Sepertinya menjadi kewajiban bagi para pelatih di Liga Inggris untuk pandai-pandai merotasi pemain yang ada di tim. Melihat padatnya jadwal liga, belum lagi Carabao Cup, piala FA, dan bagi tim yang masih memiliki banyak turnamen di luar kompetisi lokal seperi Liga Champions dan Liga Eropa. Khusus untuk Klopp, saya yakin ia makin tambah pusing karena Liverpool dipastikan ikut serta dalam FIFA World Cup Club.

Liverpool akan melawan enam tim terbaik dari berbagai benua di dunia dalam Piala Dunia Antar Klub yang diadakan di Qatar pada tanggal 12 Desember nanti. Liverpool dikabarkan akan memboyong 23 pemain dalam skuadnya, termasuk beberapa nama besar seperti Virgil van Dijk, Sadio Mane, dan Mo Salah.

Tak seperti kebanyakan klub di Eropa yang dapat jatah ngaso menjelang tahun baru, The Reds justru akan menghadapi pekan-pekan sibuk menjelang natal dan tahun baru. Pekan yang sangat amat sibuk karena mereka bermain hingga 14 pertandingan dalam waktu kurang dari dua bulan, yang berarti Asuhan Juergen Klopp bakal memainkan tiga hingga empat pertandingan dalam seminggu selama tujuh minggu berturut-turut.

Semenjak bermain imbang ketika menjamu Napoli di lanjutan Liga Champions dua pekan lalu (28/11), Klopp sebenarnya sudah berusaha memaksimalkan skuadnya dengan merotasi beberapa pemain kuncinya. Ia berhasil menggondol poin penuh semenjak pertandingan terakhir melawan Napoli tersebut.

Klopp memang bisa sedikit lega, imbang melawan Napoli berarti Liverpool sekarang cukup membawa hasil imbang kala melawat ke kandang Redbull Salzburg tanggal 11 Desember nanti. Yang jadi masalah jelas, JADWAL PERTANDINGAN yang padat.

Kemenangan melawan Salzburg tentu dibutuhkan Klopp agar ia bisa mengamankan meloloskan Liverpool dari babak grup. Alasan lain, Klopp bisa menjadi lebih tenang dan mengistirahatkan pemain-pemain penting.

Klopp benar-benar diuji menjelang akhir tahun. Ia harus memutuskan, ke mana Liverpool akan fokus. Liga? Piala FA? Carabao Cup? Liga Champions? Atau FIFA World Cup Club? Kebimbangan Klopp tentu akan membuat skuad Liverpool berada di bawah tekanan lebih karena mereka bertujuan untuk terus berjuang di semua kompetisi yang mereka ikuti.

Dilansir dari GOAL, Klopp bahkan meminta kepada semua agar bertemu dan bersama-sama membicarakan betapa padatnya pertandingan yang dimainkan klub-klub di Liga Inggris. Ia bahkan mengancam akan melakukan boikot pertandingan Piala Liga bila panitia tak bisa menemukan tanggal yang cocok.

Musim ini adalah peluang terbaik Klopp kembali membawa pulang trofi liga Inggris penantian panjang 30 tahun mereka untuk menjadi juara Inggris. Apalagi, pesaing terdekat mereka adalah Leicester dengan gap 8 poin di bawah mereka. Memenangkan Liga Inggris musim ini tentu akan membuat hingar bingar Liverpudlian seluruh dunia makin kencang setelah musim kemarin Klopp mempersembahkan gelar Liga Champions keenam bagi Liverpool.