Tri Rismaharini Mirip Wali Kota Chicago: Pemimpin Teladan Saat Hadapi Krisis Covid-19

 Tri Rismaharini Mirip Wali Kota Chicago: Pemimpin Teladan Saat Hadapi Krisis Covid-19

Kuatnya budaya patriarki di Indonesia seringkali membuat orang gampang meremehkan kemampuan kaum perempuan dalam berbagai bidang urusan publik, termasuk pemerintahan. Namun jika melihat sepak terjang Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, kesan lemahnya perepuan itu bisa hilang seketika.

Betapa tidak, selama memimpin Kota Surabaya, Tri Rismaharini terbilang memiliki mobilitas tinggi. Bukan hanya lincah dalam bergerak menjalankan tugasnya, tapi juga lincah dalam bekomunikasi dengan masyarakatnya. Karena itu, gaya kepemimpinan Tri Rismaharini dianggap mirip dengan gaya Wali Kota Chicago saat menghadapi krisis di daerahnya.

Ratri Istania, salah seorang mahasiswa program doktoral dalam Ilmu Politik di Loyola University Chicago, menyebut, gaya memimpin Tri Rismaharini mirip dengan Lori Lighfoot, tokoh perempuan Amerika Serikat (AS) yang menjabat Wali Kota Chicago.

Menurut Ratri, Tri Rismaharini dan Lori Lighfoot sama-sama menggunakan gaya bahasa retorika restoratif yang humanis dan strategis. Keduanya sama-sama dapat menjadi sumber inspirasi para pemimpin lain selama mengatasi masalah pandemi virus corona (Covid-19) yang kini sedang menghantui berbagai negara di dunia.

Wali Kota Lighfoot dan Risma (panggilan akrab Rismaharini), sama-sama memimpin kota besar dengan jumlah penduduk kurang lebih sama (Chicago 2,7 juta jiwa dan Surabaya 2,9 juta). “Saya melihat kedua wali kota ini menggunakan ciri komunikasi khas perempuan yang didasarkan pada tanggung jawab moral orang tua untuk melindungi, menghormati, dan memperhatikan keluarga serta komunitas, namun diikuti dengan ketegasan dalam kebijakan,” papar Ratri Istania.

Sekedar tahu, konsep gaya komunikasi retorika restoratif ini adalah hasil kajian dari Donyale R. Griffin-Padgett (peneliti komunikasi dari Wayne University) dan Donnetrice Allison (peneliti komunikasi dari Stockton University) setelah mengkaji gaya bahasa Wali Kota New York Rudolph Guilani saat menghadapi situasi krisis pasca serangan terorisme 11 September 2001 dan gaya bahasa Wali Kota New Orleans Ray Nagin saat menghadapi badai Katrina pada tahun 2005 .

Dalam gaya komunikasi retorika restoratif ini terjadi penggabungan antara komunikasi strategis dan komunikasi humanis. Komunikasi strategis sendiri adalah komunikasi langkah-langkah kebijakan dilakukan untuk mengantisipasi dampak krisis dan mengembalikan rasa aman pada masyarakat. Sedang komunikasi humanis lebih memfokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat seperti makanan, tempat tinggal, air bersih, dan kesehatan.

 

Gaya komunikasi Lightfoot

Wali Kota Chicago, Lori Lighfoot
 Wali Kota Chicago, Lori Lighfoot

Lighfoot merupakan perempuan berkulit hitam pertama dalam sejarah kota Chicago yang terpilih sebagai wali kota melalui pemilihan umum pada April 2019. Ia mewarisi beraneka ragam persoalan perkotaan, seperti tingginya angka kriminalitas, korupsi, imigran, dan defisit anggaran. Belum genap satu tahun memimpin, krisis pandemi muncul.

Lighfoot berbicara kepada warga Chicago pada 19 Maret 2020 menyiapkan kota sebelum angka kasus di Amerika melonjak drastis. Lewat layar kaca, ia menerangkan langkah-langkah menghadapi krisis COVID-19, misalnya kebijakan stay-at-home atau tinggal di rumah ketimbang lockdown (karantina wilayah) dan penutupan sekolah. Lightfoot juga memerintahkan social distancing minimal 1 meter guna mencegah penyebaran virus.

Ia menyemangati warga bahwa dalam sejarahnya, Chicago tidak pernah ambruk melampaui berbagai cobaan berat seperti the Great Chicago Fire, kebakaran besar yang melanda jantung kota Chicago pada 1871.

Selain mengubah sebuah gedung pertemuan–yang terbesar seantero Amerika Utara–menjadi fasilitas kesehatan, ia memaparkan beberapa langkah strategis, seperti memastikan warga tidak akan terusir karena tidak dapat membayar uang sewa apartemen atau cicilan rumah, dan menjamin pelayanan dasar seperti air bersih dan ketersediaan makanan.

Untuk membantu perekonomian warga, Lightfoot menawarkan berbagai skema bantuan keuangan untuk mengurangi kesulitan pebisnis kecil. Bermitra dengan swasta, pemerintah Chicago menjanjikan paket pinjaman usaha ataupun subsidi bagi mereka yang terkena pemutusan hubungan kerja akibat krisis COVID-19.

Kasus penyebaran COVID-19 di wilayah Chicago telah meningkat tajam dari hanya 422 kasus dan 19 kematian per 19 Maret menjadi 5.057 dan 73 kematian per 31 Maret 2020.

 

Gaya Tri Rismaharini

Di Surabaya, Risma sedang menjabat untuk kedua kalinya setelah terpilih kembali di tahun 2015. Selama masa kepemimpinan Risma, Surabaya telah berubah menjadi kota hijau, bersih, penuh dengan taman-taman.

Risma merupakan figur pemimpin kontroversial. Di tengah derasnya penghargaan dalam maupun luar negeri, kebijakan Risma seperti penutupan tempat lokalisasi menuai kecaman para aktivis perempuan dan kemanusiaan.

Berbeda dengan Lightfoot, Risma menghadapi pandemi di tahun terakhir masa jabatan yang akan berakhir pada Februari 2021. Sejak Januari, Risma menyiapkan masker dalam jumlah besar untuk didistribusikan ke kelurahan, pembagian hand sanitizer untuk pengguna kendaraan umum, pembangunan ratusan wastafel baru di berbagai fasilitas publik untuk sanitasi warga.

Dalam wawancara dengan Kompas TV pada 17 Maret–dua minggu setelah kasus COVID-19 pertama di Indonesia diumumkan, Risma telah menginstruksikan seluruh elemen masyarakat, pemangku kepentingan, untuk membuat protokol meminimalisir penyebaran virus, antara lain upaya peningkatan sanitasi warga, penghindaran keramaian dan perjalanan, dan kesiapan tenaga medis beserta fasilitas menghadapi penyebaran virus.

Risma juga mendatangi warga untuk menenangkan dan memberitahu pemerintah kota tidak akan memberlakukan lockdown karena akan berdampak pada warga ekonomi lemah. Ia juga memerintahkan pembukaan command center 112 , penyemprotan disinfektan ke sekolah dan instansi layanan publik, pemeriksaan infeksi virus gratis, serta pemenuhan kebutuhan asupan gizi warga miskin dengan dapur umum dan pembagian makanan.

Sejak 20 Maret 2020, Kota Surabaya menjadi zona merah penyebaran virus corona di Jawa Timur. Kasus meningkat dari 13 orang menjadi 41 orang per 30 Maret 2020. Bahkan, pada 3 April 2020 kemarin, jumlah kasus positif Covid-19 kembali naik jadi 77 orang.

 

Tri Rismaharini dan Lori Lighfoot Pantas Diteladani

Krisis pandemi Covid-19 bukanlah sekedar krisis manajemen dalam organisasi, ataupun bencana alam biasa. Dalam situasi krisis semacam ini, menurut Ratri Istania, pola komunikasi pemimpin tidak dapat dilakukan dengan penuh emosi, menyalahkan pihak tertentu demi menyelamatkan muka, ataupun menawarkan kebijakan tanpa kejelasan. Semua ini hanya akan menciptakan kecemasan sosial (social distress) berkepanjangan warga.

Lighfoot dan Risma telah menunjukkan bagaimana pemimpin perempuan di tingkat lokal menggunakan retorika restoratif demi menumbuhkan kepercayaan warga di tengah krisis. Keduanya dinilai sebagai pemimpin efektif yang dapat menumbuhkan kepercayaan, welas asih, stabilitas, dan harapan di situasi krisis.

Gaya kepemimpinan dan pola komunikasi kedua wali kota memperlihatkan keberpihakan pada rakyat. Kinerja dua perempuan ini seharusnya bisa menginspirasi pemimpin-pemimpin lain yang masih gamang menyikapi pandemi.

Artikel terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *