Serial dokumenter adalah salah satu tontonan wajib di masa kecil sebelum ada acara-acara trivia atau pencarian bakat menangis atau komedi yang nggak lucu di tivi seperti sekarang. Waktu itu, saya bisa betah nonton televisi berjam-jam melihat bagaimana penguin bertelur, atau musang mencari makan, atau para ibu buaya yang menyimpan bayi-bayinya dalam mulut.

Nah, kapan terakhir kalinya kamu merasa nyaman menonton televisi seperti itu, ataukah pertanyaan ini sebenarnya lebih layak dilempar pada sesuatu bernama YouTube yang pernah disebut “lebih dari TV” atau “pelarian terbaik saat layar kaca terlalu menjemukan”?

YouTube dulunya memang jadi terobosan saat televisi hanya berisi adu bacot selama empat jam—ya kamu tahu acaranya—yang diselingi sampah. Tapi harus kita akui kalau YouTube toh tak seekslusif dulu. Selalu Deddy Anji Radit, Deddy Anji Radit Kimi, saya tak tahu harus menonton apalagi sampai akhirnya saya tahu semua solusinya hanyalah Netflix.

Tak ada niatan kemenyek atau sok, streaming di Netflix memang jelas berbeda dengan LK21 atau apapun itu. Juga dengan situs sejenis memakai “flix–flix” juga. Meskipun harus terus nggerundel karena salah satu provider—sebut saja Indiehome—tak pernah 100% membuat anak gaul Netflix bahagia dengan terus blokar-blokir. Cukuplah menjawab dengan alasan persaingan, tak usah bawa-bawa moral sebagai alasan toh di era sekarang—ayolah saya tak mau meneruskan paragraf njembeki ini.

Intinya begini saja, sejauh ini Netflix memberikan hal yang lebih baik daripada apapun di YouTube—mungkin karena dia berbayar—dan ada banyak series menyenangkan yang bisa kamu tonton. Sebelum Netflix di masa depan jadi jelek juga, kamu harus memaksimalkan penggunaannya saat ini.

Nah, atas dasar itu, rekomendasi serial dokumenter berikut mungkin harusnya bisa segera kamu tonton, tak peduli kamu sedang ngabuburit atau tidak—memang dalam konteks Ramadan, semuanya sepertinya lebih bisa mengundang clickbait kalau dihubung-hubungkan dengan rutinitas puasa. Tapi bodo amat, yang penting Netchill and flix!

Our Planet

Bagaimanapun, manusialah segala penyebabnya. Kota, peradaban, ideologi, semuanya yang berhubungan dengan kehidupan, manusialah penggeraknya. Termasuk pesingnya air sungai, melelehnya es kutub, terbabatnya hutan lindung, dan masalah lingkungan lain.

Menyalahkan eksistensi manusia kadang memang terasa tepat, tapi kita tak boleh munafik kalau kita juga merupakan koloni manusia. Baiklah, daripada bacot, lebih yahudnya tonton Our
Planet
saja. Tak ada satu manusiapun di sana, hanya ada keindahan bumi dan seisinya.

Mulai dari sekumpulan wildbeast di Afrika, ikan duyung di Laut Florida, semuanya digali aspek dramanya dengan suara narator dan backsound musik yang mengayakan hati.

Tidying Up With Marie Kondo

Membersihkan rumah membosankan, menonton acara Tidying Up With Marie Kondo yang mendokumentasikan bersih-bersih rumah malah menyenangkan. Begini, biasanya saat selesai satu episode atau dua, kamu baru bisa terinspirasi.

Marie Kondo, si spesialis bersih-bersih dan rapi-rapi rumah, dengan senyum kemimutnya tak hanya memberikan tips ngelempit pakaian atau cara menentukan barang mana yang kudu dibuang, tapi juga menekankan bahwa semua proses pembersihan dan merapikan ini akan pula berdampak pada jiwa.

Tonton dulu dan kamu akan tercerahkan.

Street Food Asian

Sebagai dokumenter soal makanan, serial ini punya kesan yang lebih mendalam dibanding semua foodvlogger YouTube yang kebanyakan hanya menyorot bahkan mengeksploitasi makanan. Street Food Asia lebih mengedepankan nilai budaya atau urban dari lokasi, menu yang otentik, dan peracik yang melegenda.

Episode yang paling relate sejauh ini mungkin saat mengunjungi Yogyakarta. Gudeg Mbah Lindu dan lupis tradisional Mbah Satinem jelas nggak hanya menyorot rasa sebagai taste, tapi juga rasa sebagai feel.

Ada unsur manusia di sini, sesuatu yang membuatmu tahu bahwa makanan sejatinya adalah proses paling ajaib dari percampuran budaya.

Ugly Delicious

Persembahan spesial dari David Chang, food specialist yang berkeliling dunia demi mencari gairah akan rasa. Serial Netflix ini jelas menggendutkan Chang karena dia harus mencicipi semua makanan yang dijumpai. Tapi berpotensi pula menambah buncit perutmu karena kepingin.

Episode Ugly Delicious terbaik favorit saya adalah saat Chang menjelajah sampai Texas dan Florida demi mencoba rasa otentik dari spicy fried chicken. Dalam kisah savage yang diceritakan Chang, saking pedasnya, dulu saat mencoba pertama kali dia sampai harus mengalami hancur urat syaraf muka dan dirawat ke rumah sakit setelah muntah darah, guling-guling di aspal, dan merampok susu minimarket.

Lak jancok se.

Ask The Doctor

Kebanyakan orang suka menebak-nebak segala sesuatu, atau kadang mendapat pengetahuan yang tak jelas ujung pangkalnya. Semua hanya bersumber pada artikel, termasuk soal kesehatan.

Tapi Ask The Doctor memakai pendekatan yang berbeda sebagai dokumenter yang fokus membahas tema kesehatan, termasuk diet, tidur, atau makanan. Series ini tak mengharuskanmu menelan mentah-mentah, tapi pelan-pelan mengajakmu berpikir secara logis dan saintifik soal apapun mitos kesehatan.

Jadi, benarkah diet terbaik adalah dengan cara olahraga? Bagaimana kalau sebenarnya lemak berperan dalam mengurangi kalori yang membuat perut mbuncit? Semua jawaban bisa kamu simak di sini.