DNK

Belum Tahu Bakal Nyoblos Siapa? Sejumlah Influencer ini Mungkin Bisa Memecah Kebuntuanmu

Belum Tahu Bakal Nyoblos Siapa? Sejumlah Influencer ini Mungkin Bisa Memecah Kebuntuanmu

Mungkin besok jadi hari yang paling berat untukmu, kawan. Sekadar mengingatkan, besok adalah waktumu memakai hak politik. Urusan caleg atau DPRD, DPD, atau apapun itu, bisalah kamu pelajari dari rekam jejak dan partai pengusung.

Sementara pilihan capres - cawapres adalah hal yang lebih substansial. Nggak bisa dipungkiri, pilpres ini membuatmu gila dan terbelah gara-gara pilihan 01 atau 02. Terlebih kalau kamu masih belum menentukan pilihan.

Kalau kamu masih bimbang dan nggak ngapa-ngapain, eman. Jangan sampai bingungmu membuatmu nggak lapo-lapo.

Tapi kesulitannya adalah, kedua capres sejatinya punya nilai plus dan minus. Debat yang seharusnya dipakai mempertajamnya, malah membuat awakdewe semakin keruh. Lah terus kudu piye cuk?

Karena besok sudah coblosan, ada jalan pintas buatmu yang masih buntu. Cara itu adalah lewat influencer, entah itu artis, musisi, public figure, atau YouTuber, yang sudah terang-terangan mendukung salah satu paslon.

Kamu pasti pernah mengidolakan atau menyukai mereka. Influencer juga sejatinya selalu punya frekuensi atau seenggaknya pemikiran yang sama dengan siapa yang jadi sasarannya. Jadi daripada bingung, berikut kami tampilkan beberapa dari mereka dan calon pilihannya.

Siapa tahu bisa menginspirasimu buat mencoblos paslon yang sama.

Slank

Saya yakin nggak ada orang di Indonesia Raya ini yang nggak tahu Slank; band dengan basis massa terbesar di Nusantara. Mitos soal bendera dan betapa militannya Slanker sudah kamu tahu. Bayangkan, dengan jutaan massa, Slank memutuskan mendukung Jokowi.

Kalau kamu Slanker dan punya pemikiran yang sama dengan Bimbim cs. soal sikap merakyat dan kerja nyata, kamu bisa ikutan memilih Jokowi. Meksi banyak juga Slanker yang mendukung kubu sebelah dan menyesalkan kenapa Slank harus main politik.

Dari sudut pandang Slank, tentu saya yakin ini didasari idealisme mereka sebagai grup rock and roll terbesar. Mereka udah kaya, kok, jadi nggak mungkin kayaknya kalau dapat suntikan dana buat jadi buzzer Jokowi. Maka dari itu, pilihan ini kayaknya bisa kamu terapkan di kotak suara.

Andika Mahesa

Meskipun Andika alias Babang Tamvan adalah paradoks terbesar yang diberikan warga jagad dunia maya—termasuk julukan Babang Tamvan itu sendiri—tapi saya yakin kamu pernah setidaknya menyukai atau menggilai lagu Doi yang muncul di Guitar Hero PS2. Hanya itu.

Selebihnya saya nggak tahu pasti pemikiran orang yang sempat dianggap gabungan dari seluruh rockstar bengal dunia ini. Esktremnya, sempat ada fase di mana apa yang dibuat Andika dianggap selera yang jelek—hingga orang-orang selalu mengejeknya dan menggemari sebaliknya.

Tapi mungkin dalam pilihan capres kali ini selera Si Babang Tamvan memang bagus—jadi kamu nggak perlu ngece dan milih capres yang berkebalikan dengan apa didukung Andika.

Ernest Prakasa

Stand up comedian ini terang-terangan mendukung Jokowi karena dinilai sudah melakukan kerja nyata. Aktivitas ini ditampilkan blak-blakan di akun Twitternya.

Nama Ernest tentu tak asing di dunia stand up Indonesia—dan kini melanglang buana ke dunia perfilman. Salah satu tokoh yang menurut Pandji, sangat berpengaruh dalam meramaikan geliat stand up comedy generasi pertama.

Pilihan politik Ernest yang selama ini dikenal kritis, membela kaum marjinal dan papa, serta melihat segalanya secara objektif patut diapresiasi. Tapi kalau kamu merasa Ernest kurang lucu dibanding acara Opera Van Java atau Pesbuker, sadarilah bahwa sekali lagi politik bukan masalah lucu-lucuan.

Eko Patrio

Selain Ngelaba, apalagi yang bakalan kamu ingat dari seorang Eko Patrio? Saya nggak tahu, hanya ngerti fakta kalau Eko ini sohibya si Parto.

Tapi gini, kamu tentu nggak bisa menolak fakta bahwa Ngelaba adalah salah satu acara komedi terbaik yang pernah hadir di awal 2000an. Pilihan politik Eko yang sekarang juga jadi anggota parpol dan nyemplung di DPR tentu saja patut dipertimbangkan.

Bukan lucu-lucuan nih pilihannya karena 'kan politik bukan ngelawak.

Ustad Yusuf Mansur

Secara blak-blakan nggak mengikuti itjima' ulama dan memilih mendukung Jokowi, jelas merupakan keputusan yang savage. Sepak terjang Yusuf Mansur yang selama ini doyang menggembar-gemborkan sedekah ini mungkin agak sedikit tertutup tingkah polah di bisnis Paytrennya.

Kalau kamu merasa sreg dan adem dengan beliau, pilihan capresnya patut diapresiasi.

Felix Siauw

Saya nggak perlu terlalu mendeskripsikan ustad yang dalam ceramahnya agak nyelekit dan mungkin, terlalu gimana ini. Gerakan tanpa pacaran? Ok deh, monggo saja kalau kamu setuju sama pemikiran beliau, pilih saja capres pilihannya.

Bro Felix ini orangnya baik, kok—ya meski kadang isi petuah ceramah dunia mayanya paradoks dan sorry to say, agak menyudutkan. Tapi mungkin semua ditujukan demi kemaslahatan umat. Nggak masalah, monggo, bro Felix layak jadi inspirasi.

Denny Siregar

Bermain di Facebook, Denny adalah tokoh yang punya basis massa besar. Setiap doi bikin status, selalu aja dikomentari  sampai ribuan orang. Ya meskipun isinya ngono-ngono tok. Kalau nggak memuji yang ini, maido yang itu.

Denny adalah pendukung 01. Argumen Denny lumayan berkelas dan nggak hoax, kok. Jadi kamu bisa memelototi medsosnya kalau pengen memecah kebuntuan.

Rocky Gerung

Ini yang paling ditunggu-tunggu. Profesor kesayangan kita semua. Bung Rocky sebelum condong ke 02 memang doyan get mengkritik pemerintah. Kadang ngelu dewe ndelok Rocky, tapi argumene sangat masuk akal dan filosofis, cuk!

Luar biasanya Si Rocky ini bisa dilihat pas acara debat TV. Daya tahannya kayak beton. Argumennya sekali pukul membuat lawan kayak gagap. Ini Rocky Grunge atau Rocky Balboa? Kalau kamu paham dan relate dengan Bro Rocky, monggo, pilihan ada di tanganmu.

Anang Hermansyah dan Ashanty

Kalau masih bingung aja, nyantai. Kamu masih belum seberapa ngendas dibanding keluarga Anang dan Ashanty. Anang jelas-jelas 02, sementara Ashanty, bojo kesayangannya, 01 cuk! Lah iyo sak bojo ae bisa beda pilihan politik, that’s democracy!

Mangkane, pilihen sesuai hati nuranimu. Nggak usah nuruti influencer maeng yo gapopo.

Tapi kalau kamu sudah mentok dalam kebuntuan, mungkin tak ada jalan lain: kamu bisa mengikuti cuitan Herry Sutresna pentolan Homicide, atau tokoh Haris Azhar HAM Lokataru yang menyuarakan coblos nomor 03. Atau lebih gampangnya biar objektif, tonton dokumenter terbaru Watchdoc, Sexy Killers.

Jadi abstain yang bertanggung jawab dan punya argumen kuat juga merupakan pilihan saat saat kedua capres dan influencer nggak bisa memuaskan isi hati.