DNK

Mengunjungi Lokasi Mancing Murah di Surabaya: Mulai Pintu Air Wonokromo Sampai Jembatan Nginden

Mengunjungi Lokasi Mancing Murah di Surabaya: Mulai Pintu Air Wonokromo Sampai Jembatan Nginden

Memancing sebenarnya adalah sarana mengisi waktu luang yang sangat berfaedah. Disamping untuk mendapatkan ikan, memancing mengajarkanmu arti kesabaran yang sesungguhnya.

Di Surabaya sendiri, ada berbagai lokasi pemancingan. Mulai dari yang resmi seperti kolam pemancingan, dan di seputaran sungai-sungai sekeliling kota.

Para mancing mania Surabaya biasa melakukan hobinya di tengah kota, sambil menonton kemacetan di tengah suara klakson yang bersahut-sahutan.

Selain karena biayanya lebih murah, memancing di tengah kota juga memiliki sensasi tersendiri. Tangkapan ikannya tidak bisa ditebak. Ragamnya begitu melimpah.

Dari mulai ikan rengkik, sembilang, mujaer, nila, bader, lele, keting, dan ikan air payau lainnya.

Sejauh ini saya mencatat ada lima spot mancing unggulan di tengah Kota Surabaya. Memancingnya pun masih pakai alat pancing murni, bukan pakai jaring atau setrum.

Berikut keseruan penjelajahan saya.

1. Pintu Air Wonokromo

Sekali lagi lokasinya bukan di Pintu Air Jagir loh ya. Kalau di pintu air Jagir, itu tempatnya orang yang menjaring ikan. Air di Jagir itu sangat deras, jadi sulit kalau kamu memancing manual pakai alat pancing ala kadarnya.

Untuk spot memancing di Pintu Air Wonokromo, lokasinya berada di belakang kantor Dinas PU Bagian Sumber Daya Air. Bisa dijumpai dengan mudah di belakang taman, yang ada di sepanjang jalan Wonokromo menuju Ngagel.

Meski ada papan larangan memancing, tapi papan itu solah cuma dianggap wanti-wanti agar para pemancing lebih berhati-hati. Intinya jangan keasyikan mancing sampai tercebur.

Kali Wonokromo iki jeruh pol. Di lihat dari atas memang tenang, tapi di bawahnya itu arusnya deras sekali.

Disarankan memancing siang hari saja. Lokasinya enak, sangat teduh karena banyak pohon. Kalau malam hari, bisa sangat gelap karena tidak ada lampunya.

2. Darmo

Lokasinya ada di belakang Taman Bungkul. Di sini pemancingnya banyak karena spot mancingnya kecil. Ikannya juga lumayan banyak karena dekat dengan pintu keluar air dari Darmo.

Memancing di sini kapan saja enak, 24 jam nonstop sak pegelmu sak kapokmu. Saat memancing, kamu nggak bakal kelaparan. Ada bakul bakso, sate, dan ada warung kopi yang bikin ritual memancingmu makin yahud.

Memancing di sini paling ramai saat CFD Minggu pagi. Pemancingnya bisa sampai dempet-dempetan. Problemnya hanyalah ketiadaan lokasi parkir. Parkirnya cukup di dempetkan ke trotoar, yang kadang bikin serem pengendara lainnya.

3. Pabean

Lokasinya tepat di depan Pasar Ikan Pabean. Atau dari Jembatan Merah juga bisa. Kalau kita sudah melintasi Jembatan Merah lalu ada belokan kecil ke kiri, langsung saja belok karena lokasinya di sekitar situ.

Spot mancingnya menghadap Jembatan Merah Plasa.

Yang terkenal dari spot memancing ini adalah sensasi strike lele jumbonya. Berbeda dengan kali-kali tengah kota Surabaya lainnya, di kali ini airnya lebih tenang dan beberapa bulan lalu ada kerukan, sehingga sungainya lebih dalam.

Sungai dalam ini kabarnya membuat ikan betah tinggal di sini.

Untuk memancing paling enak malam hari. Kalau siang di tempat ini panas. Ditambah suasana ramai pasar Pabean, yang membuat kultus memancing menjadi tidak hikmat.

Karena di sini banyak nyamuk, kalau memancing disarankan membawa obat nyamuk atau jaket tebal. Selain itu juga jangan lupa membawa bacaan ayat kursi.

Sering ada penampakan noni-noni Belanda dari arah Jembatan Merah yang sesekali bakal membuat bulu kudukmu merinding. Hihihi!

4. Jembatan Nginden Intan

Sama seperti mancing di Pabean, spot mancing di Nginden Intan lebih diperuntukkan bagi mereka yang doyan mancing sambil begadang.

Memancing di sini memang lebih enak malam hari. Karena pada siang hari, Jembatan ini jadi akses jalan raya dari Panjang Jiwo menuju Nginden.

Karena memancing di kolong jembatan, pancing yang digunakan harus memiliki standar mancing di laut. Arus deras Sungai Londho dari Jagir membuat kamu butuh perlengkapan ekstra.

Memancingnya juga perlu kesabaran tinggi, karena sulit membedakan kapan timing umpan digondol atau tidak. Tapi jika bersabar dan beruntung, kamu bisa mendapatkan momen strike udang galah. Wow!

5. Jembatan Rolag

Berada di atas Kali Brantas, Jembatan Rolag merupakan spot mancing favorit bagi beberapa orang Surabaya. Di sini amat ramai, terutama kalau malam hari. Motor-motor para mancing mania dijejer begitu saja di samping jembatan.

Sama seperti di Jembatan Nginden, di sini memancingnya juga harus pakai standart alat pancing kayak di laut. Arus deras dari Sungai Brantas membuat memancing di sini punyai tantangan tersendiri untuk menaklukkan strike.

Jembatan Rolag menjadi spot mancing favorit. Selain ramai dan penuh interaksi antar pemancing, banyak bakul kopi, mie ayam, sate, dan kopi yang membuatmu betah memancing berlama-lama.

Memancing di tengah Kota Surabaya memang ada plus minusnya. Banyaknya sampah yang hanyut, terkadang membuat kail terputus. Kamu juga jangan berharap bisa dapat banyak ikan. Anggaplah sebagai hobi pengisi waktu luang saja.

Bapak Mansyur, warga Nginden yang sudah 30 tahun memancing di Kota Surabaya sempat menjelaskan, ikan-ikan di Surabaya sudah berkurang sekitar 85% dalam sepuluh tahun terakhir.

“Air Sungai di Surabaya dari dulu sampai sekarang ya sama saja keruhnya, yang membedakannya adalah ikannya nggak sama kayak dulu. Dulu itu melimpah, sekarang yang banyak cuma sakarmut (pembersih kaca),” ujarnya.

Selain 5 spot yang saya sebutkan masih ada spot-spot mancing lain. Di antaranya di Genteng Kali dan Kali Mas dekat Delta Plasa.

Memancing di tengah Kota Surabaya bagi berbagai kalangan, memang sengaja dilakuka sebagai sarana penunjuk eksistensi. Melawan hegemoni mancing di kolam pemancingan.

Oke, siapkan kail dan umpanmu dan mari kita berburu!


KOMENTAR
Liputan TERKAIT