Jangan kira mereka tak punya visi misi hidup, wahai saudara-saudara sebangsa dan setanah air!

Anak punk tetaplah anak punk, namun siapa yang tahu bahwa kehidupan mereka diselimuti oleh visi misi yang luar biasa, yang mungkin tak terpikirkan oleh kalangan lainnya.

Oke, untuk pola hidup, mereka memang berbeda dari orang kebanyakan dan boleh dikatakan ekstrem. Bagaimana tidak? Mereka hidup bak manusia jaman batu; nomaden atau berpindah-pindah tempat, tidak menetap, dan jarang mandi. Belum lagi gaya berpakaiannya yang seperti kostum film vampir londo.

Tapi siapa sangka kalau pakaian anak punk itu sarat dengan makna filosofis?

Punk adalah semangat, dapat disebut sebagai ideologi dan sebuah aliran musik, atau juga sebuah subkultur yang mencakup ranah sosial politik. Lahir di London, Inggris 1970-an, punk terbentuk oleh desakan ekonomi, keterpurukan dan krisis yang melanda kaum buruh pekerja.

Mereka kemudian memprotes sistem pemerintahan dengan cara mereka sendiri, yaitu dengan membentuk suatu gerakan yang sekarang disebut punk. Pada 1980an punk menyebar ke hampir seluruh negara yang notabene adalah negara berkembang, seperti Indonesia.

Dalam penampilannya yang menohok, punk ternyata sarat dengan makna filosofis. Dari penjelasan beberapa anak punk yang saya temui, mereka menuturkan bahwa penampilan mereka bukan gaya-gayaan aja.

 

Soale nek arepe mbegaya, tukune mesti nang mol! Iku larang en borjuis.

“Punk adalah semangat, Rek! Punk adalah pilihan hidup, juga jalan kami.”

Karepmu, Dul! 

Mari kita telaah satu-persatu!

Gaya Rambut Mohawk

Gaya paling mudah dikenali dari anak punk adalah potongan rambut mohawk: berdiri lurus seperti kipas, dicat dengan warna-warna cerah. Selain untuk membedakan antara kelompok masyarakat sipil dengan kelompok punk, ternyata gaya rambut mohawk memiliki makna tersendiri, yaitu “Berdiri tegak melawan penindasan!”

Hmm, leh uga…

Smokey Eyes

Tak kalah keren nih, makna riasan mata yang dihitam-hitami mirip mata panda. Mereka menyimbolkan pandangan mereka dalam memandang “masa depan yang suram.” Ya, benar sekali, anak punk memang tahu diri dalam tanda kutip, kalau tak boleh menyebut mereka sebagai nihilis.

Tapi kalau dipikir lagi, lebih baik jadi orang yang tahu diri kan daripada jadi orang yang sok tahu?

Jaket Hitam Bergambar dengan Berbagai Tulisan

Salah satu pakaian yang wajib bagi anak punk adalah yang berwarna hitam. Hampir sama dengan sebelumnya, ini melambangkan bahwa cara mereka memandang kehidupan yang serba gelap gulita! Secara khusus, jaket yang ditempeli berbagai gambar dan tulisan ala anak punk melambangkan “kebebasan berekspresi”.

Golongan ini memang sangat menjunjung tinggi kebebasan, sehingga mereka merasa perlu menyimbolkannya pada jaket atau pakaian lain yang dipakai sebagai penutup badan. Mau pakai jaket? Bebas. Rambut gundul setengah? Bebas. Cowok pake lipstick item? Bebaaash!

Celana Ketat Sobek-Sobek

Celana ketat melambangkan “himpitan, baik itu dari segi ekonomi sampai himpitan sosial”. Himpitan ekonomi jelas, misqyn! Himpitan sosial adalah betapa sempitnya ruang gerak yang mereka miliki di dalam suatu lingkungan tempat mereka singgah.

Yah, seperti yang kita semua ketahui, kaum punk adalah kaum yang termarjinalkan. Karena itu, mereka menyimbolkannya pada celana ketat dengan sobekan-sobekan yang menandakan sebuah perlawanan.

Nek hati sing koyak, pertanda opo, Rek? (tambahkan emot sedih di sini)

Rantai Besi Pada Pinggang

Rantai adalah simbol “persatuan dan solidaridaritas” antar sesama mahluk punk. Seperti yang tadi sudah saya jelaskan, arek punk biasanya hidup berpindah-pindah. Simbol rantai besi pada pinggang inilah yang menyatukan mereka yang saling berpencar itu. Sesekali, mereka akan saling bertemu pada acara musik punk.

Sepatu Bot

Mirip dengan makna rambut jigrak, sepatu bot dengan sol tebal menyiratkan bahwa punk dapat “Berdiri di atas kaki sendiri!”

Anak punk itu mandiri, tidak bergantung kepada orang lain. Lagipula sepatu bot memang kuat dan awet, juga dapat digunakan dalam situasi apapun, baik cuaca terik maupun hujan lebat. Jadi hemat to ndak perlu cari-cari sepatu lagi?

Yang penting dicatat adalah anak punk jarang melepas sepatu meskipun saat mereka sedang tidur. Ya mungkin ketika mereka mandi baru dilepas sepatunya, tapi kan mereka jarang mandi?

Kita yang tidak tertarik dengan ideologi punk, mungkin tidak akan meniru gaya berpenampilan mereka, namun tidak ada salahnya jika kita menyerap falsafah hidupnya kan?

Arek punk konsisten melawan segala bentuk penindasan, berdiri di atas kaki sendiri, mencintai kebebasan, juga menjunjung tinggi persaudaraan dan persatuan. Terkait hal ini, saya ingin mengutip kalimat dari seorang guru bangsa, Gus Dur: “Islam datang bukan untuk membuat aku jadi ana, kamu jadi antum, saudara jadi akhi. Kita pertahankan yang kita punya. Kita serap ajarannya, bukan budayanya.”

Yok opo, Rek? Mashoook to sinaune?