DNK

Indomie Pertamaku di 2019 Nyatanya Masih Dibumbui Racikan Kesedihan

Indomie Pertamaku di 2019 Nyatanya Masih Dibumbui Racikan Kesedihan

Setelah berhari-hari menahan hasrat untuk kembali memasukkan Indomie dalam sistem pencernaan, saya tidak kuat lagi. Hari ini saya resmi nggodok Indomie lagi, mencampurnya dengan bumbu, rawit dua, dan telor mata sapi.

Ini adalah Indomie pertama saya di 2019. Resolusi saya untuk hidup lebih sehat dengan mengurangi asupan mie instan dalam tubuh nyatanya hanya isapan jempol belaka. Toh sekarang saya sudah bersama semangkok Indomie sembari maraton Escobar di Netflix.

Tapi, Indomie pertama saya ini tidak jauh berbeda rasanya dengan tahun lalu. Masih penuh dengan racikan kesedihan yang membuat saya hanyut dalam duka. Rasa micin dan kenyalnya mie terus saya cecap sembari memikirkan hal-hal yang sendu.

Garpu yang saya pakai untuk memelintir Indomie, seolah ikut memelintir ingatan saya, kembali pada kesedihan. Beberapa hal berikut ini berputar di kepala, dan saya nikmati sembari menahan tangis sekaligus menandaskan Indomie pertama di tahun ini.

Ibu Ning Rahayu, Pencipta Bumbu Indomie, Berpulang ke Rahmatullah

Ibu Ning Rahayu, salah satu tokoh Indofood—produsen Indomie dan merek beken lainnya—yang dikenal sebagai garda depan yang membuat Indomie jadi legenda, akhirnya berpulang di pangkuan yang Maha Kuasa.

Indomie yang sedang saya nikmati ini, versi bumbu awalnya konon diracik oleh Bu Ning. Tidak hanya Indomie, tapi juga bumbu Supermi dan Sarimi. Lalu bagaimana saya bisa menghabiskan Indomie dengan riang gembira sementara si pencipta bumbunya telah tiada?

Karena itu saya lebih memilih mengheningkan cipta, sambil menundukkan kepala. Memakan Indomie tidak pernah sesendu ini.

Awal 2019, Kontestasi Politik Semakin Absurd

Kesedihan saya bertambah tiga puluh kali lipat tatkala Indomie sudah separuh habis. Saat kesenduan kehilangan sosok Bu Ning sudah mencapai puncak, saya sengaja scrolling media sosial terkutuk itu dan menemukan dua kubu pasangan calon—you know who—saling ilok-ilokan.

Masalahnya sepele: warna seragam. Si satunya berencana akan pakai baju putih untuk foto surat suara, sementara yang satunya hitam. Terus ada statemen bahwa yang baju putih sebenarnya hatinya hitam. Terus dibalas sana-sini bla-bla bla. Kacau cok.

Membuat rasa bawang goreng mini di Indomie saya jadi seperti kotoran cicak.

Stranger Things Season 3 Kesuwen

Saya mungkin seorang yang masih medioker dalam hal per-Netflix-an. Stranger Things yang sudah saya tonton serampangan pun kadang saya masih bingung siapa nama tokoh dan karakternya. Ceritanya di Season pertama pun sudah agak lupa.

Indomie yang sudah hampir habis dalam mangkok ini memang selalu menemani saya maraton nonton serial di tahun-tahun lampau. Tapi sensasinya akan lain saat menonton Stranger Things. Saya bisa berlambat-lambat memakannya, terutama saat Demogorgon muncul.

Tapi Stranger Things season selanjutnya dipastikan akan tayang 4 Juli, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat. Bajingan, terus saya harus maraton apa sambil ngemil Indomie?

Prediksi: Gigs akan Sepi, Banyak Band akan Puasa Karya Sampai Pemilu

Penutup kesedihan ini adalah saat Indomie saya sudah tandas—hanya tinggal sisa bawang goreng dan bumbu yang berminyak. Saya tanpa sadar melompong dan mengingat hal paling krusial yang bisa terjadi pra-pemilu.

Saya pernah dengan begitu menggebu antri untuk menonton gigs DeadSquad 2014 lalu. Tapi brengseknya, panitia dengan serta-merta membatalkan gigs dan diganti dengan meet and greet dengan alasan keamanan jelang pemilu.

Saya rasa kejadian ini akan berulang di tahun ini. Sebelum pemilu, selain debat panas yang nggak ada ujungnya, beberapa band sengaja menunda rilis karya berupa album—ini karena showcase atau gigs tentu akan dibatasi.

Selain itu, lokasi keriaan anak muda untuk band-band-an pasti juga akan diperketat. Seolah pemilu adalah segalanya, dan kamu baru bisa hidup normal pasca pemilunya kelar.

Tapi kesedihan tetaplah kesedihan, dan ini harus dilampiaskan. Bisa dengan membanting mangkok Indomie, atau meletakkan seenaknya mangkuk di bak piring kotor tanpa dicuci.

Saya tentu saja melakukan yang kedua.