi kalau kamu bodo amat sama skena indie dan muntah berak dengerin lagu menye, maka sebaiknya kamu meresapi salah satu lagu terbaik Wali Band yang berjudul “Aku Bukan Bang Toyib.” Salah satu lagu klasik dari era musik melayu yang pernah meledakkan skena Inbox, Derings, Dahsyat, dan MTV Ampuh ini memang lumayan ceria dan berseri-seri untuk diresapi dalam konteksi kepulangan Rizieq.

“Sayang aku bukanlah Bang Toyib
yang tak pulang-pulang
yang tak pasti kapan dia datang..”

Sabar sayang..