Bikin Imlekan Rasa Lebaran, Ini yang Kudu Dipersiapkan!

 Bikin Imlekan Rasa Lebaran, Ini yang Kudu Dipersiapkan!

Cihuy, bentar lagi Imlekan! Tahun baru yang satu ini menjadi hari raya yang penting lho. Nggak hanya bagi masyarakat Tionghoa, tapi juga seluruh umat manusia di dunia. Lho kok bisa? Ya karena banyak orang yang juga kecipratan rejeki juga pas Imlek!

Nah, biasanya temen-temen Tionghoa punya kebiasaan unik menjelang Tahun Baru Imlek. Mulai membersihkan rumah dari debu, menempelkan puisi (chun lian) dan ucapan tahun baru di jendela atau dinding, begadang, main petasan, hingga menyediakan makanan khas “Lak Wei” atau “Nian gao.”

Tapi, kebiasaan itu kayaknya perlu ditambah lagi deh. Ini biar kita bisa merasakan vibe Imlekan layaknya Lebaran. So, ini dia cara yang wajib kamu lakukan biar Imlekan tambah meriah!

Mengganti Warna Cat

Suasana Imlek memang identik dengan cat berwarna merah. Ini bukan tanpa alasan. Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, merah menyimbolkan kebahagiaan, kesuksesan, dan nasib baik.

Tapi saking seringnya pakai warna merah, hampir di semua tempat warnanya merah. Nah biar makin beragam dan ceria, kamu bisa pakai warna ijo. Itung-itung biar beda sama yang lain. Selain itu, hijau juga memiliki makna yang nggak kalah baik dibandingkan merah. Jadi kayak santri Imlekan!

Mengubah Gaya Poster

Kebanyakan poster Imlek akrab dengan warna merah dan emas, dengan tambahan gambar shio sesuai dengan tahunnya. Tahun ini sih shio tikus logam, sudah pasti gambarnya tikus yang gitu-gitu aja.

Coba deh diganti dengan desain tikus hitam atau tulisan merah ala Metallica gitu, biar beda sama tahun-tahun sebelumnya. Tikusnya bawa ketupat juga boleh, biar makin memperkuat nuansa Lebaran!

Mengganti Petasan

Petasan yang biasanya dipakai di tahun baru Imlek adalah petasan korek atau jenis berondong. Sekali-kali coba deh pakai meriam long drum atau meriam bambu, pasti suasananya lebih meriah.

Keliling kampung juga sambil patrolan dan bawa barongsai. Mirip nuansa Takbiran bos!

Mengganti Menu Makanan

Makanan yang biasanya dihidangkan pas Imlek adalah kue keranjang, yang ditujukan sebagai hidangan untuk menyenangkan Dewa Tungku. Bentuknya yang bulat punya makna supaya keluarga dapat terus bersatu, rukun, dan bulat tekadnya dalam menghadapi tahun yang akan datang.

Biar makin mirip nuansa Lebaran, coba dibikin versi nastar sama kestengelnya. Atau boleh juga disantap barengan opor. Niscaya Lebaran, eh Imlekmu, semakin mashoookkk!

Artikel terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *