Cerita cinta Si Doel tinggal menyisakan satu babak akhir–membuatmu bertanya-tanya: bagaimana ending ceritanya?

Si Doel nyatanya sudah jadi semacam kultus: ia dianggap nyata, benar-benar ada, dan seolah masih berlangsung sampai sekarang. Padahal, ini hanyalah serial produksi Karnos Film yang digarap sebanyak tujuh musim dengan 162 episode.

Ini mungkin karena cerita Si Doel cukup sederhana, sesederhana oplet punya Babe Sabeni yang dipakai Doel dan Mandra, warung punya Mak Nyak yang kadang dijaga Mas Karyo, atau rumah Betawi sederhana tempat Atun selalu teriak-teriak.

Yang rumit di sini adalah cerita cinta segitiganya antara Doel, Sarah, dan Zaenab. Jelang akhir episode, pasca kesedihan berlapis meninggalnya Babe Sabeni (yang dipakai di skenario karena Benyamin Sueb, pemerannya, meninggal dunia), Doel berada di persimpangan.

Zaenab atau Sarah; perempuan Betawi polos yang mencintainya dengan tulus atau perempuan kampus modis yang juga memberi Doel api cinta yang penuh bara.

Doel, akhirnya memilih Sarah. Tapi kisah itu belumlah usai meski serial sudah berakhir. Beberapa dekade kemudian muncul film yang melanjutkan runcingnya segitiga cinta ini. Sarah, diceritakan menghilang ke Belanda sesudah dinikahi Doel, membuat Doel akhirnya kembali dengan Zaenab.

Tapi ini bukannya tanpa polemik. Bayangan Sarah terus menghantui Doel, hingga di film Si Doel, Doel, ditemani sohib sekaligus saudaranya Mandra, berkunjung ke Belanda menemui Sarah, meminta kejelasan.

Plot berlanjut semakin seru dengan hadirnya Abdullah alias Dul, putra semata wayang hasil hubungan Doel dan Sarah. Doel pun harus kembali memilih: Sarah atau Zaenab, dan ini pulalah yang jadi premis penting Akhir Kisah Cinta Si Doel.

Sebuah kisah legenda yang harus berakhir—benar-benar berakhir. Membuat #TeamSarah dan #TeamZaenab harus menebak-nebak dan legowo dengan keputusan Doel kelak. Film ini masih tayang 23 Januari. Masih ada waktu untuk berspekulasi.

Kami pun mencoba membedah potensi pilihan Doel, beserta risiko-risikonya. Tebakan kami bisa saja salah semua. Maka dari itu, jangan terlalu dihirau. Anggap saja sebagai pemanis sebelum filmnya benar-benar tayang dan pertaruhan benar-benar berakhir.

Rano Karno, the one and only Si Doel sekaligus sutradara dan pentolan Karnos Film dalam sebuah wawancara menyatakan akan ada tiga alternatif ending. Semua diambil gambarnya dan nantinya akan dipilih. Bahkan, para pemain tidak tahu ending-nya seperti apa.

Bagi Si Doel fanatik garis keras, ini adalah misteri yang akan menghantui sebelum pemutaran perdana. Berikut kami akan mencoba membedah kemungkinan tiga ending itu, yang tentu saja Si Doel akan memilih Zaenab, Sarah, atau tidak dua-duanya.

Kami juga menambahkan dua tambahan ending: Doel akan poligami ataukah memilih sosok lain, bukan Zaenab dan Sarah.

Berikut kemungkinannya.

1. Memilih Zaenab

Sebelumnya, Doel sudah memilih Zaenab—setelah ditinggal Sarah ke Belanda karena cemburu buta—dan menjadikannya istri siri.

Zaenab, dalam cerita Si Doel, sudah menikah dengan Henri, namun bercerai. Doel yang juga ditinggal Sarah, tak punya pilihan lain selain Zaenab. Tapi di ending kisah cinta mereka ini, Doel bisa saja tetap jadi suaminya, atau menceraikannya dan kembali ke Sarah. Rumit.

Tapi kalau sampai Zaenab yang dipilih Doel, berarti tak ada bedanya dari akhir sebelumnya; kecuali Sarah akan lebih ikhlas dan hubungan Doel akan lebih bermakna.

2. Memilih Sarah

Pilihan yang cukup masuk akal. Hadirnya Abdullah atau Dul, putra biologis Doel dan Sarah, bisa jadi alasan utama. Ini berarti juga menyimpulkan kesejatian cinta Doel. Tak ada yang aneh dengan ending ini.

Toh sama seperti akhir kisah sebelumnya. Doel memilih Sarah, dan Zaenab akan kembali tersakiti–untuk selanjutnya bangkit kembali dan menemukan pasangan baru. Ini mungkin adalah ending terbaik yang bisa dipilih Rano Karno.

3. Golput, Tidak Memilih Dua-duanya

Kemungkinan ending lain yang bisa dipakai adalah Doel akhirnya menyerah, memilih jadi duda saja selamanya. Saat Sarah dan Zaenab sama-sama punya daya tarik di mata Doel, dan memilih salah satunya berarti menyakiti yang lain, ini adalah pilihan bijaksana sekaligus berkelas.

Akhir yang tak menyakiti siapapun, dan malah memenangkan Si Doel.

4. Poligami

Kalau Doel poligami, berarti serial ini berpotensi jadi sejarah–yang kontroversial. Doel akan didukung pihak sayap kanan konservatif, sementara kaum progresif yang juga mencintai serial Si Doel akan jadi antipati.

Poligami adalah isu sensitif, dan kalau ini jadi ending kisah cinta Si Doel, berarti ini jadi sebuah keberanian–atau bahkan kenekatan tingkat tinggi. Asal argumennya pas, pilihan poligami Doel bisa dimaklumi.

5. Super Plot Twist: Orang Ketiga Selain Zaenab dan Sarah

Ini bisa jadi super duper plot twist paling gila di sejarah perfilman internasional. Pilihannya: pilih aktris yang seumuran dengan Maudy Koesnaedi dan Cornelia Agatha. Ada Wulan Guritno, Happy Salma, sampai Ayu Azhari sekalian.

Jadikan ini sebagai sempilan, yang jauh menyimpang dari semua alur cerita Si Doel. Masalahnya: ini bisa jadi blunder dan akan sangat terkesan dipasaksakan.

Apapun itu, kami menghormati apapun keputusan Rano Karno. Jadi, silakan diakhiri~