DNK

Pasar Sehat C20 Library Bikin Kamu Sadar Kalau Setiap Hari Kamu Makan Sampah

Pasar Sehat C20 Library Bikin Kamu Sadar Kalau Setiap Hari Kamu Makan Sampah

Ngapain mikir makan sehat? Ada makanan aja udah syukur. Begitu kata Paijo, bromocorah tobat yang alumni sebuah kampus negeri di Surabaya.

Logika Paijo ini sama seperti pola pikir zombie digital bernama netizen. “Cari rezeki halal? Orang yang haram saja susah,” kata mereka dalam instastory yang di-post tengah malam supaya kelihatan setiap hari mereka bergulat dengan pemikiran dan konflik batin mereka sendiri.

Padahal asline yo bergulat dengan utang!

Ya, bagi kamu punya semboyan “hidup untuk makan” bukan “makan untuk hidup” nggak akan pernah mikir kenapa makanan harus sehat. Selama baunya mengundang selera, lambemu dalam waktu sepersekian kecepatan cahaya langsung cerongohan. Tak terkendali.

Nggak peduli kalau makanan yang kamu badog ternyata lauk yang sengaja disisakan teman kosmu demi semangat “keep the best for the last”.

Fiks kamu nggragas!

 

.

Untuk generasi dengan angka harapan hidup yang tiap hari terus merosot, coba deh kamu datang ke Pasar Sehat, sebuah tempat dimana kalian bisa menemukan berbagai dagangan yang unik dan sehat. Pengunjungnya mau sehat atau tidak bukan itu intinya!

Pasar Sehat diselenggarakan oleh komunitas Surabaya Sehat yang mengambil lokasi di C2O Library. Pasar Sehat cuman ada sebulan sekali. Kayaknya biar menghindari pemburu tester yang makin hari makin menggelisahkan.

Apa sih yang membuat Pasar Sehat ini menjadi spesial?

Jawabnya ada, di ujung langit. Kita ke sana dengan seorang anak… #halah

Jawabannya adalah karena di pasar ini kalian enggak cuman bisa makan enak, tapi juga sehat untuk tubuh dan juga lingkungan. Kok bisa gitu? Ya, karena pedagangnya sudah dikurasi terlebih dahulu agar barang atau makanan yang dijualnya menyehatkan alias bebas micin, pengawet, pesticida, dan racun-racun seperti toxic friend serta toxic relationship.

 

.

Di Pasar Sehat ini kalian bisa menemukan banyak bahan sayuran organik, homemade cheese, kombucha, madu mentah, granola, micro greens, hingga barang-barang recycle lainnya.

Kamu nggak tahu semua istilah itu? Makanya, hidup itu bukan seluas kamar kosmu, Lur!

Saya yakin. Kalian paling banter makanan paling sehat yang sering dilahap cuman sayur lalapan yang ada di penyetan. Ngaku aja kalian daripada disetrum dan ditidurin di atas balok es!

Pasar Sehat episode 6 Januari 2019 lalu dihadiri oleh belasan tenant makanan dan juga barang-barang ramah lingkungan. Tenant-tenant yang masuk ke sini sebelumnya dikurasi terlebih dahulu oleh koordinator “Surabaya Sehat”. Makanya nggak ada booth yang jualan cilok, sosis, apalagi VAPE!

Dari deretan pedagang yang namanya sudah dipampang di postingan Surabaya Sehat, ada banyak istilah baru yang lumayan bikin saya kepo anjing!

Waktu itu perut saya lumayan keroncongan karena belum sarapan, jadi otomatis pedagang pertama yang dicari adalah yang menjual makanan.

Pilihan yang tersedia saat itu adalah nasi bakar, roti gluten free, jajan pasar, roti sourgum, keju panggang, hingga salad. Untung nggak ada soto bebek dan nasi babat. Pasti sudah auto-lempar.

Saya milih salad! Sesekali kepingin ngerasain sarapan yang agak keminggris gitu, dan beruntungnya pagi itu salad yang dipesan isinya lumayan banyak, yaitu sayur, sayur, sayur, keju panggang, sayur, sayur, micro greens, plus dressing French.

Anehnya, setelah makan salad keminggris itu kemampuan bahasa Inggris saya juga nggak nambah-nambah tuh.

Salad spesial dari Pasar Sehat pagi ini merupakan hasil kolaborasi dari Keningar Organik, Homemade Buono Cheese, dan Mega Home Farm. Jadi lah sekotak salad yang isinya sayuran organik, keju panggang, dan juga micro greens.

Apa itu micro greens? Sebenernya sama aja dia juga sayuran, namun lebih bernutrisi karena masih balita karena umurnya berada di antara kecambah dan sayuran baby.

Rasanya?

Kriuk kriuk sehat gitu deh, dressingnya bikin setiap gigitan jadi lebih kaya rasa. Nggak kayak kamu yang mbosenin!

Kemudian, ada juga pedagang yang menjual teh berbahan bunga telang. Berbeda dengan teh yang bisa kalian temenan di mnimarket terdekat, teh bunga terang ini warnanya biru keunguan macam spiritus gitu dan mengandung anti oksidan yang tinggi.

Teh bunga telang ini juga tidak menpunyai rasa yang signifikan, jadi untuk menambahkan rasa bisa ditetesi perasan lemon ataupun madu. Boleh juga menambahkan gula, tapi pedagangnya bilang, “kalo gitu kan engga jadi sehat…” BHAIQUE!

 

.

Masih belum kenyang, dari jauh nampak pastel tutup dengan wadah warna-warni yang menggoda iman, tidak menunggu lama lantas pastel tutup tersebut sudah di tangan.

Hidangan gurih dari Tiga Tungku ini dijamin gluten free dan bebas micin, jadi menyantapnya pun tidak perlu khawatir berubah menjadi sobat micin. Masih belum kenyang lagi, langsung menuju ke pedagang yang menjual sate tempe bacem, dan sate keju panggang, yang satu kearifan lokal, yang satu lagi ala snack internesyenel, biar multicultural gitu.

 

.

Selanjutnya, ada juga masi mentah dan berbagai olahannya dari Madu Sitani, minuman fermentasi Kombucha dari Senandung Sejuk, Kale Chips dari Aulia Widya, dan masih banyak lagi.

Sehari menghabiskan waktu bersama dengan makanan organik yang bebas micin, pestisida, dan pengawet membuat badan dan pikiran merasa lebih sehat. Entah kenapa, asupan makan yang sehat ini bikin saya enggak bisa julid atau judgmental khas netijen. Emang ada hubungannya ya? NEXT!

Kehadiran Pasar Sehat membuktikan bahwa warga Kota Surabaya masih banyak yang senang dengan makanan sehat. Dan bukan sehat buat kita sendiri. Tapi juga buat lingkungan. Nggak egois kayak kamu.

Di Pasar Sehat ini, sobat sehat diharapkan membawa tas belanja, serta wadah makanannya sendiri, karena pedagang tidak menyediakan tas plastik, apalagi operasi plastik.

Apabila kepepet tidak bawa wadah sendiri, kemasan yang diberikan ke pengunjung yang tidak membawa wadah pun dipastikan ramah lingkungan dan mudah didaur ulang.

Makanya, daripada kamu setiap hari misuh-misuh dengan kolesterol yang makin tinggi, coba datang ke sini. Siapa tahu tak hanya kolesterolmu yang turun. Tapi juga gengsimu untuk hidup sederhana jauh dari makanan instan.

Yowes ayo budal Burger King!

 


KOMENTAR
Liputan TERKAIT