DNK

Padahal Kita yang Membuat BBM Mati Lebih Cepat, Gitu Atek Sok Sedih!

Padahal Kita yang Membuat BBM Mati Lebih Cepat, Gitu Atek Sok Sedih!

PING!!!

Pesan masuk itu mengagetkanmu, tanpa isi, tanpa pesan, hanya PING dan tiga tanda seru—dan dikirim berulang seolah membuat adrenalinmu terisi kencang untuk menghantam muka sang pengirim. Tentu saja kekerasan bukan penyelesaian bijak karena fitur PING dalam BlackBerry Messenger memang dimaksudkan mengesalkan penerima pesan, membuatnya harus membalas, atau merasa bersalah kalau luput.

Kamu masih berusia belasan waktu itu, fitur PING dan BlackBerry Messenger alias BBM langsung menarikmu masuk ke dalam, lebih jauh lagi. BlackBerry-mu lamamu kau pinggirkan karena toh, Android dan iOS sudah bisa membuatmu merasakan pengalaman perpesanan authentic ini. Dan segalanya pun dimulai di sini: BBM mengajakmu merasakan indahnya masa coming-age di masa kegemilangan digital.

Nomor PIN ikonik, gonta-ganti Personal Message (PM), pamer apa yang didengar, melihat ratusan kali orang ganti Profil Picture (PP), dan tentu saja PING, mengisi hari-harimu kira-kira sampai beberapa tahun ke depan. Tak ada yang salah dengan banyak-banyakan kontak, broadcast PIN, dan berlomba mengenal sebanyak mungkin orang.

Hanya saja kamu harus hati-hati saat mengaktifkan fitur yang bisa menampilkan apa yang kamu dengarkan. Ini karena sudah ada banyak pengalaman buruk di mana temanmu yang kau kira alim atau cupu, ternyata tanpa terduga dalam statusnya tertulis jelas: ‘mendengarkan threesome insanity.3gp’.

BBM sesungguhnya adalah aplikasi yang hanya fokus pada perpesanan intim—bayangkan, seperti SMS di mana hanya orang tertentu yang kamu kenal atau sebaliknya yang dapat mengirimimu pesan. Tapi di lingkar perkawananmu, sejuta fitur manis BBM membuatnya menjelma ekstrem jadi semacam Facebook baru, dengan intensitas kirim pesan yang tinggi.

Kamu sudah tak tahu lagi berapa ajakan kencan berhasil hanya karena tukar pin, untuk kemudian comment PM jadi sarana terbaik basa-basi yang menjurus PDKT, hingga akhirnya kamu bisa lebih mesra dengan padu padan emoticon BBM yang jumlahnya bejibun—bahkan untuk menyatakan cinta, kamu akan bingung harus memakai emoticon yang mana.

Tapi segala hal soal romantisme akan terkikis sedikit demi sedikit kalau tak ada hal yang membuatmu greget lagi. BBM yang tiap hari kau buka lambat laun mulai tergeser aplikasi perpesanan yang bahkan dulunya sempat kau coba dan pakai. WhatsApp, LINE, dan yang lainnya, perlahan tapi pasti gemar menanamkan pembaruan yang segar dalam fiturnya.

Yang paling menggebrak tentu saja WhatsApp, yang dulu hanya dikenal sebagai perpanjangan tangan dari SMS, mulai bisa membuatmu update status dan gambar. Mungkin langkah ini jauh lebih dulu dilakukan BBM, tapi WhatsApp juga punya taji yang lain: bisa melakukan voice dan video call, ditambah punya daya simpan memori yang tak terlalu berat seperti BBM.

Jutaan chat, ribuan pedekate, puluhan kali perkelahian dan putus cinta lewat BBM, membuatmu harus mengakui kalau aplikasi perpesanan yang rilis resmi untuk aplikasi di luar BlackBerry 2013 silam ini punya andil penting dalam hidupmu. Meskipun pada akhirnya—sama seperti kisah percintaan lain—BBM harus kau geser, kau uninstal, dan menggantinya dengan yang baru.

Move on dari BBM ternyata semudah itu. Nyaris tak ada perasaan apapun yang terlalu menggelisahkanmu. WhatsApp atau LINE sudah mengakomodir semua keinginanmu dengan lebih ringan dan klasik, meskipun pada akhirnya kamu harus mengakui kalau BBM jauh lebih elegan dan sempat membuat candu baru.

Alhasil, terima kasih BBM. Kamu tak perlu terlalu sedih atau ikut-ikutan sedih mendengar kabar BBM akan dihentikan. Perasaan ini sia-sia karena toh kamulah yang pelan-pelan ikut membunuh aplikasi ini—dengan mengikhlaskan segala PIN dan banyak kenangan di dalamnya. Romantisme dan kenangan akan BBM jelas melampaui semua kesedihan yang kamu paksakan.

Maka dari itu, sudahlah, ingat saja dengan bijak, nggak usah atek sok sedih. Karena BBM toh sama saja seperti kamu yang sudah move on. Boleh-boleh saja mengenang mantanmu dan betapa berpengaruhnya dia, tapi semuanya akan baik-baik saja karena kamu sudah punya pengganti yang lebih baik, yang lebih kompatibel denganmu.

Thanks, BBM. Big hug, respect.

PING!!!