Dewa kemarau tampaknya masih menguasai bumi. Khususnya di Surabaya dan sekitarnya, setting-an panasnya kayak dibikin lebih tinggi. Suhu di siang hari yang panas kentang-kentang bisa sampai 40an derajat Celcius. Sementara suhu malam hari nggak kalah gilanya, tak beranjak dari 30an derajat Celcius.

Suhu panas level dewa ini jelas membuat darah lebih cepat mendidih dan keringat lebih cepat ndrodos. Howo-howone nyelekit. Kalau kamu kebetulan umbah-umbah sempak dan kemudian njemur tepat di waktu jelang siang, saat masuk rumah kembali, matamu bisa burem. Efek panas kali ini memang sebegitunya.

Sementara itu, prediksi BMKG atau Mbah Dukun atau ramalan Twitter di hapemu yang bilang kalau November ini bakalan musim hujan kayaknya meleset. Memang sempat hujan beberapa kali, tapi toh itu belum kayak peribahasa “Karena racun setitik, rusak air sebelanga.” Hujan sak ipet tok, mek diluk pisan, mosok isok meredakan panas?

Sisi positifnya adalah, sebelum musim hujan benar-benar datang dan musim kemarau betul-betul reda, kamu kayaknya kudu melakukan beberapa hal. Secara, pergantian musim pasti akan mengubah pola hidupmu. Maka dari itu, lakukan hal-hal di bawah ini, mumpung panas masih kuat-kuatnya menembus mbun-mbunanmu.

Umbah-umbah Sepatu

Satu hal yang wajib dilakukan mumpung bumi lagi panas-panasnya adalah ngumbah sepatu. Di musim hujan nanti, mosok isok kamu ngumbah sepatu. Palingan dijemur suwe yo tetep mamel. Nah, manfaatkan momen terik ini buat cuci sepatu. Umbahen kabeh, sisan prepare musim hujan.

Panasnya Suroboyo ditambah angin semilir yang juga memercikkan hawa nyelekit, nyatanya bikin sepatu cepat sekali kering. Bayangkan, kamu jemur pukul dua belas siang saja, sekitar satu jam kemudian sudah alamak garingnya. Ini juga berlaku buat apapun, nggak cuman sepatu.

Memaksimalkan Diet dan Pancaran Vitamin D

Selain berpotensi merusak kulit seajur-ajurnya, sinar mentari kalau dimanfaatkan di jam-jam khusus bisa membantu aktivitas olahraga. Nggak perlu ke gym, cukup kenakan jaket tebalmu dan mulai lari-lari keliling kompleks. Karena sedang musim panas, pembakaran lemak dalam tubuhmu jadi lebih maksimal.

Ini bisa menyukseskan program dietmu kalau kamu kebetulan sedang pengen kurus. Nggak hanya itu, sebelum musim hujan yang mengerikan tiba, kamu juga bisa membiasakan diri berjemur. Di pagi hari, saat panas mentari belum membuat kulit mengelupas, tubuh akan meresponnya dan memberikan banyak vitamin D. Salah satu manfaatnya adalah membantumu tidur lebih nyenyak.

Mepeh Bantal

Kamu bisa saja mepeh alias menjemur gabah, tapi juntrungane opo cok. Mending kamu menjemur bantal saja. Selain bisa membikin nyenyak tidurmu, menjemur bantal juga mencegahmu dari kenger alias keseleo otot leher pas bobok.

Mumpung masih belum musim hujan, kamu kudu persiapkan masak-masak kenyamanan alat bobok. Menjemur bantal sampai benar-benar hangat dan nikmat jelas nggak akan bisa kamu lakukan di musim hujan. Tapi kalau kamu melakukannya di musim panas yang belum berakhir ini, kamu akan memetik buahnya di musim hujan dimana bantal, pasti akan jadi sahabat terbaikmu.

Mengisi Daya Panel Surya

Nggak harus yang segede gaban, kamu pasti punya barang-barang yang bisa nyala sempurna dari energi matahari. Entah itu kalkulator, jam tangan, ataupun powerbank. Mumpung masih belum musim hujan, maksimalkan pengisian energi barang-barang itu. Buat persediaan daya pas musim hujan.

Yang paling bahagia adalah orang yang punya sumber tenaga surya di gentengnya. Selain bisa hemat banget, mereka juga bisa menampung energinya buat persediaan di musim hujan. Koyok mepeh iwak teri nang nduwur genteng, bedane iki onok listrike.

Ngapeli Areknya

Kayaknya ini nggak perlu dijelaskan lebih lanjut. Lah gimana, pasti nanti di musim hujan kamu bakalan kakean alasan buat ngapel. Udan lah, banjir lah, got mampet lah, sepatu kelelep lah. Nah mumpung bencana itu belum terjadi, segeralah berangkat.

Cuaca cerah begini bisa jadi bahan modusmu buat ngajakin doi ke Zangrandi—atau kalau itu terlalu mahal, bisalah nraktir doi ngemil Sundae atau Float..