Kemendag Gandeng Ritel dan Pasar Tradisional untuk Distribusi Pangan, Juga Bentuk Tim Monitoring Gula

 Kemendag Gandeng Ritel dan Pasar Tradisional untuk Distribusi Pangan, Juga Bentuk Tim Monitoring Gula

Pedagang menata sayuran yang dijual di salah satu sentra pemasok bahan pangan untuk beberapa kota di Jatim di Pasar Karangploso, Malang, Jawa Timur, Rabu (29/4/2020).

Untuk mengatasi defisit bahan pangan di beberapa daerah, Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya mempercepat distribusi dengan menggandeng sejumlah produsen serta asosiasi ritel dan mengakomodir pasar tradisional. Hal itu juga dilakukan di Jawa Timur seperti yang terjadi di sentra pemasok bahan panganPasar Karangploso, Malang, Jawa Timur, Rabu (29/4/2020).

Sementara untuk mengendalikan harga gula di pasaran, Kemendag membentuk tim monitoring harga gula agar harga kembali normal serta menindak oknum yang melakukan kecurangan.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, pihaknya telah menemukan kecurangan pada saat pendistribusian sehingga harga gula pasir melonjak tinggi. Dengan begitu, pihaknya mengimbau pada produsen untuk mengikuti ambang batas harga yang telah ditetapkan.

Agus menambahkan, selain membentuk tim monitoring, pihaknya sudah bekerja sama dengan Mabes Polri untuk menindak tegas para pelaku kecurangan, sekaligus memantau pendistribusian gula hingga sampai ke pasaran.

“Untuk itu saya juga telah mengimbau kepada produsen yang telah menerima penugasan jadi penugasan yang sisanya penugasan dari rafinasi konsumsi ini langsung dilepas ke ritel modern bekerja sama juga dengan para distributornya dan juga agar mengakomodir pasar tradisional,” kata Agus beberapa waktu lalu.

Nantinya jika masih ditemukan perusahaan yang menjual harga gula ke pasaran melebihi harga eceran tertinggi, Kemendag tak segan menbaput izin usaha baik produksi maupun distribusi.

Artikel terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *