Reynhard Sinaga—njir namanya aja udah susah—tampang-tampangnya memang biasa aja, kecuali mungkin rambutnya yang dicat agak norak di fotonya yang menyebar di dunia maya. Reynhard juga termasuk mahasiswa tokcer jempolan. Kuliah aja S2 dan S3 di Inggris sana.

Reynhard Sinaga adalah tipe laki-laki yang bisa jadi apapun yang dia mau. Jadi pengangguran pun tetap keren—toh dia lahir kaya raya. Jadi anak band-band-an udah mirip rocker Jepang—rambutnya adalah daya tarik utama. Jadi staf khusus presiden juga oke—ya you know why lah.

Sosok Reynhard mirip seperti tipe-tipe teman masa sekolahmu yang selalu bikin iri: kaya raya, otak tokcer, kece maksimal, sopan, dan ramah nian. Berkelas sejak dini. Menjadikannya idola tanpa perlu banyak usaha.

Gampangnya: Reynhard lucky bastard sejak dalam pikiran. Punya potensi mlete sejak maba.

Tapi Reynhard adalah Reynhard (fak angele nulis jenenge). Dia memegang kendali penuh atas hidupnya sendiri, termasuk menjadikan dirinya sebagai pemerkosa terbesar dalam sejarah yudisial Inggris. Huanjeenkkk!

Bocah asal Jambi ini sudah menjalani empat tahap persidangan. Dan endingnya: vonis hukuman seumur hidup. Reynhard Reynhard, lapo’o to yo awakmu iku?

Semua orang memang punya sisi bosok dan tersembunyi yang mengendap di dalam dirinya. Kita bisa saja ngantemi wong sak karepe dewe, mateni sak embong-embong, atau melakukan hal bejat seng susah dinalar.

Tapi, kita harus tahu perbedaan mendasar antara manusia dan hewan. Manusia, punya kontrol penuh atas dirinya. Dan dalam kasus Reynhard, preferensi seksualnya tidak bisa disalahkan. Reynhard hanya berhak dihukum dengan satu alasan: ketidakmampuannya mengontrol naluri hewani dalam dirinya.

Reynhard, dengan seenak udel diduga sudah memperkosa 190 orang laki-laki. 48 di antaranya sudah disidangkan. Selama satu dekade, Reynhard melakukan aksi bejatnya. Triknya usang namun mempan: mengajak ke apartamen, minum-minum, bius, dan lakukan.

Begitu terus sampai hampir 200 kali!

Korban-korban Reynhard yang bahkan lebih banyak dari pasukan penjaga pintu Benteng Takeshi. Sebagian besar korban mengaku terkejut, takut, sampai ingin bunuh diri karena merasa nggak berharga. Lek awakdewe dadi korban yo emboh, wes pecah be’e ndog’e Renal. Anjing!

Di dunia yang semakin kayak vampir ini, hal yang harus konsisten dilakukan kayaknya cuman waspada. Lebih baik negative thinking daripada positive thinking melulu tapi celaka. Kurang baik apa sih Renal, ngajak ke apartemen, mimik bareng, dadakno bejat. Biarin dipanggil Renal aja deh biar gampang.

Penampilan dan kepintaran juga nggak ngaruh sama perilaku. Moralitas nggak ada hubungannya sama hal itu. Akal dan muka itu hal lain, nurani beda lagi. Renal mungkin nampak sangat sempurna, tapi nuraninya mati.

Preferensi seksual itu urusan masing-masing, asal kamu bisa bertanggung jawab dengan pilihanmu. Renal, menjalani pilihannya dengan asal-asalan, tanpa ada beban moral dan tanggung jawab.

Perkara Renal sangat sepele. Jangan terlalu dilebar-lebarkan dan dihubung-hubungkan dengan homoseksual, bocah kaya yang kuliah di luar negeri, atau hal-hal yang sebenarnya nggak relate. Renal adalah Renal. Lepas dari semua kelebihannya, ia tak jauh berbeda dengan–bahkan menyebut binatang pun kami nggak sanggup.

BIODATA

Nama: Reynhard Sinaga
Tempat Tanggal Lahir: Jambi, 19 Februari 1983
Alamat: Depok, Jawa Barat
Pendidikan: S1 Teknik, S2 Manchester University Sosiologi, S3 Universitas Leeds Human Geography