Kepadatan Lalu-lintas Hari Kedua PSBB Surabaya Raya Turun, Pelanggaran Masih Banyak

 Kepadatan Lalu-lintas Hari Kedua PSBB Surabaya Raya Turun, Pelanggaran Masih Banyak

Petugas menunjukkan perbandingan kepadatan lalu lintas di kawasan Bundaran Waru, Sidoarjo, saat diberlakukannya PSBB hari pertama dan kedua. (ANTARA)

Kepadatan lalu lintas atau traffic hari kedua pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk wilayah Surabaya Raya (Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo, serta sebagian Gresik) terpantau terpantau menurun. Sementara itu, pelanggaran masih tinggi, meski tak sebanyak di hari pertama kemarin.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membandingkan dengan pelaksanaan hari pertama PSBB yang sempat menimbulkan kepadatan lalu lintas saat jam berangkat kerja di kawasan Bundaran Waru, yang merupakan perbatasan Kabupaten Sidoarjo dan Kota Surabaya.

“Alhamdulillah kepadatannya pada hari ini sudah berhasil diurai,” kata Khofifah saat konferensi pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu malam.

Kepadatan lalu lintas di kawasan Bundaran Waru berhasil diurai setelah dilakukan pembagian jam kerja di perusahaan-perusahaan yang berlokasi di Kota Surabaya, yang pada Selasa (28/4) malam disepakati dalam rapat koordinasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama asosiasi pengusaha Indonesia (Apindo) di wilayah setempat.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah mengungkapkan jumlah kendaraan roda dua yang melintas di seluruh area PSBB Surabaya Raya sepanjang Rabu ini terpantau menurun sebesar 12,96 persen, serta kendaraan roda empat menurun 22,2 persen.

Begitu pula statistik penumpang yang turun di seluruh terminal area PSBB juga terpantau menurun drastis. Penumpang di bandara malah turun 100 persen karena sudah tidak melayani penerbangan selama diberlakukannya PSBB. Sedangkan penumpang yang turun di stasiun kereta api menurun sebesar 96 persen, serta pelabuhan 99 persen.

“Sebenarnya saat PSBB diberlakukan, kapal-kapal penumpang dari pelabuhan asal di luar pulau juga sudah tidak menjual tiket ke area PSBB. Hanya kapal-kapal yang mengangkut logistik saja yang masih beroperasi menuju ke area PSBB,” ucapnya.

Mantan Menteri Sosial itu menegaskan di jalur darat pun untuk kendaraan umum dari luar daerah yang diperbolehkan melintas di area PSBB kawasan Surabaya Raya hanya operasional angkutan logistis, selain juga untuk kepentingan medis.

Foto udara perbandingan hari pertama PSBB dan hari kedua PSBB di Surabaya.

Kemacetan di perbatasan Sidoarjo-Surabaya, Jawa Timur (Jatim) berhasil diurai di hari kedua Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Rabu (29/4/2020). Banyaknya lajur check point membuat proses pemeriksaan berjalan lancar.

Antrean masih terjadi, namun tidak terjadi penumpukan seperti hari pertama PSBB. Semua kendaraan menuju Sidoarjo maupun Surabaya dapat melintas tanpa hambatan.

“Berdasarkan hasil evaluasi kemarin, penumpukan terjadi karena check point. Karena itu, hari ini kita perbanyak. Namum, sterilisasi tetap berdasarkan Perwali (Peraturan Wali Kota tentang PSBB),” kata Kabag Ops Polrestabes Surabaya, AKBP Anton Elfrino Trisanto, Rabu (29/4/2020).

Anton mengatakan, selain memperbanyak lajur pemeriksaan, personel yang disiagakan juga ditambah. Ini untuk memudahkan proses pemeriksaan. Tak hanya itu, petugas juga memisahkan lajur pemeriksaan roda dua dengan roda empat.

Sementara itu, pelanggaran masih tinggi, meski tak sebanyak di hari pertama kemarin. Umumnya, pengendara masih berboncengan dan tidak memakai masker. Selain itu, beberapa pengendara juga masih mengangkut penumpang lebih dari 50 persen.

“Untuk pelanggaran, sementara kira rekap dulu. Belum ada penindakan. Hanya teguran dan imbauan saja. Sebab, sekarang masih masa sosialisasi,” katanya.

Artikel terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *