Hari Pertama PSBB Diwarnai Kemacetan, Pemprov Jatim Langsung Gelar Evaluasi

 Hari Pertama PSBB Diwarnai Kemacetan, Pemprov Jatim Langsung Gelar Evaluasi

Petugas memeriksa dokumen kependudukan warga yang akan masuk ke Surabaya di Bundaran Waru, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (28/4/2020).

Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hari pertama di wilayah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan sebagian Gresik, terdapat penumpukan lalu lintas. Salah satunya terkonsentrasi di cek poin kawasan Bundaran Waru, kawasan perbatasan Sidoarjo dan Surabaya. Penumpukan terjadi pada saat jam berangkat kerja, mulai sekitar pukul 07.00 – 08.00 WIB.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Selasa malam, menggelar rapat evaluasi terhadap pelaksanaanPSBB di wilayah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Gresik. “Evaluasi langsung dilakukan hari ini untuk cari solusi besok,” ujar Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat konferensi pers di Surabaya, Selasa malam.

Menurut Emil, malam hari ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar rapat koordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk mengevaluasi agar kejadian serupa tidak terulang pada masa PSBB yang masih akan berlangsung hingga tanggal 11 Mei mendatang.

“Tujuan PSBB ini kan sebenarnya untuk melindungi masyarakat, tetapi di sisi lain yang mau bekerja bukan serta merta dilarang. Ada aturannya mana yang boleh. Tiap kementerian juga telah menerbitkan aturan di masing masing sektor. Itulah sebabnya kami gelar dialog untuk mencari solusi agar tidak terjadi penumpukan yang terkonsentrasi di cek poin,” katanya.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono menandaskan pertemuan malam ini juga turut mengundang Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan asosiasi pengusaha dari kawasan industri Rungkut SIER.

“Mereka akan melakukan pembagian jam kerja. Ini yang nanti malam akan kami terima, yaitu jadwal pembagian jam kerja agar tidak menumpuk pada salah satu jadwal, khususnya bagi perusahaan-perusahaan di Kota Surabaya,” katanya.

Seluruhnya terdapat 85 cek poin di area PSBB Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Gresik. Terdiri dari 13 titik di Surabaya, 24 titik di Sidoarjo dan 45 titik di Gresik. PSBB di tiga daerah kabupaten/ kota tersebut memperbolehkan tempat usaha atau kantor untuk tetap beroperasi.

 

Artikel terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *