DNK

Meet the President Persebaya: Jawaban Ketus Presiden Klub Membuat Bonek Tak Selera Makan dan Langsung Walkout

Meet the President Persebaya: Jawaban Ketus Presiden Klub Membuat Bonek Tak Selera Makan dan Langsung Walkout

Gelaran acara Meet the Presiden yang digelar Minggu (6/1) siang, ternyata tidak berjalan sesuai harapan. Baik bagi kubu Manajemen Persebaya, maupun kubu Bonek Mania.

Acara itu diakhiri dengan tidak baik. Sebab Bonek memilih walk out usai mendapat jawaban yang tidak memuaskan.

Sejak awal, pertemuan sebenarnya sudah diprediksi bakal memiliki tensi tinggi. Tapi sebagai pemilik acara, tuan rumah coba tidak langsung masuk ke pembahasan yang sensitif dan memilih membahas lainnya.

Saat itu Presiden Persebaya Azrul Ananda lebih dahulu memperkenalkan empat pemain muda Persebaya U-16. Mereka adalah dua eks pemain timnas U-16 Ernando Ari dan Brilian Aldama.

Kemudian ada dua pemain muda lain asli binaan dari Persebaya, yakni Iqbal Pratama dan Vito Rendi. Keempatnya disebut bakal menjadi tulang punggung utama Persebaya, empat atau lima tahun mendatang. Mereka pun sudah mulai dikontrak saat ini.

"Keempatnya akan menimba ilmu di Inggris selama empat bulan," terang Azrul.

Usai acara seremonial tersebut, pembahasan mulai masuk ke hal yang sensitif. Kali ini wajah-wajah serius mulai dipasang di antara semua peserta baik manajemen maupun Bonek.

Di awal pembahasannya, entah kenapa Azrul langsung mengancam bakal keluar dari Persebaya.

"Akan sangat mudah sekali bagi saya. (Terutama) kalau kami para manajemen, dianggap tidak baik," ujarnya.

Dia menjelaskan mengurusi Persebaya bukanlah perkara yang mudah. Bahkan istrinya menyebut, hidup keluarganya akan lebih tenang jika tidak mengurusi Persebaya.

Suasana pun hening dan senyap seketika saat Azrul menyampaikan itu. Ini karena dia memang presiden Persebaya sejak 2017 lalu, yang berarti juga penyandang dana utama klub.

Kali ini curhatannya masih terus berlanjut dengan pengakuan lain yang tak kalah kontroversial. Azrul menyebut, darahnya masih setengah hijau. Atau bisa ditafsirkan: belum mencintai Persebaya sepenuhnya.

Beda dengan Bonek Mania yang memang total berdarah hijau.

"Kalau mengaku darah saya hijau kalian juga tidak percaya. Beda dengan bapak saya yang memang darahnya hijau," kata Azrul.

Dahulu, Dahlan Iskan, orang tua Azrul, memang pernah juga jadi bos dari Persebaya di era tahun 90-an. Saat itu Dahlan juga pernah berhasil membawa Persebaya juara.

Hal ini lah yang kemudian membuat Azrul mengaku masih bertahan memegang Persebaya hingga saat ini.

"Kalau bapak saya dulu bisa membawa Persebaya juara, kenapa saya tidak," tegasnya.

Meski mengaku masih setengah hijau, Azrul masih memiliki ambisi untuk membawa Persebaya juara. Sama yang pernah dilakukan oleh orang tuanya dahulu.

Azrul menyebut, darahnya masih setengah hijau. Atau bisa ditafsirkan belum mencintai Persebaya sepenuhnya. Beda dengan Bonek Mania yang memang total berdarah hijau.

Hanya saja menurut pria yang memiliki hobi basket ini, untuk meraih gelar juara tentu tidak mudah. Termasuk juga harus pakai cara yang tidak bisa dilakukan secara terang-terangan.

"Karena kalau mengaku dari awal, bakal banyak orang yang tidak senang dan bakal menganggu," lanjutnya.

Sebab, cara yang sangat realistis bagi Azrul adalah dengan mendekati bintang. Bukan dengan target menjadi bintang.

"Dengan demikian bisa tetap menjaga peluang untuk juara. Siapa sih yang tidak kepengen juara," tuturnya.

Beberapa pengakuan Azrul yang kontroversial tentu saja ditanggapi negatif oleh Bonek. Bonek tetap menuntut agar Azrul tidak setengah-setengah.

"Kalau mau target juara ya juara. Jangan setengah-setengah. Karena ini Persebaya bukan kaleng-kaleng," ujar salah seorang Bonek.

Rupanya tanggapan Bonek ini tidak dihiraukan oleh Azrul. Azrul merasa sudah menjelaskan itu semua sebelumnya.

"Jadi tidak usah saya jawab," ujarnya dengan nada tinggi.

Nah, dari sini suasana pun langsung berubah menjadi panas. Pada akhir acara, Bonek memilih langsung keluar dari ruangan tanpa pamit pada Azrul.

Diawali dari pentolan Bonek yang ada di Green Nord, kemudian disusul pentolan lain. Jamuan makan siang yang disediakan secara prasmanan pun ditinggalkan begitu saja oleh Bonek.

"Nggak selera aku nek ngene," cetus salah satu Bonek.

Saat itu, tidak satu pun Bonek bersedia dimintai keterangan.

"Masih panas kepalaku. Nek begini nggak bisa diwawancarai," ujar Capo Ipul.

Meski begitu, tidak lama kemudian, Bonek mengeluarkan rilis resmi. Berisi tiga point, yang kesemuanya bertujuan untuk kemajuan Persebaya.

1. Kami All tribun (Green Nord, Gate 21, Tribun Timur, Tribun Kidul) WALK OUT dalam pertemuan MEET THE PRESIDENT, karena sangat tidak puas dengan hasil pertemuan tersebut, dan point- point dari kesepakatan bagong juga tidak dipenuhi oleh pihak manajemen maupun presiden club.

2. Memutus jalur komunikasi/menghentikan sinergitas antara supporter dan manajemen. (marshal, koordinator tribun, dll).

3. Kami akan Kembali ke ideologi supporter, mendukung dengan cara kita masing-masing.

Meet the President yang seharusnya jadi ajang temu kumpul dan pemecahan masalah, malah jadi semakin membuat panas Bonek dan manajemen. Tentu saja sebagai Bonek, saya merasa dipecundangi manajemen.

Mungkin perlu kepala yang lebih dingin lagi, berdiskusi kembali, demi kejayaan Persabaya tercinta.


KOMENTAR
Liputan TERKAIT