Dalam sebuah hubungan percintaan, awalnya dua pasang insan yang belum saling mengenal dan masih asing layaknya alien, harus berani mempertaruhkan status lajangnya lewat jalan pedekate. Itu adalah cara tertua yang ada dalam kitab mendapatkan pasangan.

Masa-masa pedekate a.k.a pendekatan bisa diibaratkan asem-asem manis. Hal-hal lebay juga megelno bakal kalean temukan. Mulai dari njemput nang kosan, atau masakin sesuatu buat ayang beb—yang padahal belum tentu naksir kamu.

Ironisnya, ketika udah mendapatkan hatinya dan mulai memasuki tahap pacaran, masa-masa manis dan nggilani pas pedekate mulai ilang. Doski mulai jarang perhatian, cuek, nggak pernah ngirim pesan, dan tiap waktu ngingetin makan dan ngerjain tugas.

Ditambah lagi, pesanmu hanya centang dua biru. Fak diread tok asyyuu!

Ketika hari bahagiamu, entah itu anniversary atau birthday, ojok tanya kado. Wong ngucapno ae nggak. Alasannya lupa, saking sibuknya dengan dunia. Kamu lalu mempertanyakan kembali: Apakah dia jodohku? Apakah salah telah mencintai dia? Dan segenap pertanyaan klise tai yang menghampiri para pasangan yang udah nggak fresh lagi. Complicated!

Tapi sebagai para tuna asrama, mau tak mau kita harus melakukan pedekate, apalagi umur yang wes mentok usia menikah. Hmmm. Padahal nggak harus pake hal-hal ribet, cukup sederhana saja kok. Kalau kon paham caranya, doi bakal mbales rasa sayangmu. Wkkwkwkwkw.

Maka dari itu, berikut kami akan memberi sedikit win-win solution yang bisa kalean terapkan ketika pedekate karo cemceman—sehingga bisa mengakhiri masa-masa gersang hatimu.

Chat Duluan

Turunkan gengsimu meski kadang kelihatan norak. Pihak yang mengawali chat duluan sebenarnya memiliki hati besar. Doi pasti ingat kalau kamu berani untuk membuka topik percakapan kalean. Tapi perlu diingat, jangan keseringan chat disek, jatuhnya malah annoying. Dia bakal merasa risih dan ngomong: lapo seh arek iki ngechat!

Mending kamu chat dengan nyari-nyari perlu. Pake alasan opo kek, misal minjem buku atau tanya perihal urusan yang ada hubungane karo deke. Kamu juga jangan berhenti di chat aja, karena persentase pesanmu di read makin gede kalau dia sibuk atau nggak ada perasaan ambek kon. Hihihi..

Sok Cuek, Padahal Peduli

Setelah mengawali obrolan, kamu perlu mengetahui seberapa besar respek dia sama eksistensimu. Coba untuk bersikap tak peduli dan menjawab seperlunya kalau dia mengirim pesan. Ketika dia tiba-tiba butuh bantuan atau kesulitan, cobalah untuk menawarkan pertolongan, jangan terlalu agresif.

Ibarat kata, kamu sedang bermain layangan. Hubungan percintaanmu bisa ditarik-ulur kalau masih belum jelas di bawah ke mana. Kamu belum yakin apa dia punya perasaan lebih atau hanya menganggap teman ngobrol.

Saya sarankan segera perjelas hubungan kalian, sebelum terjebak zone-zone bla-bla-bla yang nggak mengenakkan.

Memuji

Siapa sih yang nggak kelepek-kelepek ketika dikasih pujian? Apalagi kalau itu dari orang yang kita cintai. Coba untuk mengapresiasi apa yang dia perbuat, entah dia juara dalam lomba karaoke antar kelas, atau juara mendongeng. Apresiasimu itu dapat membuatnya terkesan.

Kalaupun dia nggak ada prestasi paling nggak kamu muji ada yang berubah dari penampilannya. Rambuntya dipotong, giginya behelan dan bibirnya merona. Wkwkwk. Ojo lebay, bilang seperlunya aje.

Be Yourself

Yang terakhir, jadilah dirimu sendiri. Ojok jadi orang lain biar dia kesengsem karo kon cuk! Jangan mengawali sebuah hubungan dengan kepalsuan, nanti kamu repot sendiri pas pacaran. Ngomongnya anake wong sugih, punya motor Ninja, dan segenap omong kosong lain. Eh, pas jadian, kebuka belangnya. Iku motor silihan dan awakmu cuma anak orang biasa. Ngenes gut cuks!

Intinya, pedekate itu adalah sebuah cara untuk kamu menemukan pasangan hidup. Masih ada cara lain yang mungkin bisa lebih baik. Tapi, mau seribu cara pun kalau kon nggak wani ditolak, yo hil yang mustahal ketemu jodoh. Wkwkkwkw!