Realme X2 Pro resmi dijual perdana mulai hari ini. Dari sekian banyak ponsel keluaran Realme lainnya, seri ini termasuk yang bikin saya penasaran.

Fluid Display dan SuperVOOC. Dua nama fitur tersebut adalah fitur yang paling bikin saya kesengsem sama ponsel flagship pertama keluaran Realme yang punya tagar “#FullSpeedFlagship” ini. Harganya juga tergolong murah untuk sebuah ponsel Android kelas atas. Hampir sempurna, tapi dengan satu catatan penting. Berikut testimoni penggunaan saya untuk Realme X2 Pro.

Kesan pertama yang saya rasain pas baru megang Realme X2 Pro adalah solid. Bobotnya 199 gram, cukup berat namun terasa kokoh dan premium, berkat kombinasi 3D glass di sisi belakang dan bingkai aluminium dua lapis. Material yang sama juga digunakan untuk bingkai kamera, lubang speaker, serta tombol. Nah, kaca kamera belakang pun udah dilapisi oleh safir biar nggak gampang kegores. Jadi, nggak ada tuh foto buram gara-gara kaca beset.

Soal desain, pantulan warna dari back cover Realme X2 Pro ini sedikit lebih kalem dari Realme XT, dengan letak modul kamera di tengah dan logo yang ngingetin saya sama logo OSIS seragam sekolah dulu. Sepertinya letak logo tersebut sengaja agar lebih mudah terlihat, meski sedang digunakan untuk menelpon, misalnya. Wajar lah, ini ponsel terbaik dari Realme saat ini, jadi ya pengen dipamer-pamerin.

Kalau dilihat dari sisi depan, Realme X2 Pro sebenarnya terlihat biasa saja. Tepian layarnya nggak melengkung, bezel ramping dan punya waterdrop notch (yang kalau dibandingkan, notch punya X2 Pro ini lebih kecil).

Dimensinya 6,5 inci, panel Super AMOLED beresolusi full HD+ dan sudah standar DCI-P3 untuk tingkat akurasi warna (opsi sRGB juga ada di menu pengaturan, jadi bisa kamu sesuaikan sendiri). Kontrasnya tinggi, kecerahan sampai 1000 nits, sertifikasi HDR10+, in-display fingerprint yang cepat dan reliabel, standar flagship pada umumnya lah ya. Tapi, yang spesial dari ponsel ini adalah teknologi lain yang digunakan.

Realme menyebutnya dengan “Fluid Display”, di mana layarnya punya refresh rate hingga 90Hz. Ini nih yang jadi unggulan. Soalnya, masih belum banyak flagship yang dirilis dengan teknologi layar serupa. Rata-rata masih 60Hz, bahkan milik Samsung atau Apple sekalipun.

“Emang bedanya apa sih?”

Dengan 90Hz, konten yang kamu scroll di layar terlihat lebih halus perpindahannya. Mungkin bisa diumpamakan seperti melihat video 30fps dengan 60fps kali ya, semua terasa lebih smooth. Dari 10 orang yang saya kasih pinjam X2 Pro beberapa menit, 8 di antaranya bisa merasakan perbedaannya.

Awalnya saya juga masih mbatin, “Ah, paling gitu aja sih, toh Pixel 3a dengan 60Hz udah nyaman banget”. Tapi setelah dua minggu lebih memakai Realme X2 Pro setiap hari, pas balik ke Pixel atau iPhone lagi, baru deh terasa bedanya. Fitur ini termasuk yang baru terasa nyaman ketika digunakan tiap hari. Sungguh pengalaman yang baru dan menyenangkan!

Nah, beralih ke dapur pacu, Realme X2 Pro yang hadir di Indonesia adalah varian tertinggi, dengan kapasitas RAM 12GB (LPDDR4X) dan penyimpanan internal 256GB (UFS 3.0, 80% lebih cepat dari generasi sebelumnya). Chipset yang digunakan pun terbaik dari Qualcomm saat ini, yaitu Snapdragon 855+ octa-core, setingkat lebih baik dari Google Pixel 4.

Dikombinasikan dengan layarnya yang sangat smooth, mau ngapain aja pakai ponsel ini terasa sangat cepat. Buat main COD? PUBG Mobile? Tentu saja nyaman dengan grafis rata kanan, ditambah speaker stereo dan Tactile Engine Motor yang bikin pengalaman main game atau nonton video lebih imersif. Kalau biasanya saya matiin getaran saat menekan tombol, di Realme X2 Pro saya biarin nyala karena terasa lebih bulat dan utuh, nggak ambyar kayak fitur getaran biasanya.

Buat pemburu Wi-Fi, Realme X2 Pro juga mendukung dual Wi-Fi, jadi bisa otomatis berpindah ketika salah satu koneksi lambat. Ditambah dengan anti-lock Gaming Antenna, kebutuhan mabarmu dijamin selalu lancar. Fitur seperti Game Space juga bisa membantu melancarkan kebutuhan main supaya tidak terdistraksi dengan notifikasi.

Sensor NFC juga hadir dan diletakkan di sekeliling modul kamera utama, jadi kamu bisa cek maupun top-up kartu e-money langsung dari ponsel. Punya earphone kabel favorit? Realme masih menyematkan jack audio 3.5mm pada Realme X2 Pro, sebuah fitur yang kini jarang ditemui di sebuah flagship. Tanpa earphone pun, dual stereo speaker-nya sangat lantang untuk dipakai mendengarkan musik, lengkap dengan dukungan Dolby Atmos dan sertifikasi Hi-Res Audio.

Baterai ponsel ini punya kapasitas 4000mAh dan bisa nyala seharian dengan screen-on time yang sama seperti Realme XT, yaitu rata-rata 4-4,5 jam. Buat saya, ini jelas juara, mengingat spesifikasi yang jauh lebih tinggi plus layar 90Hz yang seharusnya lebih boros daya.

Nah, yang bercanda adalah kecepatan isi dayanya. Realme X2 Pro mendukung teknologi SuperVOOC Flash Charge 50 watt, yang diklaim mampu mengisi daya mulai kosong sampai penuh hanya dalam 35 menit saja.

Realitanya? Saya isi dari kapasitas 5% dalam kondisi nyala, penuh dalam waktu 31 menit! Diisi 10 menit aja udah 45%. 10 menit kedua udah mau 80%. Bagaimana kalau diisi daya sambil dipakai main PUBG? Realme mengklaim kalau baterai X2 Pro bisa terisi sampai 80% dalam waktu 30 menit, dan tetap aman berkat proteksi 5 lapis dan sistem pendingin vapor chamber di dalam ponsel. Asli, seketika kecepatan charge iPhone saya berasa lelet banget!

Setelah saya jabarkan kelebihan-kelebihan dari realme X2 Pro, here comes the not-so-good part. Realme X2 Pro menggunakan software yang sama dengan XT, yaitu ColorOS 6.1 berbasis Android Pie. Secara fitur memang lengkap, tetapi secara tampilan, bukan yang terbaik bagi saya (ini selera pribadi aja ya).

Pembaruan ke Android 10 dijanjikan hadir pada bulan Maret 2020, bukan yang tercepat untuk kelas flagship. Namun, Realme menjanjikan user experience yang lebih konsisten dan tampilan antar muka yang lebih simpel, mendekati stock Android. Yah, semoga saja bisa lebih baik.

Oke, bagian terakhir yang mau saya bahas adalah kameranya. Sama-sama punya empat sensor kamera utama, konfigurasi di X2 Pro sedikit berbeda dengan XT. Sensor utamanya masih menggunakan Samsung GW1 64MP f/1.8, ditambah ultrawide 8MP f/2.2, depth sensor 2MP f/2.4 untuk keperluan efek bokeh, plus satu sensor telefoto 13MP f/2.5. Sensor telefoto ini punya kemampuan 5x hybrid optical zoom dan 20x digital zoom.

Walaupun kualitasnya tidak sebaik sensor utama, saya jadi bisa ambil foto dari jarak dan sudut yang lebih fleksibel. Walaupun menggunakan 20x zoom sekalipun, objek masih terlihat relatif jelas. Sepertinya realme menyematkan AI yang membuat objek tidak terlihat bergetar walau menggunakan zoom maksimal, meski sensornya belum dilengkapi dengan OIS. Ambil foto portrait, ultra-wide, zoom dan macro bisa.

Kemampuan perekaman videonya pun cukup baik, dengan resolusi maksimal 4K di 60fps. Ada fitur ultra steady video juga yang jika kamu aktifkan, maka hasilnya menjadi jauh lebih stabil dan relatif minim efek buram ala EIS pada umumnya, meski dalam kondisi pencahayaan kurang sekalipun.

Nggak cuma itu, kamu bisa memanfaatkan fitur real-time bokeh supaya video kelihatan lebih sinematik, meski hasilnya masih jauh dari sempurna. Yang kurang menurut saya adalah hasil foto dari sensor utama milik realme X2 Pro.

Tentu saya tidak berharap banyak, karena sensornya pun sama dengan XT. Paling meningkat sedikit berkat ISP yang lebih baik dari chipset yang digunakan. Dan memang benar, karakteristik foto yang dihasilkan mirip.

HDR-nya bekerja dengan sangat baik, hanya saja detil fotonya masih kurang. Nggak segitu jeleknya sih kalau dibandingkan dengan flagship milik Samsung. Kalau ditandingkan dengan iPhone 11 atau Pixel 3a sekalipun, masih jauh.

Nightscape 2.0 yang diklaim lebih baik juga membuat foto jauh lebih halus, dan terkadang mengubah tone warna menjadi jauh lebih hangat. Kamera depan 16MP f/2.0 milik X2 Pro juga cenderung menggunakan shutter speed yang agak lambat, jadi foto terlihat sedikit goyang kalau tangan tidak sedang benar-benar stabil.

Ketika memutuskan untuk membeli sebuah ponsel flagship dengan harga mahal, tentunya kamu akan berekspektasi kalau semua fitur yang ada berjalan sempurna. Sekadar bagus aja nggak cukup.

Nah, Realme X2 Pro ini punya layar yang sangat baik—terbaik dari semua ponsel yang pernah saya coba sebelumnya. Performanya top notch, kecepatan charge-nya juga bikin saya terkesima bahkan setelah beberapa hari pemakaian. Buat gaming juga nyaman, tanpa perlu mengklaim sebagai ponsel khusus nge-game dengan desain yang mencolok.

Kameranya, yah, bagus, tapi masih belum se-level dengan flagship lain, terutama milik Apple maupun Google. Tapi ya, kedua brand lain tersebut harganya lebih mahal kan. Jadi, lagi-lagi, sesuaikan dengan budget dan kebutuhan kamu ya!