Disclaimer: Tulisan ini sudah pernah dimuat dalam akun Facebook penulis, Herry Febrianto, dan DNK.id telah mendapat izin untuk memuatnya ulang.

Tangan saya gregetan pengen nulis sejak kemarin, tapi saya tahan. Tetapi setelah semakin banyak orang pekok dan hipokrit menulis tentang BPJS, saya kok ndak tahan lagi, dan merasa harus mengeluarkan uneg-uneg.

Sebenarnya terbaca dengan gampang sih, sasaran tembak asli penghujat itu bukan kepedulian dia terhadap masyarakat miskin, tetapi karena mereka adalah Bani Salawi: Salahe Pak Wi.

Apa tuntutan mereka?

Minta jaminan kesehatan gratis. Minta pendidikan sampai kuliah gratis. Minta biaya bersalin gratis. Minta transportasi massal gratis. Minta jalan tol gratis. Minta jaminan pensiun yang baik. Minta jaminan saat menganggur.

Bisa? Bisa dong.

Tetapi mbok kalau melihat segala sesuatu itu harus dengan fair dan holistik. Jangan mau gratisannya aja, tapi gak konsekuen dengan kewajiban.

Di Jerman, setidaknya, hal itu bisa berjalan karena potongan gaji dan asuransi dilakukan LANGSUNG tanpa perintah siapapun.

Tapi ya itu, si tukang nyinyir itu apa ya mau kalau penghasilan mereka dipotong sebesar 25 sampai 40 persen dari gaji/pendapatan mereka?

Dijamin cuma prengas prenges terus kabur…