DNK

Serunya Profesi MC Kawinan: Datang, Cuap-Cuap, Makan, Amplopan

Serunya Profesi MC Kawinan: Datang, Cuap-Cuap, Makan, Amplopan

Bayangkan acara kawinan tanpa MC atau pranata adicara. Pasti pesta jadi awkward. Hanya ada bunyi electone, mesin diesel yang mbrebeki, atau lenguhan diva dangdut. Para tamu undangan sibuk mencari makanan dan teman ngerasani.

Tapi syukurlah, ada profesi MC spesialis kawinan. Selain berbakat membuat acara nikahan tidak garing dan penuh kesakralan, MC terkadang bisa membedakan mana kawinan yang mahal dan yang sekadarnya.

Karena itu, peran MC kawinan tidak boleh dianggap remeh.

Sabtu (5/1), kebetulan saya menghadiri pesta perkawinan di daerah Wiyung. Muhammad Rozaki, 22, MC kawinan yang sedang saya ikuti, bersiap-siap memakai beskap, blangkon Jawa Timuran, dan keris di pinggang.

Wajahnya dibedaki, tapi tidak terlalu tebal. Bagi Rozaki yang sudah beberapa kali menjajal peruntungan sebagai MC kawinan, setiap pernikahan adalah sakral. Karena itu, peran MC yang dia emban membuatnya deg-degan.

Alunan gamelan memenuhi terop, orang-orang hanyut dalam iringan magis musik tradisional. Rozaki pun melagukan Tembang Macapat —yang juga termasuk tugas MC kawinan.

Di usia semuda itu, Rozaki hafal betul apa dan bagaimana MC kawinan seharusnya bertindak dalam sakralnya pesta.

Selanjutnya, prosesi dimulai. Pengantin perempuan dengan didampingi orang tuanya berjalan pelan menuju pelaminan. Di belakangnya, kembar mayang memegang Sekar Kalpataru Jayandaru, janur berbentuk buket.

Kemudian, giliran pengantin laki-laki bersama ayah-ibu untuk melangkah ke kuade. Tentu saja saya tidak mengenal kedua mempelai. Sebab, di sini saya hanya mengikuti Rozaki —sekaligus numpang makan prasmanan gratis tanpa buwuh.

Rozaki selanjutnya merapal entah-apa-itu yang berbahasa Jawa saat kedua mempelai mengawali prosesinya. Pengantin perempuan menyambut pengantin laki-laki dan melempar butiran beras ke dada masing-masing.

Pengantin perempuan kemudian melakukan sungkem, simbol bakal berbakti sebagai istri. Lalu, pengantin laki-laki menginjak telur. Kakinya dibasuh oleh pengantin perempuan dengan air dari bokor.

Rozaki terus membimbing mereka dengan merapal entah apa dalam bahasa Jawa.

Tugas Rozaki hampir berakhir saat pengantin menyuapkan nasi bergantian untuk selanjutnya minum air kelapa hijau. Setelah itu, keduanya meminta restu orang tua sambil sungkem.

Pembacaan ayat-ayat Alquran menandai berakhirnya tugas Rozaki. Ustad pun memberi wejangan, disusul dang-dung-dang-dung dangdutan yang bergerumuruh.

Saya lihat waktu itu MC kawinan sangat jarang. Kalaupun ada, posisinya sulit digantikan orang yang potensial. 

Rozaki kemudian duduk dan menyantap nasi rawonnya, berbincang bersama saya.

“Amplop sudah aman,” ujarnya, lalu terkekeh.

Sambil makan rawon, Rozaki menghapus keringat dari wajahnya, lalu mulai bercerita.

“Awalnya, saya menekuni profesi ini sehabis ikut mata kuliah tradisi Jawa. Kebetulan dipilih dosen sebagai pranata adicara. Itulah pengalaman pertama saya menghafal semua urutan prosesi mantenan.

Saya belajar nembang dan suluk layaknya dalang. Berawal dari sana, eh setelah ditekuni lebih lanjut, bisa mendatangkan rezeki,” ungkapnya.

Rozaki juga bercerita soal suka-duka menjadi MC kawinan. Suatu kali, dia pernah terjebak dalam banjir karena saat itu hujan. Posisi tanah yang miring membuat air mudah saja ngelunyur.

“Jadi, air dari aspal masuk ke terop. Hampir ke pelaminan. Untung nggak seberapa tinggi,” ujarnya.

Rozaki juga berpesan bahwa apes dalam kehidupan MC kawinan mungkin berhubungan dengan profesi itu. Semakin serakah sama job, semakin apes kehidupan. Begitulah keyakinan Rozaki.

“Terutama yang muda-muda, jangan serakah sama job. Saya pernah jatuh dari motor karena serakah. Satu hari, tiga acara kawinan saya ambil semua. Akibatnya, tubuh ambruk dan kecapekan,” ungkapnya.

***

Untuk menggali lebih dalam soal pranata adicara, saya menemui Pak Gun yang sudah senior di dunia MC kawinan Surabaya. Beliau adalah guru Rozaki.

Menurut Pak Gun, profesi MC kawinan sedang booming. Profesi itu berkaitan erat dengan adat Jawa, dan biasanya dikelola pelaku bisnis wedding.

“Ndek mbiyen itu, MC kawinan kerjanya individu. Misal, yang punya hajat mau mantu nang wilayah Suroboyo, khususnya tahun 70-an, MC kawinan sudah ada,” jelasnya.

Pak Gun berangkat sebagai MC panggung dangdut sebelum akhirnya bergelut di skena MC kawinan.

“Saya lihat waktu itu MC kawinan sangat jarang. Kalaupun ada, posisinya sulit digantikan orang yang potensial. Contohnya Pak Prawoto, orang yang mempunyai Yayasan Mahkuto selaku guru saya. Untunglah Pak Prawoto melatih saya sebagai MC kawinan adat Jawa,” tambahnya.

Pak Gun menuturkan, MC kawinan adalah pekerjaan yang penuh tantangan. Tanpa embel-embel basic pendidikan MC kawinan, khususnya yang bisa dan fasih berbahasa Jawa, tidak mungkin mendapat kepercayaan dari masyarakat.

Itulah yang membuat Pak Gun rela menimba ilmu di Yayasan Mahkuto untuk menambah referensi.

Menariknya, dalam pernikahan yang sakral, selalu ada ritual khusus bagi semua pihak yang terlibat. Tak terkecuali MC-nya. Sejauh ini, Pak Gun hanya melakukan ritual dengan membaca doa-doa —tidak lebih.

Soal job, ada bulan-bulan sakral di mana MC kawinan tidak bekerja. Sebab, tidak ada orang yang menggelar hajatan kawinan. Di antaranya, bulan Sura, Sela, dan Ramadan.

Nah, di musim kawin, Pak Gun bisa saja panen rezeki. Meskipun tarif pranata acara adalah hasil kesepakatan event organizer (EO) atau perias yang kebetulan bisa melobi MC. Jadi, tidak ada kepastian harga.

“Profesi ini ibarat kerja tim. Bekerja sama dengan EO, perias, penata kuade, sound, dan katering. Saling membantu jika ada keperluan. Untuk tarif prosesi lengkap dengan temu manten dan lain-lain, berkisar Rp 1 juta,” ujarnya.

“Biasanya pranata acara ikut EO atau perias untuk job. Tapi, untuk saya, kadang ada yang meminta secara langsung,” imbuhnya.

Di akhir perbincangan, Pak Gun berharap semakin banyak anak muda yang menekuni profesinya.

“Ya selain sebagai mata pencaharian, ini juga supaya budaya Jawa tetap lestari,” tuturnya.

Jadi bagaimana, kamu berminat jadi MC kawinan? Atau lebih berminat untuk segera kawin?


KOMENTAR
Liputan TERKAIT