Kurangi Risiko Tertular Virus Corona, Wali Kota Surabaya Pindah “Ngantor” di Tenda

 Kurangi Risiko Tertular Virus Corona, Wali Kota Surabaya Pindah “Ngantor” di Tenda

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini ngantor di halaman Balai Kota untuk cegah tertular Covid-19.

Wali Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim) Tri Rismaharini kini berkantor di posko darurat yang berada di halaman Balai Kota. Langkah ini ditempuh untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19) di lingkungan kerjanya.

“Kenapa waktu itu aku langsung bangun tenda di sini (Halaman Balai Kota), karena kalau pakai ruangan, lebih besar resikonya,” kata Risma – sapaan akrab Tri Rismaharini – seperti dilansir iNews.id.

Menurutnya, di dalam ruangan ber-AC risiko tertular virus tersebut akan lebih besar. Sebab, dia menilai, jika ada orang carrier Covid-19 dan kemudian masuk ruangan ber AC, bisa saja kemudian virus itu menyebar melalui alat pendingin tersebut.

“Kalau ada orang carrier (Covid-19) dia tersedot pakai AC, kemudian dia (AC) mengeluarkan, kan tidak tahu bisa kena semuanya,” katanya.

Atas alasan itulah, Risma lebih memilih bekerja maupun menggelar rapat bersama jajarannya di posko halaman Balai Kota Surabaya. Risma beralasan, dengan melakukan aktivitas di luar ruangan itu, maka risiko tertular virus tersebut akan lebih kecil. Apalagi di posko itu bisa langsung terkena paparan sinar matahari dan hembusan angin.

“Aku juga tidak tahu apakah virus itu bisa mati jika kena panas (matahari). Tetapi, risiko di dalam ruangan itu pasti lebih besar. Jadi semua kita lakukan di sini (posko halaman balai kota),” kata mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota Surabaya ini.

Sekedar tahu, sejak informasi Covid-19 masuk ke Surabaya, Pemkot Surabaya langsung membangun posko darurat di halaman Balai Kota Surabaya. Posko tersebut berfungsi sebagai dapur umum penanganan virus corona. Belakangan, posko tersebut juga dimanfaatkan sebagai tempat Risma ‘ngantor’.

Menurut Risma, upaya preventif ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19, khususnya di lingkungan Balai Kota Surabaya.

Artikel terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *