Masih segar di ingatan kita semua, sejak Rabu (13/3) kemarin, beberapa layanan di bawah naungan Facebook, Inc. (termasuk Instagram, WhatsApp, Atlas, Face.com dan Onovo) memang sempat drop. 

Meski kini layanan mereka sudah kembali bisa dinikmati tanpa kendala, ini akan selalu menjadi misteri: kok bisa sebuah perusahaan besar milik salah satu orang berduit di dunia itu bisa sampai drop.

Tak hanya PT wahid milik Zuck saja yang down kemarin, nyatanya tanpa janjian tanpa sekongkol, Google Mail (Gmail) termasuk Google Drive dan Maps juga ikut-ikutan lumpuh selama sehari lusa (14/3). Sebuah konspirasi? Hmm. Bisa jadi ini ulah elit global.

Hingga saat ini, dalam pantauan kami, belum ada statement dari Google, Inc. yang menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada layanan surat elektronik andalan mereka tersebut. Aku yakin, beberapa hari kemarin, kalian yang tiap hari bekerja atau aktif dengan layanan-layanan di atas pasti sempat gusar.

Tapi kita toh nggak sampai meluap-luap dan dengan amarah memaki-maki mereka karena layanan yang sungguh mangkelno ini. Tapi mereka memang asu dancuk %$#%*&. Ehm, maaf kelepasan. Kok jadi aing yang ngamuk.

Selain harus tetap sabar serta memaafkan, setiap kejadian apapun yang menimpa selalu bisa menjadi hikmah. Nah, untuk bisa tetap sabar, berikut saya rangkumkan hikmah apa saja yang kita dapat dari ngedropnya layanan Google dan Facebook tersebut? 

Cekidot!


Perselingkuhan Menurun Drastis

Tidak bisa dipungkiri, aplikasi WhatsApp adalah salah satu pilihan favorit kalian untuk mendapatkan selingkuhan. Entah selingkuhan itu dari teman, kenalan Tinder, atau bahkan hasil berburu dengan serius.

Benar, tak ada yang lebih menyakitkan bagi para sejoli jika pasangan mereka diam-diam merajut romansa dengan orang lain alias selingkuh.

Perselingkuhan bisa terjadi pada berbagai ragam pasangan. Mulai dari sejoli seumur jagung hingga yang telah berhubungan selama menahun; pasangan muda atau tua; serta yang masih berpacaran hingga yang sudah menikah dan memiliki keturunan. 

Nah, karena WhatsApp down kemarin, otomatis kegiatan perselingkuhan ngaso. Mereka para selingkuh mania dipaksa harus beristirahat dari rutinitas asyique mereka. (Tapi malah ketemu, uhuk uhuk).


PDKT Banyak yang Gagal

Nggak perlu dijelasin to Rek, buat para manusia yang lagi PDKT sama sang gebetan melalui WhatsApp, mereka harus benar-benar ekstra sabar dulu karena fase sepik-sepik via messenger harus berhenti.

Kalau mau SMS-an, belum tentu bisa chat selancar di WA atau layanan Google. Pokoke nek ora WA ora main! Holy syit! Fuck WA!


Merekatkan Tali Silaturahmi Keluarga

Semakin maju zaman, kadang mampu menyebabkan kematian rasa kebersamaan di dunia nyata. Contone ketika kumpul bareng sanak famili, tapi masing-masing sibuk sama gadget mereka. Seolah bersama namun tak benar-benar bersama karena pikiran mereka berada dalam genggaman. 

Kalian yang hidup di zaman ini pasti pernah setidaknya merasakan ngobrol sangat asyik dengan seseorang melalui daring. Namun saat bertatap muka langsung, kalian berdua terdiam seribu bahasa. Canggung, modyar o su!

Makanya itu, dengan matinya layanan WhatsApp, memaksa handai taulan untuk menegakkan pandangan mereka ke depan dan tidak menunduk dengan gadget mereka masing-masing.


Meningkatkan Pendapatan Petani Kopi

Dengan beberapa layanan dari Facebook dan Google yang down, sudah pasti berefek pada para pemburu wi-fi yang pura-pura ngopi di café dengan fitur wi-fi gratis. 

“Bedebah memang kalian para wi-fi hunter yang cuma pesen kopi tapi main moba analog berjam-jam. Kalian anjing!” ujar salah satu pengakuan pemilik café di sekitaran Kota Surabaya. 

Nah, dengan kematian suri Facebook kemarin, mengakibatkan mereka ngopi lebih banyak dari biasanya. Makin banyak kopi dikonsumsi, maka semakin banyak pula pemasukan ke kantong petani kopi. Sungguh positif!


Membuka Aib PNS

Kok bisa? Kalo ini sih berdasarkan teori dari admin Twitter @BKNgoid yang isinya:

“Terima kasih @facebook, pagi ini seluruh kinerja PNS kami sedikit meningkat lebih tinggi”

Jujur saya suka ketengilan admin satu ini. Selain menyentil kelakuan abdi negara, dia juga membuka aib para PNS yang berarti banyak dari mereka yang suka mainan Facebook dan Instagram saat jam kerja. 

Woy, kalo cuma mainan IG aja, jabatanmu kekno aku wae!