Kamu melanggar peraturan lalu lintas? Kena tilang? Wis kasihkan aja surat-suratmu yang mau disita untuk hukuman tilang kepada polisi lalu lintas. Gak perlu engkel-engkelan, apalagi adu otot.

Sebab, zaman saiki wis gak usum nyogok-nyogok aparat penegak hukum. Selain tidak jelas, bayarnya nanti bisa lebih mahal. Tidak ada standar aturan yang pasti. Mending uangnya digunakan beli nasi pecel di jalan.

Zaman sekarang beda dengan zaman dulu. Dahulu, kalau udah kena tilang, malesnya bukan main. Bukan karena denda yang harus dibayar, tapi harus antre mengikuti sidang tilang.

Mbayangno antrean saja udah wegah setengah mati. Apalagi harus antre berjam-jam. Kurang gawean tah pak?

Antrean ikut sidang tilang ini sudah kayak antrean mencari sembako murah. Penuh ora karuan. Belum lagi kena polusi udara, bau badan orang yang bermacam-macam.

Yang ada, ujung-ujungnya kalian bisa nyerah. Wis, mbayar ke calo saja. Lebih cepat masio mahal.

Dalam kurun waktu seminggu, biasanya ada 2.000 sampai 2.500 orang yang ditilang di jalanan Surabaya. Jumlah itu bisa lebih banyak lagi kalau polisi mengadakan operasi tematik tahunan.

Bagi kamu yang ketinggalan informasi, uda tau nggak kalau  pengendara yang kena tilang sekarang gak perlu mengikuti sidang di pengadilan? Kalau lupa juga nggak perlu susah-susah ngambil ke kantor Kejaksaan Negeri Surabaya di daerah Sukomanunggal. Karena jauh dan macettt.

Sekarang kalau kamu kena tilang, STNK, SIM, atau surat tilangnya bisa minta diambil di rumah. Sak karepmu mau nunggu sambil tiduran, sambil nonton film, atau sambil umbah-umbah. Yang penting kamu harus ada di rumah.

Soalnya kalau kamu gak di rumah, suratnya bakal diberikan ke siapa? Masak ke tetanggamu yang kena getah kelakuanmu di jalan.

Kejaksaan Negeri Surabaya kini punya program Si Anti Ribet (Siap antar Tilang ke Rumah dengan Cepet). Layanan ini bisa diakses menggunakan SMS maupun WhatsApp. Nomor yang dituju yakni 08585.1996.000.

Untuk SMS, caranya, kirim nama pelanggar, nomor tilang, dan tanggal sidang. Kalau menggunakan pesan WA, kalian cukup foto surat tilang ke nomor tersebut.

Selanjutnya, kirim alamat tempat tinggal kamu biar babang ojek nggak bingung mencari bro dan sis.

Setelah dua langkah itu dilakukan, admin kejaksaan pasti memberikan balasan. Namun, butuh waktu karena harus mencari suratnya terlebih dahulu. Sabar, yang ketilang bukan awakmu tok.

Dalam kurun waktu seminggu, biasanya ada 2.000 sampai 2.500 orang yang ditilang di jalanan Surabaya. Jumlah itu bisa lebih banyak lagi kalau polisi mengadakan operasi tematik tahunan.

Setelah surat tilangmu didapat, pihak kejaksaan akan memberikan balasan. Yaitu, nominal denda plus biaya pengganti transportasi bagi abang ojek yang mengantar. Biaya dalam kota Rp 20 ribu. Tapi nek awakmu berada di pulau Sempu, pasti gak bakal ada yang mau nganter ke sana.

Ingat, uang Rp 20 ribu ini bukan pungli lho. Tapi ganti membayar uang bensin abang ojek yang disewa khusus oleh kejaksaan. Jadi ngertio, ojok kakean protes.

Nek awakmu yang budal ke kejaksaan, biayanya hampir pasti segitu. Mulai beli bensin, bayar parkir, sampai beli makan kalau laper karena antre.

Dikutip dari halaman resmi website Kejaksaan Negeri Surabaya, layanan Si Anti Ribet ini memiliki tiga keuntungan. Pertama, tidak rugi waktu. Kalian masih bisa mengerjakan aktivitas lainya karena tidak perlu ikut antre.

Selanjutnya, bebas biaya parkir dan konsumsi. Biasanya kan kalian ngiler liat bakso yang berjejer di kantor kejaksaan maupun pengadilan.

Yang ketiga dan terpenting adalah bebas calo. Kalau di pengadilan, kalian baru parkir sepeda motor aja pasti sudah didatangi calo yang seolah-olah ingin menjadi malaikat penolong. Padahal yo tetap minta uang lebih mahal dari awakmu.