Sumpek adalah hal yang wajar. Sebentar, biarkan saya ngoceh. Fuck pikiran positif. Sumpek adalah sumpek, dan setiap manusia pasti pernah merasakan sumpek, dan saya pun sekarang juga sedang sumpek banyak deadline dan harus menuliskan tentang kesumpekan ini di media yang kalian baca sekarang (ha-ha!)

Tertawalah! Tertawakan saya!

Tapi ini bukan saatnya meratapi nasib. Saya hanya sekadar sharing, ingin membagikan apa yang saya lakukan sewaktu sedang sumpek seperti saat ini. Mungkin bisa kalian tiru atau tertawakan, terserah! Lek awakmu pengen ngomong ‘santai ae, nggak usah ngegas’, tulung rem-en sek cangkemmu. Hihi!

Mbokep

Sudah jatuh tertimpa sumpek, dan kalian tahu, salah satu penyebab bumpet adalah hasrat yang tak tersalurkan. Oke, kalian tahu ini juntrungannya ke mana, jadi langsung kita geber ke poin selanjutnya saja.

Bercinta

Poin ini akan terlalu bertele-tele dan kurang sopan bila diteruskan, lebih baik skip dan lanjut poin berikut yang lebih masuk akal.

Merokok Bunga/Alkohol Murah

Kalian tentu tahu kan maksud saya? Lompati saja poin ini dan kita beralih ke poin yang lebih legal dan masuk akal.

Chat Grup Ngopi, Ngumpul, dan Ngobrol Random

Ini adalah keseharian saya. Tapi frekuensinya bisa menjadi-jadi ketika sumpek melanda. Kamu pasti punya grup WhatsApp yang berisi para keparat yang doyan rasan-rasan. Sejauh ini saya punya tiga.

Frekuensi ngopi dengan para begajul ini begitu random. Saat sumpek, jam berapapun, kapanpun, saya akan langsung koar-koar di grup, menunggu respon barang satu atau dua barudak yang nganggur, dan merapat ke warkop murah langganan.

Lantas, tak ada apa-apa. Hanya ngecemes ngalor-ngidul, rasan-rasan pengen mateni wong, metu teko kerjoan seng koyok tembelek kingkong, ambek mutus pacar seng naudubilah rewel bendino. Lalu setelah uneg-uneg lancar, kopi ditenggak dan bungkusan rokok dihabiskan.

Biasanya ini terjadi sampai subuh hari. Saat pulang, badan memang payah. Tapi setidaknya pikiran lega dan hati yang bocor rasanya sudah ditambal kembali.

Berenang/Berlari

Berenang, berlari, atau olahraga apapun memang sepenting itu. Selain untuk tubuh, juga untuk pikiran. Saat kesumpekan melanda gila dan riuh warkop hanya menambah rasa sedih akan hidup yang nggak genah, saya biasanya—lagi-lagi—chat grup lingkar perkawanan, lantas menuju kolam atau lapangan, menyelam atau berlarian.

Ingat, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang beradaptasi untuk ikut kuat!

One Day Escape

Trip jarak pendek atau jarak jauh, yang penting singkat saja. Saya biasanya memilih Malang atau Mojokerto untuk menenangkan diri. Tapi biasanya malah tambah sedih karena di dua kota itulah selalu muncul bayangan areknya.

Coeg.

Ibadah

Lebih baik salat, atau ibadah lain bagi non muslim. Kita memang perlu kembali pada Gusti, seng nduwe urip. Kalau kamar terlalu pengap, saya biasanya mampir masjid untuk merefleksikan diri barang sebentar.

Kadang kalau sedang mager ya rebahan aja sembari nonton video Maiyahan atau ngaplo dengerin podcast Cak Nun dot com. Lek ati adem, Insya Allah sumpek amblas.

Tidur

Saat lelah bisa apalagi? Jangan paksakan melakukan aktivitas. Bubuk aja. Jangan menghibur diri. Meremlah. Semua bakalan sembuh kok kalau bangun. Tidur ini memang kayak orang mati, bedanya kamu bisa bangun lagi. Daripada kamu menjurus ke arah suicidal yang nggak karuan, mending cuci kaki dan bubuk.

Ok, ada yang ingin ikutan saya tidur?