Istri Nekat Tolak Suaminya Mudik ke Blitar: Akibatnya Suami Harus Dikarantina

 Istri Nekat Tolak Suaminya Mudik ke Blitar: Akibatnya Suami Harus Dikarantina

Seorang istri warga Desa Sidorejo, Kecamatan Pongok, Kabupaten Blitar, nekat melarang suaminya yang merantau ke Kalimantan pulang mudik. Karena suami nekat mudik, akhirnya terpaksa dilaporkan kepada Kepala Desa (Kades) Sidorejo dan akhirnya terpaksa harus menjalani isolasi di tempat karantina SDN 4 Sidorejo.

Sikap istri warga Desa Sidorejo ini sangat benar. Sebab, virus corona memang tak mampu bergerak jauh, apalagi sejau Kalimantan ke Blitar. Para manusialah yang menyebabkan penyebaran virus corona bisa meluas hingga ke seluruh dunia.

Kades Sidorejo, Sukatmo (61) mengungkapkan, peristiwa itu terjadi pada Jumat 10 April 2020 pagi. Sat itu, sang istri menemuinya dengan tergesa-gesa karena suaminya nekat pulang. Celaknya, pada waktu bersamaan, dari arah timur kelihatan ada sebuah truk fuso. Ternyata truk itulah yang dikemudikan suaminya yang pulang bersama seorang kenek.

Karena itu, Sukatmo langsung sigap bertindak. Bersama hansip dan beberapa relawan COVID-19, menghadang  truk dan dipaksa berhenti di depan Pasar Patok. Kemudian si sopir dan seorang kenek yang juga warga Sidorejo, diangkut memakai mobil pikap menuju ke kantor desa.

“Mereka sempat ngomel-ngomel ketika dibawa ke kantor desa. Mereka bilang sudah berulang kali diperiksa kondisinya ketika akan masuk kapal di pelabuhan Kalimantan dan ketika turun di pelabuhan Semarang,” jelasnya.

Pihak desa telah menyiapkan lokasi karantina di SDN 4 Sidorejo. Ada empat ruangan lengkap dengan tempat tidur dan semua perlengkapan baru telah disiapkan.

Sementara itu, Camat Ponggok, Purwanto menegaskan, pemantauan para pemudik diperketat menjelang Ramadan. Di Kecamatan Ponggok yang merupakan zona merah COVID-19 disiapkan sebanyak 15 lokasi karantina kolektif di tiap desa.

“Relawan dari berbagai elemen masyarakat juga makin giat diberdayakan untuk memantau ODP atau PDP yang harus karantina mandiri di rumahnya masing-masing. Kami akan terus melakukan pengawasan,” imbuhnya.

 

Artikel terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *